Konten dari Pengguna

Memahami Keterlibatan atau Flow dalam Psikologi: Konsep dan Implikasinya

R

Ruang Psikologi

Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Keterlibatan. Gambar: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Keterlibatan. Gambar: Pexels.

Keterlibatan atau flow menjadi istilah yang semakin sering dijumpai dalam diskusi psikologi modern. Konsep ini membahas bagaimana seseorang dapat tenggelam secara penuh dalam suatu aktivitas hingga merasa sangat fokus dan puas. Pemahaman tentang keterlibatan dan flow memiliki peran penting, terutama dalam ranah pendidikan dan kehidupan sehari-hari.

Definisi Keterlibatan dalam Konteks Flow

Keterlibatan dalam aktivitas sehari-hari dapat membantu seseorang meraih hasil optimal dan meningkatkan kualitas hidup.

Pengertian Keterlibatan Menurut Psikologi Positif

Keterlibatan akademik (academic engagement) merupakan salah satu aspek penting yang harus dimiliki oleh setiap mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Dengan keterlibatan akademik yang tinggi, mahasiswa dapat belajar dengan penuh semangat, memiliki dedikasi tinggi terhadap tugas-tugas akademik, dan disertai perasaan senang dalam melaksanakannya sehingga mahasiswa dengan keterlibatan akademik tinggi dimungkinkan dapat mencapai prestasi maupun kinerja akademik secara optimal (Siti Fatimah, Nur Eva, dan Ika Andrini Farida, dalam Flow sebagai Prediktor Keterlibatan Akademik pada Mahasiswa: Systematic Review dan Meta-Analysis (2021).

Hubungan antara Keterlibatan dan Flow dalam Aktivitas

Flow merupakan keadaan konsentrasi optimal pada tugas, yang termotivasi secara intrinsik (Csikszentmihalyi, 1990/1997, dalam Fatimah dkk., 2021). Ketika seseorang berada dalam keadaan flow, ia merasakan seolah waktu bergeser lebih cepat, individu merasa memegang kendali, kesadaran dan aktivitas berbaur menjadi satu. Di mana individu begitu terlibat dalam aktivitas yang ada, tujuan menjadi jelas dan tindakan terasa mudah, feedback tidak ambigu, dan tidak ada pemikiran reflektif diri, ketakutan dan kekhawatiran akan adanya evaluasi, sehingga tidak ada hal lain yang menjadi masalah (Fatimah dkk., 2021, mengutip Csikszentmihalyi, 2000).

Konsep Flow dalam Psikologi

Flow dalam psikologi dikenal sebagai momen ketika seseorang benar-benar larut dalam aktivitas hingga kehilangan rasa cemas dan gangguan eksternal. Konsep ini banyak dikaji oleh para peneliti psikologi karena manfaatnya yang luas.

Karakteristik Flow Menurut Penelitian

Csikszentmihalyi (1990) dalam Flow: The Psychology of Optimal Experience (Harper & Row) mengidentifikasi sembilan komponen flow: keseimbangan antara tantangan dan kemampuan, penggabungan tindakan dan kesadaran, tujuan yang jelas, umpan balik langsung (feedback yang tidak ambigu), konsentrasi total, rasa kendali (sense of control), hilangnya kesadaran diri (loss of self-consciousness), transformasi pengalaman waktu, dan pengalaman yang secara intrinsik memberi penghargaan (autotelic experience). Mahasiswa yang berada pada situasi flow akademik akan mampu melibatkan diri dan berkonsentrasi penuh pada materi yang dipelajari serta lebih memiliki semangat yang tinggi untuk belajar (Fatimah dkk., 2021, mengutip Wati & Firman, 2017).

Faktor yang Mempengaruhi Flow

Faktor yang memengaruhi flow mencakup keseimbangan antara tantangan tugas dan keterampilan individu. Kondisi ini berbanding ketika individu memiliki kemampuan yang jauh melampaui tantangan yang ada, sehingga dapat menyebabkan kebosanan (boredom); sebaliknya bila tantangan jauh melebihi kemampuan, individu cenderung mengalami kecemasan (anxiety) (Csikszentmihalyi, dalam Fatimah dkk., 2021). Mengalami flow secara umum berkaitan dengan kesejahteraan subjektif (subject well-being) (Asakawa, 2010, dalam Fatimah dkk., 2021). Di bidang pendidikan, flow mengarah pada keterlibatan siswa yang lebih besar dalam pembelajaran dan kesuksesan akademis yang lebih baik (Ljubin-Golub et al., 2018, dalam Fatimah dkk., 2021).

Flow sebagai Prediktor Keterlibatan Akademik

Keterlibatan mahasiswa dalam dunia akademik ternyata sangat berkaitan dengan pengalaman flow. Temuan ini menjadi sorotan untuk mengembangkan metode belajar yang lebih efektif.

Temuan Sistematik dari Kajian Mahasiswa

Penelitian Fatimah dkk. (2021) mengintegrasikan hasil statistik dari 5 studi dalam enam tahun terakhir (2015–2021) menggunakan Systematic Review dan Meta-Analysis dengan menerapkan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analysis (PRISMA). Hasil yang diperoleh adalah ada hubungan antara flow dan keterlibatan akademik dengan korelasi gabungan = 0,534 (95% CI = 0,214 hingga 0,620). Variabel antara keduanya adalah positif, yang berarti semakin baik akademik flow-nya mahasiswa, semakin baik pula mereka terlibat dalam akademiknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa flow menjadi prediktor terhadap keterlibatan akademik mahasiswa (Fatimah dkk., 2021, Abstrak, hal. 393).

Fenomena rendahnya keterlibatan akademik juga terlihat dari studi awal yang dilakukan peneliti terhadap 120 mahasiswa S-1 Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang: ditemukan bahwa 65% mahasiswa memiliki keterlibatan akademik relatif rendah, 20% tingkat keterlibatan sedang, dan hanya 15% yang menunjukkan tingkat keterlibatan akademik tinggi (Fatimah, 2020, dalam Fatimah dkk., 2021, hal. 394).

Implikasi Flow bagi Peningkatan Keterlibatan Akademik

Pada konteks pendidikan di Perguruan Tinggi, flow mengarah pada keterlibatan mahasiswa yang lebih besar dalam pembelajaran dan kesuksesan akademis yang lebih baik. Sekalipun mahasiswa memiliki banyak tugas dan kegiatan akademik yang harus dikerjakan, mahasiswa tetap bisa menikmati pekerjaan tersebut dengan nyaman dan memiliki kebebasan (Inghilleri et al., 2015, dalam Fatimah dkk., 2021). Sebagaimana dikemukakan Csikszentmihalyi dan koleganya bahwa flow merupakan pendorong motivasi untuk melanjutkan aktivitas yang mengarahkan individu untuk memilih tantangan lebih tinggi yang melampaui kembali pengalaman flow (de Manzano dkk., 2013, dalam Fatimah dkk., 2021). Melalui pemahaman flow, institusi pendidikan dapat menciptakan suasana belajar yang menantang sekaligus mendukung — menyeimbangkan tingkat kesulitan tugas dengan kemampuan mahasiswa sehingga potensi keterlibatan akademik meningkat.

Kesimpulan

Keterlibatan atau flow menjadi strategi penting untuk meningkatkan kualitas pengalaman belajar. Berdasarkan Systematic Review dan Meta-Analysis Fatimah dkk. (2021), terbukti ada hubungan positif yang signifikan antara flow dan keterlibatan akademik mahasiswa (r = 0,534), menegaskan bahwa flow merupakan prediktor keterlibatan akademik. Konsep flow yang diperkenalkan Csikszentmihalyi (1990) — sebagai keadaan konsentrasi optimal yang termotivasi secara intrinsik — menjadi landasan penting dalam merancang lingkungan belajar yang mendorong keterlibatan penuh, sehingga berdampak positif pada prestasi, kesejahteraan psikologis, dan pengalaman belajar yang bermakna bagi mahasiswa.