Memahami Lokus Kontrol: Definisi dan Jenis-jenisnya
Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang memiliki cara berbeda dalam memaknai penyebab keberhasilan maupun kegagalan yang dialami. Cara pandang inilah yang sering kali disebut sebagai lokus kontrol.
Apa Itu Lokus Kontrol
Konsep locus of control (lokus kendali) pertama kali dikemukakan oleh Rotter, seorang ahli teori pembelajaran sosial, dan terus berkembang hingga saat ini (Syatriadin, 2017 dalam Locus Of Control: Teori Temuan Penelitian Dan Reorientasinya Dalam Manajemen Penanganan Kesulitan Belajar Peserta Didik). Lokus kendali adalah salah satu variabel kepribadian (personality) yang didefinisikan sebagai keyakinan individu bahwa mereka mampu mengontrol peristiwa-peristiwa dalam kehidupannya (internal locus of control) atau keyakinan individu bahwa lingkunganlah yang mampu mengontrol peristiwa-peristiwa dalam kehidupannya (external locus of control) (Syatriadin, 2017). Locus of control merupakan kecenderungan persepsi dan keyakinan seseorang terhadap pengontrol segala hal yang terjadi dalam hidup orang tersebut dan segala peristiwa yang mengiringinya (Syatriadin, 2017).
Jenis-jenis Lokus Kontrol
Konsep ini dibagi menjadi tiga jenis utama yang dapat membentuk karakter serta pola belajar seseorang. Pemahaman yang baik tentang ketiga jenis lokus kontrol ini memudahkan dalam mengelola tantangan hidup.
Lokus Kontrol Internal
Seorang siswa dikatakan memiliki orientasi locus of control internal jika berkeyakinan bahwa kesuksesan dan kegagalan atas segala yang dialaminya ditentukan oleh usaha dan kemampuan dari diri sendiri (Syatriadin, 2017). Semakin dominan lokus kendali internal yang dimiliki siswa, ia akan berkecenderungan semakin berkeyakinan bahwa keberhasilan dalam belajar maupun kehidupan sehari-hari sangat tergantung pada besar kecilnya usaha atau kerja keras yang dilakukan — perwujudan keyakinan ini dalam kegiatan belajar akan tampak dalam perilaku yang lebih ulet, tidak mudah putus asa, memiliki rasa percaya diri yang kuat, dan memiliki motivasi berprestasi yang tinggi (Syatriadin, 2017).
Lokus Kontrol Eksternal
Peserta didik yang ber-locus of control eksternal berkeyakinan bahwa lingkungan merupakan pemegang kontrol atas dirinya — ia memiliki kecenderungan persepsi dan keyakinan bahwa faktor nasib, keberuntungan, kekuasaan, pengaruh dari orang lain ataupun kesempatan menjadi faktor penentu keberhasilan dan kegagalan yang diraih (Syatriadin, 2017). Peserta didik dengan locus of control eksternal cenderung pasrah terhadap apa yang menimpa dirinya, memiliki keyakinan yang lemah, dan kurang motivasi untuk melakukan perubahan (Syatriadin, 2017).
Orientasi Kombinasi
Syatriadin (2017) juga mencatat bahwa seseorang tidak mungkin berada pada posisi internal secara murni ataupun eksternal secara murni — pada umumnya seseorang memiliki kecenderungan gabungan antara internal dan eksternal, di mana salah satunya lebih dominan.
Pentingnya Memahami Lokus Kontrol
Berbagai temuan penelitian menunjukkan bahwa locus of control memiliki pengaruh terhadap prestasi belajar peserta didik, dan peserta didik dengan locus of control internal rata-rata memiliki prestasi lebih baik dibanding kelompok eksternal (Syatriadin, 2017). Locus of control dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperkaya perspektif dalam prosedur bimbingan belajar dalam rangka menangani kesulitan belajar siswa (Syatriadin, 2017).
Kesimpulan
Lokus kontrol adalah konsep penting yang menunjukkan bagaimana seseorang memandang pengendali atas peristiwa dalam hidupnya. Reorientasi locus of control dalam manajemen penanganan kesulitan belajar siswa yang terskema secara sistematis dapat menjadi salah satu format yang membantu mendiagnosis kesulitan belajar siswa secara akurat sehingga langkah penanganan yang diprogramkan dapat berjalan efektif (Syatriadin, 2017).