Memahami Pembelajaran: Perspektif Psikologi dalam Proses Belajar
Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pembelajaran menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan formal maupun non-formal. Proses ini tidak hanya berfokus pada penyerapan informasi, tetapi juga melibatkan berbagai aspek psikologis yang memengaruhi hasil belajar seseorang.
Apa Itu Pembelajaran?
Menurut buku Psikologi dalam Persepektif Pembelajaran, belajar adalah proses mengubah pengalaman menjadi pengetahuan, pengetahuan menjadi pemahaman, pemahaman menjadi kearifan dan kearifan menjadi tindakan (Muzakkir, 2021). Pembelajaran merupakan akumulasi dari konsep mengajar dan konsep belajar, dengan penekanan pada penumbuhan aktivitas subjek didik (Muzakkir, 2021). Melalui kegiatan belajar yang terarah dan terpimpin, anak memperoleh pengetahuan, pemahaman, keterampilan, sikap, dan nilai yang mengantarkan pada kedewasaan (Muzakkir, 2021).
Karakteristik Proses Pembelajaran
Semua pembelajaran manusia pada hakikatnya mempunyai empat unsur: (1) persiapan, (2) penyampaian, (3) pelatihan, dan (4) penampilan hasil (Muzakkir, 2021). Pembelajaran akan terganggu jika peserta didik tidak terbuka dan tidak siap untuk belajar, tidak menyadari manfaat belajar untuk diri sendiri, atau terhambat oleh rintangan belajar (Muzakkir, 2021).
Peran Psikologi dalam Pembelajaran
Psikologi hadir sebagai ilmu yang memberikan jawaban terhadap kegundahan para pendidik untuk memahami tentang perilaku ataupun gejala-gejala kejiwaan yang dialami oleh manusia berkaitan dengan lingkungannya (Muzakkir, 2021). Psikologi pendidikan adalah ilmu psikologi yang secara khusus mempelajari tentang kondisi peserta didik dan implikasinya pada proses pembelajaran, serta berperan dalam membuat sejumlah cara yang efektif dalam mengajar (Muzakkir, 2021).
Faktor Psikologis yang Mempengaruhi Pembelajaran
Motivasi sangat penting untuk meningkatkan prestasi belajar — namun motivasi saja tanpa disertai dengan penggunaan strategi yang sesuai dengan karakteristik materi yang dipelajari menjadi kurang berarti (Muzakkir, 2021). Emosi dan motif memiliki hubungan yang erat, di mana emosi dapat mengaktifkan dan mengarahkan perilaku dalam cara yang sama seperti yang dilakukan motif dasar (Muzakkir, 2021). Keefektifan suatu proses pengamatan tergantung pada beberapa faktor, yaitu faktor rangsangan, individu, dan faktor lingkungan (Muzakkir, 2021).
Implikasi Psikologi dalam Strategi Pembelajaran
Ilmu psikologi dalam pembelajaran akan sangat membantu guru agar memiliki kedewasaan dan kewibawaan dalam hal mengajar, mempelajari perilaku peserta didik, menggunakan prinsip-prinsip psikologi maupun dalam hal menilai cara mengajarnya sendiri (Muzakkir, 2021). Penguatan (reinforcement) adalah apa saja yang dapat memperkuat timbulnya respons — bila penguatan ditambahkan (positive reinforcement) maka respons akan semakin kuat (Muzakkir, 2021).
Contoh Praktis
Pujian dapat diberikan dalam bentuk senyum, anggukan, acungan jempol, atau secara verbal. Pujian maupun celaan mempunyai efek yang berbeda bagi setiap peserta didik (Muzakkir, 2021). Umpan balik (feedback) dan reward harus sering diberikan untuk menjaga motivasi belajar peserta didik — teori belajar behavioristik menyarankan reward kecil tapi sering akan lebih efektif daripada reward besar tapi jarang diberikan (Muzakkir, 2021).
Kesimpulan
Psikologi dalam pembelajaran dapat membantu guru atau pendidik untuk memahami bagaimana individu belajar sehingga memudahkan untuk memilih cara yang lebih efektif untuk membantu memberikan kemudahan, mempercepat, dan memperluas proses belajar peserta didik (Muzakkir, 2021). Dengan memahami psikologi dalam perspektif pembelajaran, setiap proses belajar dapat dirancang agar lebih efektif sesuai karakter dan kebutuhan peserta didik.