Konten dari Pengguna

Memahami Teori Perkembangan Moral: Kohlberg dan Gilligan Serta Contohnya

R

Ruang Psikologi

Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi: Moral. Gambar: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: Moral. Gambar: Unsplash.

Memahami perkembangan moral berarti mengenali cara seseorang menentukan benar atau salah sepanjang hidupnya. Dua teori yang banyak dibahas adalah milik Lawrence Kohlberg dan Carol Gilligan. Masing-masing menawarkan pendekatan berbeda, namun sama-sama memberikan gambaran tentang proses pembentukan moral pada anak hingga dewasa.

Konsep Dasar Teori Perkembangan Moral

Perkembangan moral adalah proses di mana individu memahami, menalar, dan bertindak berdasarkan konsep benar dan salah sepanjang hidupnya. Proses ini dipengaruhi oleh lingkungan, pendidikan, dan pengalaman sehari-hari.

Pentingnya Memahami Perkembangan Moral dalam Pendidikan

Menurut Agus Abdul Rahman dalam Teori Perkembangan Moral dan Model Pendidikan Moral (2010), sekolah harus berusaha semaksimal mungkin mensosialisasikan nilai-nilai dan membentuk karakter siswa. Pemahaman teori perkembangan moral membantu pendidik merancang pendekatan yang sesuai kebutuhan perkembangan anak.

Teori Perkembangan Moral Kohlberg

Dalam jurnal Perkembangan Moral Menurut Kohlberg dan Implementasinya dalam Perspektif Kristen terhadap Pendidikan Moral Anak di Sekolah Dasar, Lawrence Kohlberg membagi perkembangan moral menjadi tiga tingkat utama: prakonvensional, konvensional, dan pascakonvensional. Setiap tingkat memiliki dua tahap yang menggambarkan cara seseorang menilai tindakan berdasarkan konsekuensi fisik, norma sosial, atau prinsip etis universal (dalam Purba, 2022).

Contoh Penerapan Tahapan Kohlberg dalam Kehidupan Sehari-hari

Anak usia dini (level prakonvensional) membentuk perilaku berdasarkan konsekuensi fisik yang dirasakan baik atau buruk bagi dirinya sendiri. Anak yang lebih besar mulai mempertimbangkan persetujuan teman atau orang yang memiliki otoritas (konvensional), sementara remaja dan dewasa dapat mengambil keputusan berdasarkan nilai universal (pascakonvensional).

Implementasi Teori Kohlberg dalam Pendidikan Moral Anak

Kohlberg menekankan pentingnya diskusi aktif yang melibatkan konflik kognitif mengenai isu moral untuk mengembangkan pemahaman moral anak. Guru dapat memfasilitasi diskusi kelas yang mendorong setiap anak menyampaikan pendapatnya tentang isu moral (Purba, 2022).

Teori Perkembangan Moral Gilligan

Perbedaan Antara Teori Gilligan dan Kohlberg

Carol Gilligan menyoroti perbedaan pendekatan dalam perkembangan moral antara laki-laki dan perempuan. Menurutnya, prinsip moral reasoning perempuan adalah ethic of care, sedangkan laki-laki adalah ethic of justice (Rahman, 2010). Gilligan mengkritik bahwa Kohlberg hanya membatasi diri pada prinsip keadilan dan bersifat diskriminatif karena tidak mempertimbangkan perbedaan gender.

Tahapan Perkembangan Moral Menurut Gilligan

Gilligan (1982) dalam tulisan yang berjudul In a Different Voice: Psychological Theory and Women's Development yang tertulis pada laman EBSCO mengemukakan perkembangan moral berbasis etika kepedulian yang sering diringkas ke dalam tiga orientasi utama yaitu : (1) orientation to individual survival — fokus pada kepedulian terhadap diri sendiri; (2) goodness as self-sacrifice — kepedulian pada orang lain; dan (3) morality of nonviolence — keseimbangan antara kepedulian terhadap diri sendiri dan orang lain.

Contoh Kasus Perkembangan Moral Menurut Gilligan

Pendekatan moral perempuan seringkali lebih berfokus pada relasi dan kepedulian terhadap perasaan orang lain sebelum mengambil keputusan. Hal ini mencerminkan fokus Gilligan pada ethic of care dan relasi sosial, yang secara kualitatif berbeda dari pendekatan moral berbasis keadilan (Rahman, 2010).

Relevansi Teori Perkembangan Moral dalam Pendidikan

Implikasi Teori pada Model Pendidikan Moral

Perkembangan teori mengenai perkembangan moral berpengaruh besar pada bagaimana nilai-nilai moral diajarkan di sekolah-sekolah. Guru dapat memilih metode pengajaran yang mendorong diskusi aktif, refleksi, dan praktik langsung tentang nilai-nilai moral.

Peran Guru dalam Mengembangkan Moralitas Anak di Sekolah

Guru berperan sebagai fasilitator yang bertugas menguji perspektif siswa, membangun empati, mendorong diskusi, memperkaya perspektif dan kemampuan berpikir siswa, serta membantu siswa belajar membuat keputusan yang baik. Dengan pendekatan yang konsisten dan dialog terbuka, anak belajar menginternalisasi nilai baik dalam kehidupan sehari-hari.

Kesimpulan

Teori perkembangan moral dari Kohlberg dan Gilligan memberikan wawasan tentang cara anak dan remaja memahami nilai dan etika. Setiap model menawarkan keunikan, baik dari segi tahapan maupun pendekatan.

Integrasi teori perkembangan moral dalam pendidikan membantu sekolah menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan karakter. Guru dan orang tua dapat bekerja sama agar anak tumbuh menjadi pribadi yang mampu membedakan benar dan salah secara mandiri.