Memori Jangka Pendek: Pengertian dan Contohnya dalam Proses Belajar
Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Memori jangka pendek berperan besar dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat seseorang belajar atau menyelesaikan tugas. Tanpa kemampuan ini, kita akan sulit mengingat instruksi singkat atau informasi yang baru saja diterima. Memahami cara kerja dan contoh memori jangka pendek dapat membantu meningkatkan cara kita mengolah informasi.
Pengertian Memori Jangka Pendek
Memori jangka pendek merupakan salah satu sistem ingatan manusia yang berfungsi menyimpan informasi dalam waktu singkat.
Menurut Ririn Musdalifah dalam artikel jurnal “Pemrosesan dan Penyimpanan Informasi pada Otak Anak dalam Belajar: Short Term and Long Term Memory”, memori jangka pendek atau working memory menyimpan informasi dalam jangka waktu sementara dengan kapasitas terbatas, yaitu sekitar 7 ± 2 item, dan informasi tersebut bertahan sekitar 15–30 detik sebelum hilang apabila tidak dilakukan pengulangan.
Definisi Memori Jangka Pendek
Secara umum, memori jangka pendek adalah kemampuan otak untuk menampung dan mengelola informasi sementara. Sistem ini berperan penting dalam proses berpikir, mengambil keputusan, hingga menyelesaikan aktivitas sederhana sehari-hari.
Karakteristik Memori Jangka Pendek
Memori jangka pendek memiliki kapasitas terbatas, biasanya sekitar 5 hingga 9 item informasi. Durasi penyimpanan pun relatif singkat, berkisar antara 15 sampai 30 detik. Setelah itu, informasi bisa hilang atau diteruskan ke memori jangka panjang.
Cara Kerja Memori Jangka Pendek
Pemrosesan informasi dalam memori jangka pendek berlangsung cepat dan dinamis. Sistem ini menjadi penghubung awal sebelum informasi diolah lebih lanjut.
Proses Penyimpanan Informasi Sementara
Informasi baru yang diterima, seperti instruksi atau angka, akan masuk ke memori jangka pendek terlebih dahulu. Jika tidak segera digunakan atau diulang, informasi tersebut mudah hilang.
Hubungan Memori Jangka Pendek dan Memori Jangka Panjang
Informasi dari memori jangka pendek dapat diteruskan ke memori jangka panjang melalui proses pengulangan atau pemaknaan. Hal ini membuat informasi tersebut bertahan lebih lama dan mudah diingat kembali.
Contoh Memori Jangka Pendek dalam Kehidupan Sehari-hari
Memori jangka pendek banyak digunakan dalam berbagai aktivitas, baik di sekolah maupun di rumah. Berikut beberapa contohnya.
Contoh Memori Jangka Pendek pada Anak Saat Belajar
Saat anak mengingat instruksi mengerjakan soal matematika, mereka memproses informasi tersebut secara singkat. Begitu tugas selesai, informasi itu bisa saja langsung terlupakan.
Contoh dalam Aktivitas Sehari-hari
Mengingat nomor telepon yang baru disebutkan, mengikuti arahan singkat, atau mengingat daftar belanja sebelum menulisnya juga merupakan bentuk nyata memori jangka pendek.
Pentingnya Memori Jangka Pendek dalam Proses Belajar
Peran memori jangka pendek tak bisa dianggap remeh dalam proses belajar. Sistem ini membantu individu memilah informasi yang relevan untuk dipelajari lebih lanjut.
Peran Memori Jangka Pendek dalam Penyaringan Informasi
Memori jangka pendek memungkinkan seseorang memilih informasi penting yang layak disimpan ke memori jangka panjang. Dengan begitu, proses belajar menjadi lebih efektif.
Dampak Terhadap Prestasi Belajar Anak
Kemampuan memori jangka pendek yang baik membantu anak memahami instruksi guru dan menyelesaikan tugas dengan lebih lancar. Jika memori ini lemah, anak bisa mengalami kesulitan mengikuti pelajaran.
Kesimpulan
Memori jangka pendek menjadi bagian penting dalam proses belajar dan aktivitas harian. Dengan kapasitas serta durasi terbatas, sistem ini berperan sebagai penyaring informasi sebelum diteruskan ke memori jangka panjang. Memahami fungsi dan contoh memori jangka pendek dapat membantu mengoptimalkan proses belajar, terutama pada anak-anak.
Reviewed by Helda Waty Sihombing
Baca Juga: Kognitif dan Pola Pikir: Cara Kerja Pikiran yang Membentuk Hidup