Konten dari Pengguna

Mengenal Latihan Syukur: Pengertian dan Fungsi Latihan Syukur

R

Ruang Psikologi

Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Latihan Syukur. Gambar: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Latihan Syukur. Gambar: Pexels.

Latihan syukur merupakan praktik psikologis yang membantu seseorang menyadari, mengakui, dan menghargai hal-hal baik dalam hidupnya. Praktik ini tidak hanya berkaitan dengan ucapan terima kasih, tetapi juga melibatkan proses refleksi agar individu lebih mampu menerima keadaan, mengelola emosi, dan melihat pengalaman hidup secara lebih positif.

Apa Itu Latihan Syukur?

Latihan syukur dapat dipahami sebagai kegiatan terarah untuk menumbuhkan rasa syukur melalui refleksi, kesadaran diri, dan pengakuan terhadap nikmat atau pengalaman positif yang diterima. Dalam artikel jurnal Ismi Zulaehah dan Sri Kushartati berjudul Pelatihan Syukur Untuk Meningkatkan Self Compassion Pada Caregiver Anak Dengan Down Syndrome, pelatihan syukur digunakan sebagai intervensi untuk meningkatkan self compassion pada caregiver anak dengan Down Syndrome. Penelitian tersebut menyebut bahwa tujuan penelitian adalah meningkatkan self compassion caregiver melalui pelatihan syukur.

Penelitian tersebut juga menjelaskan bahwa latihan syukur merupakan proses sadar untuk memperhatikan dan menghargai hal-hal positif yang dialami seseorang.

Definisi Latihan Syukur

Secara sederhana, latihan syukur adalah upaya aktif untuk menyadari kebaikan yang telah diterima dan menjadikannya bahan refleksi diri. Dalam konteks psikologi, latihan ini dapat digunakan untuk membantu individu membangun emosi positif, penerimaan diri, dan kemampuan merawat diri secara emosional.

Zulaehah dan Kushartati menjelaskan bahwa penelitian mereka menguji hipotesis bahwa “pelatihan syukur dapat meningkatkan self compassion pada caregiver anak dengan down syndrome” (2017).

Tujuan Diterapkannya Latihan Syukur

Tujuan utama latihan syukur adalah membantu individu lebih sadar terhadap hal-hal baik dalam hidupnya, termasuk dalam situasi sulit. Pada caregiver anak dengan Down Syndrome, latihan syukur diarahkan untuk membantu mereka lebih mampu menerima kondisi, memahami pengalaman hidup, dan memperkuat self compassion.

Dalam penelitian Zulaehah dan Kushartati, subjek penelitian adalah tujuh caregiver dewasa, beragama Islam, perempuan, dan merupakan orangtua atau keluarga terdekat anak dengan Down Syndrome yang bersekolah di SLB PGRI Trimulyo.

Fungsi Latihan Syukur bagi Kesehatan Mental

Latihan syukur berfungsi mendukung kesehatan mental karena membantu individu mengembangkan emosi positif dan mengurangi tekanan psikologis. Praktik ini membuat seseorang lebih mampu memandang pengalaman hidup secara lebih bermakna, termasuk ketika menghadapi kesulitan.

Dalam artikel Zulaehah dan Kushartati, self compassion dijelaskan sebagai proses memahami penderitaan, kegagalan, atau ketidakmampuan diri tanpa kritik berlebihan, serta menyadari bahwa pengalaman tersebut merupakan bagian dari pengalaman manusia secara umum.

Dengan demikian, latihan syukur dapat membantu seseorang lebih lembut terhadap dirinya sendiri dan tidak terlalu keras ketika menghadapi masalah.

Peran Latihan Syukur dalam Meningkatkan Self Compassion

Latihan syukur berperan penting dalam meningkatkan self compassion karena membantu individu menerima pengalaman hidup dengan lebih positif. Caregiver yang memiliki self compassion lebih baik cenderung lebih mampu menerima kondisi anak, mengelola emosi, dan menjalankan peran pengasuhan dengan lebih sabar.

Hasil penelitian Zulaehah dan Kushartati menunjukkan bahwa terdapat perbedaan self compassion yang signifikan sebelum dan setelah pelatihan diberikan. Mereka menyimpulkan bahwa “pelatihan syukur dapat meningkatkan self compassion pada caregiver anak dengan down syndrome” (Zulaehah & Kushartati, 2017).

Dampak Latihan Syukur dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam kehidupan sehari-hari, latihan syukur dapat membantu seseorang menjaga kestabilan emosi, memperkuat penerimaan diri, dan membangun hubungan sosial yang lebih positif. Zulaehah & Kushartati menyebutkan bahwa latihan syukur dapat menjaga emosi tetap stabil dan mendorong hubungan sosial yang lebih harmonis.

Pada caregiver, latihan syukur dapat membantu mereka lebih menyadari nikmat, menerima keadaan, dan merasa lebih dekat secara spiritual. Dalam simpulan penelitian, Zulaehah dan Kushartati menjelaskan bahwa pelatihan syukur membuat subjek lebih menyadari nikmat Allah dan lebih mampu mensyukuri setiap nikmat yang diberikan.

Cara Melakukan Latihan Syukur

Latihan syukur dapat dilakukan melalui beberapa cara sederhana, seperti menulis jurnal syukur, merefleksikan hal-hal baik yang terjadi setiap hari, mengucapkan terima kasih kepada orang lain, atau meluangkan waktu untuk menyadari nikmat yang sering terabaikan.

Zulaehah dan Kushartati menyarankan contoh praktik seperti menulis jurnal syukur setiap hari dan mengucapkan terima kasih secara langsung kepada orang lain.

Agar konsisten, latihan ini sebaiknya dilakukan pada waktu yang sama setiap hari, misalnya sebelum tidur atau setelah beribadah. Fokusnya tidak harus pada hal besar, tetapi juga pada pengalaman kecil yang bermakna.

Kesimpulan

Latihan syukur merupakan praktik sederhana yang bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran terhadap hal-hal positif dalam hidup. Dalam konteks psikologi, latihan ini dapat membantu menjaga kesehatan mental, memperkuat penerimaan diri, dan meningkatkan self compassion. Penelitian Zulaehah dan Kushartati menunjukkan bahwa pelatihan syukur dapat meningkatkan self compassion pada caregiver anak dengan Down Syndrome. Dengan dilakukan secara konsisten, latihan syukur dapat menjadi strategi praktis untuk membangun ketenangan, ketahanan diri, dan hubungan sosial yang lebih sehat.