Konten dari Pengguna

Mengenal Locus of Control: Pengertian dan Teori Dasar

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi locus of control. Foto Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi locus of control. Foto Unsplash.

Saat berbicara tentang motivasi dan cara seseorang menghadapi tantangan, locus of control sering jadi pusat perhatian. Konsep ini membantu menjelaskan mengapa setiap orang memiliki respons berbeda terhadap keberhasilan maupun kegagalan. Memahami locus of control dapat memberikan gambaran baru tentang perilaku dan pengembangan diri, khususnya di dunia pendidikan.

Pendahuluan

Dalam dunia pendidikan, locus of control memegang peranan strategis dalam membentuk pola pikir dan perilaku peserta didik. Menurut Syatriadin dalam artikel “Locus of Control: Teori Temuan Penelitian dan Reorientasinya dalam Manajemen Penanganan Kesulitan Belajar Peserta Didik” di Fondatia: Jurnal Pendidikan Dasar, locus of control berpengaruh terhadap capaian prestasi belajar siswa dan dapat menjadi salah satu perspektif dalam prosedur bimbingan belajar untuk menangani kesulitan belajar peserta didik.

Apa Itu Locus of Control?

Locus of control merupakan salah satu konsep psikologi yang membahas tentang keyakinan seseorang dalam mengendalikan hidupnya. Istilah ini sering digunakan untuk memahami pandangan individu terhadap sebab akibat dari peristiwa yang dialami sehari-hari.

Definisi Locus of Control

Menurut Syatriadin dalam artikel “Locus of Control: Teori Temuan Penelitian dan Reorientasinya dalam Manajemen Penanganan Kesulitan Belajar Peserta Didik” di Fondatia: Jurnal Pendidikan Dasar, locus of control adalah keyakinan individu bahwa peristiwa dalam hidupnya dapat dikontrol oleh diri sendiri atau oleh lingkungan eksternal; internal locus of control berkaitan dengan keyakinan bahwa keberhasilan dan kegagalan ditentukan oleh usaha serta kemampuan diri, sedangkan external locus of control berkaitan dengan keyakinan bahwa faktor nasib, keberuntungan, kekuasaan, pengaruh orang lain, atau kesempatan menjadi penentu hasil yang diraih.

Teori Locus of Control

Teori locus of control berkembang sebagai bagian penting dalam memahami perilaku manusia, terutama melalui perspektif psikologi sosial.

Teori Rotter tentang Locus of Control

Julian B. Rotter adalah tokoh yang pertama kali memperkenalkan teori locus of control dalam kerangka Social Learning Theory. Berdasarkan teori Rotter yang diulas oleh Syatriadin dalam artikel “Locus of Control: Teori Temuan Penelitian dan Reorientasinya dalam Manajemen Penanganan Kesulitan Belajar Peserta Didik”, locus of control dipahami sebagai konsep dari teori pembelajaran sosial yang berkaitan dengan persepsi dan keyakinan individu terhadap hubungan antara perilaku dengan peristiwa yang menyertainya.

Jenis-Jenis Locus of Control

Secara umum, locus of control dibagi menjadi dua jenis utama:

- Internal locus of control: Seseorang dengan tipe ini meyakini bahwa hasil hidup sangat dipengaruhi oleh upaya dan sikap pribadi. Mereka cenderung lebih percaya diri dan proaktif.

- External locus of control: Individu dengan tipe ini lebih banyak mengaitkan hasil pada faktor luar, seperti keberuntungan, nasib, atau peran orang lain. Akibatnya, mereka sering merasa kurang berdaya menghadapi tantangan.

Penutup

Memahami locus of control dapat membantu seseorang mengenali pola pikir dan strategi dalam menghadapi berbagai situasi. Dalam dunia pendidikan, konsep ini dapat dijadikan acuan untuk membangun motivasi dan meningkatkan prestasi belajar. Menyadari tipe locus of control dalam diri sendiri menjadi langkah awal untuk mengembangkan sikap positif dan kemampuan mengambil keputusan yang lebih baik.

Reviewed by Helda Waty Sihombing

Baca Juga: Kognitif dan Pola Pikir: Cara Kerja Pikiran yang Membentuk Hidup