Konten dari Pengguna

Mengenal Sindrom Impostor: Pengertian dan Ciri-Ciri yang Perlu Diwaspadai

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sindrom impostor. Foto Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sindrom impostor. Foto Unsplash.

Sindrom impostor menjadi istilah yang semakin banyak diperbincangkan, terutama di kalangan mahasiswa dan profesional muda. Kondisi ini sering membuat seseorang meragukan pencapaian diri sendiri, bahkan ketika prestasi yang diraih sudah jelas terlihat. Agar tidak terjebak dalam perasaan yang membuat tidak nyaman, penting mengetahui apa itu sindrom impostor atau impostor syndrome dan bagaimana gejalanya muncul.

Definisi Sindrom Impostor

Sindrom impostor adalah perasaan cemas yang dialami seseorang karena merasa dirinya tidak layak atas keberhasilan yang diperoleh. Menurut Adhimah Lailiyah dalam artikel jurnal “Dari prestasi ke kecemasan: Memahami sindrom impostor di kalangan mahasiswa”, sindrom impostor membuat individu meragukan kemampuan dan pencapaiannya sendiri, serta menganggap kesuksesan sebagai hasil faktor eksternal seperti keberuntungan, bukan semata-mata karena usaha atau kemampuan pribadi.

Asal Usul Istilah Sindrom Impostor

Istilah sindrom impostor pertama kali diperkenalkan oleh psikolog Pauline Clance dan Suzanne Imes pada akhir 1970-an. Mereka menemukan bahwa banyak individu berprestasi merasa tidak pantas atas keberhasilannya.

Bagaimana Sindrom Impostor Terjadi pada Mahasiswa

Pada mahasiswa, sindrom impostor bisa muncul saat menghadapi tekanan akademik atau persaingan yang ketat. Banyak yang merasa takut dianggap “tidak cukup pintar”, sehingga menganggap keberhasilan mereka hanya kebetulan.

Ciri-Ciri Sindrom Impostor

Ciri sindrom impostor biasanya muncul dalam bentuk keraguan yang terus-menerus terhadap diri sendiri. Kondisi ini tidak hanya mempengaruhi suasana hati, tetapi juga bisa berdampak pada prestasi akademik dan kesehatan mental.

Tanda-Tanda Umum Sindrom Impostor

Beberapa tanda umum sindrom impostor antara lain sering merasa tidak kompeten meski sudah berprestasi, takut gagal secara berlebihan, serta sulit menerima pujian dari orang lain.

Menurut Adhimah Lailiyah dalam artikel jurnal “Dari prestasi ke kecemasan: Memahami sindrom impostor di kalangan mahasiswa” yang diterbitkan dalam Maliki Interdisciplinary Journal, individu dengan sindrom impostor cenderung menganggap keberhasilan sebagai keberuntungan semata, bukan karena kemampuan yang dimiliki.

Dampak Sindrom Impostor pada Prestasi dan Kesehatan Mental

Menurut Adhimah Lailiyah dalam artikel jurnal “Dari prestasi ke kecemasan: Memahami sindrom impostor di kalangan mahasiswa” yang diterbitkan di Maliki Interdisciplinary Journal, sindrom impostor dapat membuat individu merasa tidak memiliki kemampuan yang baik, ragu mencoba hal baru karena takut gagal, serta mengalami kecemasan akademik. Dampaknya juga dapat mencakup penurunan motivasi belajar, kesulitan dalam hubungan interpersonal, hingga masalah kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi.

Mengapa Sindrom Impostor Penting untuk Dipahami?

Mengenali sindrom impostor sangat penting agar individu bisa mengambil langkah pencegahan sejak dini. Pemahaman yang baik dapat membantu seseorang keluar dari siklus keraguan dan kecemasan yang berkepanjangan.

Pentingnya Kesadaran Dini di Kalangan Mahasiswa

Kesadaran terhadap sindrom impostor memberi kesempatan pada mahasiswa untuk lebih percaya diri dan mengembangkan potensi diri. Mereka jadi mampu menerima pencapaian secara realistis dan tidak terus-menerus membandingkan diri dengan orang lain.

Upaya Mengatasi Sindrom Impostor

Beberapa upaya yang bisa dilakukan antara lain membiasakan diri menerima pujian, berbicara dengan teman atau mentor, serta memperkuat pemahaman bahwa kegagalan adalah bagian dari proses belajar. Dengan begitu, tekanan batin akibat sindrom impostor bisa berkurang.

Kesimpulan

Sindrom impostor merupakan kondisi mental yang membuat seseorang meragukan pencapaiannya sendiri. Memahami ciri sindrom impostor sangat penting, terutama bagi mahasiswa dan profesional muda, agar bisa menghadapi tekanan dengan lebih sehat. Dengan langkah yang tepat, sindrom impostor dapat diatasi sehingga potensi diri dapat berkembang secara optimal.

Reviewed by Helda Waty Sihombing

Baca Juga: Kognitif dan Pola Pikir: Cara Kerja Pikiran yang Membentuk Hidup