Mengenal Skeptical Thinking: Definisi dan Cirinya
Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Skeptical thinking menjadi salah satu kemampuan penting di tengah arus pertukaran informasi yang begitu cepat. Cara berpikir ini menekankan kebiasaan memeriksa fakta dan tidak menelan informasi mentah-mentah. Penerapan skeptical thinking dapat membantu seseorang agar lebih teliti sebelum mengambil keputusan penting.
Pengertian Skeptical Thinking
Skeptical thinking adalah pendekatan berpikir yang fokus pada pemeriksaan argumen dan bukti sebelum menerima suatu informasi. Menurut Christopher Dwyer, Ph.D. dalam artikel Psychology Today berjudul “Open-Mindedness and Skepticism in Critical Thinking”, skeptisisme dalam berpikir kritis berarti kecenderungan untuk menantang ide, menahan penilaian sampai bukti dan alasan dinilai cukup, serta melihat temuan dari berbagai perspektif.
Definisi Skeptical Thinking
Pada dasarnya, skeptical thinking berarti selalu ingin memahami apa yang ada di balik sebuah klaim. Seseorang dengan cara berpikir ini akan mencari penjelasan logis dan memastikan informasi yang diterima memang bisa dipertanggungjawabkan.
Perbedaan Skeptical Thinking dan Open-mindedness
Skeptical thinking kerap dianggap mirip dengan open-mindedness atau keterbukaan pikiran. Namun, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Skeptical thinking lebih menekankan pada pemeriksaan bukti, sedangkan open-mindedness berfokus pada kesiapan menerima gagasan baru.
Pentingnya Skeptical Thinking dalam Kehidupan Sehari-hari
Dalam kehidupan sehari-hari, skeptical thinking bisa memperkecil risiko terjebak hoaks atau informasi menyesatkan. Menurut Christopher Dwyer, Ph.D. dalam artikel Psychology Today berjudul “Open-Mindedness and Skepticism in Critical Thinking”, skepticism dalam berpikir kritis adalah kecenderungan untuk menantang ide, menahan penilaian sampai bukti yang cukup tersedia, serta melakukan evaluasi yang tepat sebelum menerima atau menolak suatu gagasan.
Ciri-ciri Skeptical Thinking
Orang yang menerapkan skeptical thinking cenderung memiliki beberapa kebiasaan khas. Mereka selalu menimbang informasi dan tidak mudah terbawa arus opini umum.
Selalu Meminta Bukti
Salah satu cirinya adalah kebiasaan meminta bukti sebelum mempercayai klaim tertentu. Mereka tidak mudah menerima argumen tanpa data pendukung yang jelas.
Tidak Mudah Percaya Informasi Baru
Sikap hati-hati terhadap informasi baru juga menjadi ciri penting. Setiap informasi akan dianalisis terlebih dahulu sebelum diterima atau disebarkan.
Mampu Mempertimbangkan Sudut Pandang Lain
Skeptical thinker mampu meninjau masalah dari berbagai sisi. Mereka terbiasa menelaah argumen lawan demi memperoleh pemahaman yang lebih utuh.
Kritis terhadap Sumber Informasi
Mereka juga selalu mengecek kredibilitas sumber. Sumber yang kurang jelas atau tidak terpercaya akan diwaspadai.
Contoh Sikap Skeptis dalam Berpikir
Misalnya, saat menerima berita viral, seorang skeptical thinker akan melakukan cek fakta terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk percaya atau membagikan informasi.
Manfaat Skeptical Thinking dalam Pengambilan Keputusan
Menerapkan skeptical thinking dalam proses mengambil keputusan memberi banyak keuntungan. Hal ini membantu seseorang agar tidak mudah terpengaruh asumsi yang keliru.
Membantu Menghindari Bias
Skeptical thinking membuat seseorang lebih waspada terhadap bias pribadi atau kelompok. Mereka dapat memilah mana informasi yang benar-benar relevan dan objektif.
Mendukung Proses Berpikir Kritis
Selain itu, skeptical thinking mendukung berkembangnya proses berpikir kritis. Dengan cara ini, keputusan yang diambil menjadi lebih matang dan berdasar.
Kesimpulan
Skeptical thinking merupakan strategi penting untuk menghadapi derasnya arus informasi saat ini. Dengan memahami ciri dan manfaatnya, setiap orang bisa lebih bijak dalam menilai dan memproses berbagai klaim yang ditemui.
Pada akhirnya, skeptical thinking tidak membuat seseorang menjadi penolak segala sesuatu, melainkan menjadikan seseorang lebih cermat serta bijak dalam mengambil keputusan.
Reviewed by Helda Waty Sihombing
Baca Juga: Kognitif dan Pola Pikir: Cara Kerja Pikiran yang Membentuk Hidup