Konten dari Pengguna

Metode Empiris: Pengertian dan Penerapannya dalam Psikologi

R

Ruang Psikologi

Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Metode Empiris. Gambar: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Metode Empiris. Gambar: Pexels.

Metode empiris menjadi bagian penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan, termasuk psikologi. Melalui pendekatan ini, para peneliti mengandalkan pengalaman serta data yang diperoleh langsung dari observasi maupun eksperimen untuk memastikan hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan obyektif

Pengertian Metode Empiris

Menurut Safwan Amin dalam buku Pengantar Psikologi Umum, metode ini merupakan landasan bagi psikologi untuk memperoleh pengetahuan mengenai persoalan kejiwaan melalui pembuktian nyata. Dalam dokumen tersebut dinyatakan bahwa "Psikologi adalah merupakan ilmu pengetahuan mengenai persoalan kejiwaan individu yang diperoleh melalui metode-metode ilmiah yang memenuhi syarat, sebagai hasil penelitian empiris".

Ciri-Ciri Metode Empiris

Metode empiris mengandalkan data konkret yang dapat diamati dan diuji ulang. Dalam psikologi, hal ini difokuskan pada gerak-gerik atau tingkah laku manusia yang lebih mudah dipelajari daripada jiwa yang abstrak. Sebagaimana dijelaskan oleh Safwan Amin: "Tingkah laku atau perbuatan (behavior), yaitu segala kegiatan yang lebih konkrit dan dapat diamati dengan pancaindra, maka perilaku lebih mudah dipelajari daripada jiwa (roh)".

Tujuan Penggunaan Metode Empiris

Tujuan utama penggunaan metode ini adalah untuk menghasilkan pengetahuan yang valid dan terukur. Safwan Amin menegaskan bahwa keandalan data adalah penentu kualitas penelitian:"Psikologi bersifat sainstifik sebagai hasil pemikiran dan penelitian empris".

Langkah-Langkah Metode Empiris dalam Psikologi

Menurut Safwan Amin: "Psikologi Empiris, yaitu psikologi yang mempelajari gejala- gejala kejiwaan dan perilaku manusia dengan menggunakan observasi, eksperimen dan pengumpulan pelbagai macam data yang berkaitan dengan gejala- gejala kejiwaan manusia"

Kelebihan dan Keterbatasan Metode Empiris

Kelebihan metode ini adalah kemampuannya menghasilkan data yang sistematis dan objektif. Namun, tantangan terbesarnya adalah mengamati fenomena jiwa yang tidak tampak oleh indra. Safwan Amin menjelaskan bahwa "apa yang dikaji atau diselidiki mengenai jiwa tidak kelihatan atau tidak bisa diinderawi, apalagi berbicara masalah hakekat dari jiwa".

Kesimpulan

Metode empiris memberikan landasan kuat bagi penelitian psikologi agar hasilnya lebih valid dan objektif. Dengan pendekatan ini, psikologi bertransformasi dari sekadar perenungan filosofis menjadi ilmu yang dapat diuji.