Nature versus Nurture: Pengertian dan Kajian Konsep
Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pembahasan tentang nature versus nurture sering muncul dalam diskusi mengenai pembentukan kepribadian, perilaku, hingga identitas seseorang. Kedua konsep ini menjadi dasar penting dalam memahami mengapa setiap individu berkembang dengan cara yang berbeda. Artikel ini akan membedah pengertian dan kajian konsep nature versus nurture secara ringkas dan mudah dipahami.
Pengertian Nature versus Nurture
Perdebatan tentang nature versus nurture telah lama menjadi perhatian para ilmuwan dan pemikir. Menurut Moh. Khuza'i dalam artikel jurnal Problem Definisi Gender: Kajian atas Konsep Nature dan Nurture dan kajian ilmiah lainnya, kedua konsep ini merujuk pada peran faktor bawaan serta lingkungan dalam membentuk manusia.
Definisi Nature versus Nurture
Istilah nature mengacu pada segala hal yang diwariskan secara biologis. Dalam kajian gender, nature diartikan sebagai teori atau argumen yang menyatakan bahwa perbedaan sifat antar gender tidak lepas dan bahkan ditentukan oleh perbedaan biologis (seks) (Khuza'i, 2013). Sedangkan nurture meliputi pengaruh faktor sosial, budaya, pendidikan, dan pengalaman hidup — faktor-faktor yang menciptakan atribut gender serta membentuk stereotip dari jenis kelamin tertentu selama masa pengasuhan dan kehidupan sosial (Khuza'i, 2013).
Sejarah Perdebatan Nature dan Nurture
Perdebatan mengenai pengaruh faktor bawaan (nature) dan lingkungan (nurture) telah berlangsung sejak filsafat Yunani Kuno dan terus berkembang hingga abad ke-17 melalui pemikiran tokoh seperti John Locke. Namun, istilah “nature versus nurture” baru diperkenalkan pada abad ke-19 oleh Francis Galton yang mengkaji pengaruh genetika dan lingkungan terhadap manusia (Wright, 2022 dalam jurnal Nature versus nurture—on the origins of a specious argument). Perdebatan ini terus berkembang hingga kini, dan dalam kajian gender baru menjadi wacana akademis yang sistematis sejak era 1960–1970an.
Contoh Kasus dalam Kehidupan Sehari-hari
Misalnya, ada anak yang pintar matematika karena bakat dari orang tua (nature), namun ada juga yang unggul karena latihan dan pendidikan yang baik (nurture).
Konsep Nature dalam Pembentukan Individu
Nature versus nurture juga terlihat dalam pembentukan karakter seseorang. Faktor-faktor seperti gen, struktur otak, dan hormon memainkan peran penting dalam membentuk sifat dasar individu.
Faktor-Faktor Biologis dan Genetik
Sifat bawaan seperti temperamen, kecerdasan, atau bakat tertentu sering kali dikaitkan dengan faktor genetika yang dibawa sejak lahir.
Peran Nature menurut Kajian Ilmiah
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa aspek biologis memang berpengaruh kuat terhadap kepribadian dan perkembangan individu. Yang dianggap sebagai peletak dasar teori nature secara ilmiah adalah Charles Darwin dan didukung oleh Teori Hereditas Gregor Mendel (Khuza'i, 2013).
Kutipan dari Moh. Khuza’i
Dalam pembahasannya, Khuza'i (2013) menegaskan bahwa konsep nature dikaji dengan sangat hati-hati bahkan cenderung ditinggalkan dalam wacana feminisme kontemporer — padahal aspek nature tidak bisa diabaikan dalam membentuk identitas, terutama saat membahas isu gender.
Konsep Nurture dalam Pembentukan Individu
Selain faktor bawaan, lingkungan dan pengalaman hidup juga sangat menentukan perkembangan individu. Konsep nurture menyoroti pengaruh keluarga, pendidikan, dan budaya.
Pengaruh Lingkungan dan Sosial
Lingkungan sekitar, pola asuh, dan norma sosial sangat membentuk kebiasaan dan cara berpikir seseorang sejak dini.
Peran Nurture dalam Pembentukan Identitas
Identitas diri, termasuk peran gender, sering terbentuk melalui proses interaksi sosial dan pembelajaran dari lingkungan.
Kutipan dari Artikel Kalimah UNIDA Gontor
Faktor-faktor sosial dan budaya menciptakan atribut gender serta membentuk stereotip dari jenis kelamin tertentu, hal tersebut terjadi selama masa pengasuhan orang tua atau masyarakat dan terulang secara turun-temurun (Khuza'i, 2013).
Implikasi Nature versus Nurture dalam Studi Gender
Isu gender sering menjadi contoh nyata bagaimana nature dan nurture saling memengaruhi. Pemahaman dua konsep ini penting dalam membahas identitas gender di masyarakat.
Pengaruh Nature dan Nurture terhadap Identitas Gender
Identitas gender seseorang bisa dipengaruhi oleh faktor biologis maupun pengalaman sosial yang membentuk cara pandang dan perilaku.
Kajian Teoritis dari Moh. Khuza’i
Menurut Khuza'i (2013), pemaknaan gender dan kedua konsep tersebut seharusnya dikaji secara netral dan komprehensif, agar pemahaman tentang identitas tidak bias pada satu sisi saja — bukan dengan emosi karena asumsi ketimpangan gender semata.
Kesimpulan
Perdebatan nature versus nurture masih menjadi topik hangat dalam kajian psikologi, sosiologi, dan gender. Setiap individu dibentuk oleh kombinasi faktor bawaan dan pengalaman hidup yang unik. Memahami kedua konsep ini dapat membantu kita melihat keberagaman manusia secara lebih bijak dan objektif di era modern.