Neuroticism Adalah: Memahami Kepribadian Neuroticism dan Contohnya
Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Neuroticism adalah salah satu aspek kepribadian yang sering menjadi perhatian dalam psikologi. Istilah ini menggambarkan kecenderungan seseorang untuk mengalami emosi negatif secara intens. Sifat ini dapat memengaruhi cara seseorang merespons stres, berinteraksi dengan lingkungan, hingga menjalani kehidupan sehari-hari.
Apa Itu Neuroticism dalam Kepribadian?
Dalam dunia psikologi, neuroticism dikenal sebagai salah satu dari lima dimensi utama kepribadian yang dikenal dengan istilah Big Five, yaitu neuroticism, extraversion, openness to experience, agreeableness, dan conscientiousness. Menurut skripsi Klasifikasi Kepribadian Akun Twitter Berdasarkan Tweet Menggunakan Metode Naïve Bayes oleh Rinaldi Syarfianto, neuroticism menggambarkan seseorang yang memiliki masalah dengan emosi negatif seperti rasa khawatir dan rasa tidak aman, di mana secara emosional mereka labil dan cenderung mengubah perhatiannya menjadi sesuatu yang berlawanan (Rahmatillah, 2011, dikutip dalam Syarfianto).
Pengertian Neuroticism Menurut Psikologi
Neuroticism merujuk pada karakter yang mudah merasa gelisah, kesal, atau kurang percaya diri. Seseorang dengan skor tinggi pada aspek ini biasanya lebih sensitif terhadap tekanan dan mudah mengalami perubahan suasana hati. Hal ini sejalan dengan definisi internasional dari Britannica, yang menjelaskan neuroticism sebagai dimensi kepribadian luas yang menggambarkan sejauh mana seseorang memandang dunia sebagai sesuatu yang menekan, mengancam, dan tidak aman.
Ciri-ciri Utama Kepribadian Neuroticism
Syarfianto sebenarnya merinci enam sub-faktor neurotisisme (mengutip Rahmatillah, 2011), bukan hanya "cemas, khawatir, sensitif, dan pesimis" secara umum. Keenam sub-faktor tersebut adalah:
Anxiety: kecenderungan untuk gelisah, penuh ketakutan, merasa khawatir, gugup, dan tegang.
Hostility: kecenderungan untuk mengalami amarah, frustrasi, dan penuh kebencian.
Depression: kecenderungan untuk mengalami depresi pada individu normal.
Self-consciousness: individu yang menunjukkan emosi malu, merasa tidak nyaman di antara orang lain, terlalu sensitif, dan mudah merasa rendah diri.
Impulsiveness: tidak mampu mengontrol keinginan yang berlebihan atau dorongan untuk melakukan sesuatu.
Vulnerability: kecenderungan untuk tidak mampu menghadapi stres, bergantung pada orang lain, mudah menyerah, dan panik bila menghadapi sesuatu yang datang mendadak.
Mereka juga bisa merasa tidak tenang walaupun situasi di sekitarnya stabil.
Neuroticism dalam Lima Besar Kepribadian (Big Five)
Dalam teori Big Five, neuroticism berdampingan dengan dimensi lain seperti openness, conscientiousness, extraversion, dan agreeableness. Individu dengan skor rendah pada neuroticism biasanya lebih stabil secara emosional dan tidak mudah terguncang oleh masalah kecil.
Contoh Kepribadian Neuroticism dalam Kehidupan Sehari-hari
Neuroticism dapat dilihat dari perilaku sehari-hari, terutama saat menghadapi tekanan atau konflik. Selain itu, kecenderungan ini juga dapat teridentifikasi melalui aktivitas di dunia digital.
Perilaku yang Mengindikasikan Neuroticism
Orang dengan neuroticism tinggi sering menunjukkan perilaku seperti mengeluhkan masalah kecil, bereaksi berlebihan terhadap kritik, mudah panik, atau sering merasa tidak mampu mengendalikan emosi — ciri-ciri ini sejalan dengan sub-faktor anxiety, hostility, dan vulnerability yang dijelaskan di atas.
Dampak Neuroticism terhadap Kehidupan Sosial
Neuroticism yang tinggi dapat membuat seseorang kesulitan menjalin hubungan sosial yang harmonis. Riset internasional mendukung klaim ini: sebuah studi pada penduduk Tiongkok menemukan bahwa neuroticism berhubungan negatif dengan integrasi sosial, penerimaan sosial, aktualisasi sosial, dan koherensi sosial (Jiang dkk., dikutip dalam NCBI/PMC, The Relationship Between Big Five Personality and Social Well-Being of Chinese Residents). Mereka rentan mengalami konflik, mudah tersinggung, dan kadang merasa tidak diterima di lingkungan pergaulan — sejalan dengan sub-faktor hostility dan self-consciousness pada neuroticism.
Kesimpulan dan Referensi Sumber
Neuroticism adalah aspek kepribadian yang menggambarkan kecenderungan emosi negatif dan reaksi emosional yang kuat terhadap tekanan. Ciri utama meliputi enam sub-faktor: anxiety, hostility, depression, self-consciousness, impulsiveness, dan vulnerability (Rahmatillah, 2011, dikutip dalam Syarfianto). Pengenalan karakter ini penting agar seseorang bisa memahami diri sendiri dan membangun relasi yang lebih sehat.