Konten dari Pengguna

Openness adalah: Pengertian, Ciri, dan Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Openness. Gambar: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Openness. Gambar: Pexels.

Openness adalah salah satu aspek kepribadian yang sering dibahas dalam psikologi. Sifat ini mencerminkan seberapa terbuka seseorang terhadap pengalaman baru, ide-ide segar, dan perubahan. Banyak orang menganggap openness sebagai kunci untuk berkembang baik secara pribadi maupun sosial.

Apa yang Dimaksud dengan Openness?

Menurut Kendra Cherry, MS, dalam How Does Openness Affect Your Behavior? (Laman Verywell Mind, diperbarui 31 Agustus 2023), openness berarti kesediaan untuk mencoba hal-hal baru dan memiliki ide-ide baru. Orang dengan openness tinggi menyukai pengalaman baru dan seringkali sangat kreatif, sementara openness yang rendah membuat seseorang cenderung ingin mempertahankan hal-hal yang familiar dan menghindari perubahan. Dalam psikologi, openness merupakan bagian dari lima besar kepribadian (Big Five), yang mencerminkan ketertarikan seseorang terhadap hal baru dan pemikiran kreatif.

Definisi Openness Menurut Psikologi

Dalam psikologi, openness adalah kemampuan individu untuk menerima hal-hal yang berbeda dan cenderung menikmati aktivitas kreatif. Individu dengan openness tinggi biasanya imajinatif dan berpikiran terbuka, yang dapat memperkaya pengalaman dan pencapaian mereka (Cherry, 2023). Orang dengan openness tinggi biasanya menyukai diskusi, membaca, atau mencoba pengalaman yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya, sejalan dengan pengamatan bahwa orang dengan openness tinggi dapat mengikuti berbagai kelas untuk menemukan apa yang ingin mereka lakukan dalam hidup, dan seringkali berganti arah beberapa kali (Laman ChoosingTherapy.com, Openness: Definition, Benefits, & How to Improve).

Karakteristik Kepribadian Openness

Ciri utama openness meliputi kreativitas, imajinasi luas, toleransi terhadap perbedaan, serta ketertarikan pada seni dan budaya. Secara lebih rinci, aspek openness dapat dibagi menjadi enam dimensi: imajinasi, ketertarikan artistik, kedalaman emosi, keingintahuan intelektual, toleransi terhadap keberagaman, dan kesediaan untuk bereksperimen (Laman EBSCO Research Starters, Openness to Experience). Orang dengan openness biasanya suka mengeksplorasi berbagai cara berpikir dan tidak cepat menolak ide-ide yang tidak biasa. Sebaliknya, individu dengan openness rendah lebih menyukai rutinitas, hal-hal yang familiar, serta cenderung dianggap berpikiran tertutup (Laman Psychology Today, Openness).

Mengapa Openness Penting dalam Kehidupan?

Sifat openness membantu seseorang berkembang dan beradaptasi di tengah perubahan. Kemampuan menerima ide baru sering kali menjadi modal dalam menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari. Menariknya, Cherry (2023) menjelaskan bahwa kecenderungan seseorang untuk terbuka atau tertutup terhadap pengalaman turut dipengaruhi oleh faktor genetik maupun lingkungan (perdebatan nature versus nurture) — salah satu studi menemukan bahwa openness memprediksi 18% variasi fungsi default network otak, jaringan yang berperan dalam pengambilan memori episodik, pemikiran tentang masa depan, dan kognisi kreatif, yang menunjukkan adanya komponen biologis dari sifat ini. Studi lain menunjukkan bahwa lingkungan, termasuk pola asuh dan interaksi dengan orang lain, juga memengaruhi seberapa terbuka seseorang terhadap ide dan pengalaman baru — dan hubungan ini bersifat dua arah, di mana lingkungan tempat seseorang menghabiskan waktu dapat memengaruhi perkembangan kepribadiannya, namun kepribadian seseorang juga memengaruhi jenis lingkungan yang cenderung mereka pilih.

Manfaat Openness untuk Pertumbuhan Pribadi

Orang yang memiliki openness tinggi cenderung lebih mudah belajar dari pengalaman, menerima kritik, dan mencari cara baru dalam menyelesaikan masalah. Riset menunjukkan bahwa openness terhadap pengalaman berkorelasi positif dengan peningkatan performa kerja (Laman Psychology Today, Openness). Hal ini bisa membantu seseorang tumbuh dan berkembang secara mental.

Dampak Openness pada Hubungan Sosial

Dalam hubungan sosial, openness membuat individu lebih mudah berinteraksi dengan orang dari latar belakang berbeda. Openness terhadap sudut pandang dan pengalaman yang berbeda dapat meningkatkan empati dan pemahaman dalam hubungan, memperluas lingkaran pertemanan dengan orang-orang dari berbagai latar belakang, serta mendorong komunikasi yang lebih terbuka dan jujur (Laman FlippingBA, Openness Examples: How Openness Affects the Six Pillars of Your Life). Sikap terbuka ini juga mempermudah komunikasi dan mengurangi konflik akibat perbedaan pendapat.

Contoh Openness dalam Kehidupan Sehari-hari

Openness tidak hanya terlihat dalam pemikiran, tetapi juga dalam tindakan sehari-hari. Ada banyak contoh openness yang bisa ditemukan di lingkungan sekitar.

Contoh Openness di Tempat Kerja

Di lingkungan kerja, openness tampak ketika seseorang mau menerima masukan, terbuka terhadap perubahan sistem, serta antusias mencoba metode kerja baru. Individu dengan openness tinggi cenderung mencari keterlibatan, aktivisme, dan eksplorasi di tempat kerja, serta berkembang dengan spontanitas dan kebaruan (Laman ChoosingTherapy.com, Openness: Definition, Benefits, & How to Improve). Sifat ini juga membantu terciptanya suasana kolaboratif.

Contoh Openness dalam Lingkungan Sosial

Dalam kehidupan sosial, openness terlihat pada orang yang senang mengenal budaya baru, mencoba makanan berbeda, atau mendengarkan pandangan teman tanpa menghakimi. Orang seperti ini biasanya disukai karena mudah diajak berdiskusi.

Cara Mengembangkan Sifat Openness

Sifat openness dapat dilatih dan ditumbuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan.

Tips Melatih Openness pada Diri Sendiri

Beberapa cara melatih openness antara lain memperluas wawasan lewat membaca, mengikuti diskusi, bergaul dengan orang dari latar belakang berbeda, serta mencoba hal-hal baru secara berkala. Peningkatan openness yang terukur dimungkinkan melalui latihan yang disengaja, seperti terlibat secara rutin dalam pengalaman artistik (menghadiri konser, mengunjungi museum, membaca beragam bacaan), mempelajari bahasa baru, melakukan perjalanan yang lebih panjang, serta praktik meditasi yang dapat meningkatkan kesadaran metakognitif (Laman JobCannon, Openness to Experience: The Big Five Trait That Predicts Creativity). Sikap ingin tahu dan tidak takut gagal juga penting untuk diasah.

Kesimpulan

Openness adalah salah satu aspek kepribadian yang membuat seseorang lebih mudah menerima perubahan dan ide baru. Sifat ini penting untuk perkembangan diri dan memperluas relasi sosial, serta dipengaruhi oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan (Cherry, 2023). Dengan openness, seseorang dapat menghadapi berbagai situasi dengan lebih fleksibel dan terbuka.