Optimisme adalah: Pengertian dan Ciri-ciri Orang Optimis
Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Optimisme sering kali menjadi modal penting dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Seseorang dengan sikap optimis cenderung mampu menghadapi tantangan dengan pikiran terbuka dan harapan baik. Melalui artikel ini, Anda akan memahami pengertian optimisme, ciri-ciri orang optimis, serta alasan mengapa sikap ini penting dalam berbagai aspek kehidupan.
Pengertian Optimisme
Optimisme adalah pandangan positif terhadap kehidupan yang mendorong seseorang untuk selalu mengharapkan hasil terbaik dalam setiap situasi. Menurut buku Optimisme Akademik karya Vivi Ratnawati, optimisme merupakan suatu sikap yang lahir dari dalam diri individu, yang merupakan keyakinan atas segala sesuatu dari segi yang baik dan menyenangkan serta sikap selalu mempunyai harapan baik di segala hal, tidak takut akan kegagalan-kegagalan yang akan dihadapinya. Sikap ini tidak hanya berdampak pada emosi, tetapi juga memengaruhi cara seseorang mengambil keputusan dan bertindak.
Apa yang Dimaksud dengan Optimisme?
Secara sederhana, optimisme merupakan sikap yang selalu mempunyai harapan baik dalam segala hal serta kecenderungan untuk mengharapkan hasil yang baik serta menyenangkan; optimisme juga dapat diartikan sebagai berpikir positif, sehingga lebih merupakan paradigma atau cara berpikir daripada sekadar perasaan (Ratnawati). Menurut Segerestrom (dikutip dalam Ratnawati, mengutip Ghufron & Risnawita, 2010), optimisme adalah cara berpikir yang positif dan realistis dalam memandang suatu masalah — berusaha mencapai hal terbaik dari keadaan terburuk, sehingga dapat membantu meningkatkan kesehatan secara psikologis. Orang yang optimis umumnya percaya bahwa usaha dan kerja keras akan membuahkan hasil yang positif, dan sewaktu mengalami kegagalan atau tekanan hidup, seorang optimis tidak menganggap kegagalan itu bersifat permanen — ia menerima dan memeriksa masalahnya, lalu, sejauh keadaan memungkinkan, ia bertindak untuk mengubah atau memperbaiki situasi (Ratnawati).
Ciri-ciri Orang Optimis
Sikap optimisme dalam kehidupan sehari-hari bisa dikenali dari sejumlah karakteristik. Orang yang memiliki optimisme biasanya menunjukkan perilaku dan pola pikir tertentu yang membedakannya dari individu yang pesimis.
Karakteristik Individu yang Memiliki Sikap Optimis
Ratnawati menyebutkan enam ciri utama orang optimis. Keenam ciri tersebut adalah:
Selalu berpikir positif, yaitu selalu mempunyai harapan bahwa dirinya bisa mengerjakan atau menghadapi suatu tantangan dan merasa yakin akan berhasil.
Memiliki kepercayaan diri yang tinggi dalam menghadapi berbagai situasi, termasuk keyakinan akan mendapatkan hasil yang terbaik.
Yakin pada kemampuan yang dimiliki, sehingga merasa mampu menyelesaikan sesuatu tanpa harus bergantung pada bantuan orang lain.
Tidak takut akan kegagalan, karena berani menghadapi tantangan tanpa rasa takut mengalami kegagalan, sebab selalu berpikir bahwa dirinya akan berhasil.
Berusaha meningkatkan kekuatan yang dimiliki agar mampu menyelesaikan tugas dengan baik dan berhasil dengan kemampuannya sendiri.
Tidak mudah stres, karena mampu menghadapi tekanan-tekanan yang dihadapi dengan baik.
Dalam buku karya Vivi Ratnawati disebutkan bahwa individu optimis cenderung berpikir realistis, mampu menerima kenyataan, dan tetap berusaha mencari solusi saat menghadapi hambatan. Selain itu, mereka biasanya percaya pada kemampuan diri, berdoa, dan mengakui adanya faktor keberuntungan serta faktor lain yang turut mendukung keberhasilannya (Ratnawati, mengutip Scheier & Carter, dikutip dalam Ghufron & Risnawita, 2010).
Pentingnya Sikap Optimisme dalam Kehidupan
Optimisme adalah aset berharga yang dapat membawa dampak positif dalam berbagai aspek kehidupan. Sikap ini tidak hanya membuat seseorang lebih tangguh, tetapi juga meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan emosional.
Dampak Positif Optimisme bagi Individu
Memiliki sikap optimis membantu seseorang untuk lebih tahan banting menghadapi tekanan dan stres. Berdasarkan kajian dalam buku Vivi Ratnawati, riset ilmiah selama puluhan tahun menunjukkan bahwa seorang optimis cenderung lebih sehat dan lebih panjang umur dibanding orang lain, lebih jarang mengalami depresi, memiliki tingkat stres yang lebih kecil, memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik terhadap penyakit, serta lebih sedikit berisiko terkena penyakit jantung. Hal ini karena orang yang optimis cenderung menghindari kegiatan berisiko yang sering dilakukan orang pesimis saat menghadapi stres — seperti merokok atau konsumsi alkohol berlebihan — dan sebaliknya lebih banyak melakukan aktivitas fisik yang positif serta olahraga secara teratur (Ratnawati). Selain itu, sikap ini juga dapat meningkatkan motivasi, memperkuat kepercayaan diri, dan membuat individu lebih mungkin mencapai kesuksesan serta prestasi dalam hidupnya.
Kesimpulan
Optimisme adalah sikap mental yang membuat seseorang percaya akan hasil yang baik dan tetap berusaha meski dihadapkan pada kesulitan. Ciri-ciri individu optimis antara lain selalu berpikir positif, memiliki kepercayaan diri dan keyakinan pada kemampuan diri yang tinggi, tidak takut gagal, berusaha meningkatkan kekuatan diri, serta tidak mudah stres. Sikap optimisme penting untuk membangun ketahanan diri, meningkatkan kesehatan fisik dan mental, serta memperkuat kemampuan menghadapi tekanan dalam kehidupan sehari-hari.