Konten dari Pengguna

Pemodelan dalam Psikologi: Teori Pemodelan Bandura dan Implikasinya

R

Ruang Psikologi

Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.

·waktu baca 4 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pemodelan.Gambar: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pemodelan.Gambar: Pexels.

Di dunia psikologi, pemodelan menjadi salah satu cara utama manusia belajar dari lingkungan sekitarnya. Proses ini melibatkan pengamatan terhadap perilaku orang lain dan kemudian menirunya, baik secara sadar maupun tidak.

Pengertian Pemodelan dalam Psikologi

Menurut Ansani & H. Muhammad Samsir dalam artikel jurnal Bandura's Modeling Theory (2022), teori pembelajaran Albert Bandura disebut sosial kognitif karena proses kognitif dalam diri individu memegang peranan dalam pembelajaran, sedangkan pembelajaran terjadi karena adanya pengaruh lingkungan sosial. Belajar melalui observasi jauh lebih efisien dibanding belajar melalui pengalaman langsung — melalui observasi orang dapat memperoleh respons yang tidak terhingga banyaknya (Ansani & Samsir, 2022).

Definisi dan Konsep Dasar Pemodelan

Menurut Bandura, dalam suatu perilaku belajar adalah hasil dari kemampuan individu memaknai suatu pengetahuan atau informasi, memaknai suatu model yang ditiru, kemudian mengolah secara kognitif dan menentukan tindakan sesuai tujuan yang dikehendaki (Ansani & Samsir, 2022). Pembelajaran bukanlah merupakan proses sederhana di mana individu menerima suatu model dan kemudian meniru perilakunya, tetapi merupakan langkah yang jauh lebih kompleks di mana individu mendekati perilaku model melalui internalisasi atas gambaran yang ditampilkan oleh si model (Ansani & Samsir, 2022).

Teori Pemodelan Bandura

Teori Pemodelan Bandura menjadi acuan penting dalam memahami proses belajar melalui pengamatan. Bandura mengembangkan teorinya melalui penelitian yang dikenal dengan eksperimen boneka Bobo, menyoroti pentingnya peran lingkungan sosial dalam pembentukan perilaku.

Sejarah dan Latar Belakang Teori Bandura

Albert Bandura adalah seorang psikolog yang membidangi dua mazhab sekaligus, yakni kognitivisme dan behaviorisme. Lahir 4 Desember 1925 di Mundare, Alberta, Kanada; ia meraih gelar Ph.D dari University of Iowa tahun 1952 dan pada tahun 1953 mengajar di Stanford University. Bandura pernah menjadi presiden APA (American Psychological Association) tahun 1973 dan menerima APA Award atas jasanya dalam Distinguished Scientific Contributions tahun 1980 (Ansani & Samsir, 2022).

Albert Bandura menekankan dua hal penting yang dianggapnya sangat berpengaruh terhadap perilaku manusia, yaitu: pembelajaran observasional (modeling) yang lebih dikenal dengan teori pembelajaran sosial (social learning theory), dan regulasi diri (personality psychology) (Ansani & Samsir, 2022).

Reciprocal Determinism

Kajian penting dalam teori Bandura adalah determinisme timbal balik (reciprocal determinism). Sistem ini menyatakan bahwa tindakan manusia adalah hasil dari interaksi tiga variabel — lingkungan, perilaku, dan kepribadian (Ansani & Samsir, 2022). Kognisi mempengaruhi perilaku, perilaku mempengaruhi kognisi; lingkungan mempengaruhi perilaku, perilaku mempengaruhi lingkungan; kognisi mempengaruhi lingkungan; lingkungan mempengaruhi kognisi (Ansani & Samsir, 2022).

Empat Komponen Utama dalam Teori Pemodelan Bandura

Proses tahapan dalam pembelajaran sosial kognitif meliputi empat komponen (Ansani & Samsir, 2022):

Atensi: Seseorang harus memberikan perhatian terhadap model dengan cermat. Jika individu tidak bisa memberikan perhatian yang tepat pada suatu model, maka tidak mungkin terjadi peniruan (Ansani & Samsir, 2022).

Retensi: Mengingat kembali perilaku yang ditampilkan oleh model; seseorang perlu memiliki ingatan yang bagus terhadap perilaku model (Ansani & Samsir, 2022).

Reproduksi: Mencoba menirukan atau mempraktikkan perilaku yang dilakukan oleh model setelah memperhatikan dan mengingat perilaku yang ditampilkan (Ansani & Samsir, 2022).

Motivasi: Memiliki motivasi untuk belajar; reinforcement dapat memainkan beberapa peran dalam modeling — bila mengantisipasi bahwa kita akan diperkuat untuk meniru tindakan seorang model, kita mungkin akan lebih termotivasi untuk memperhatikan, mengingat, dan mereproduksi perilaku itu (Ansani & Samsir, 2022).

Lima Hasil Modeling Menurut Bandura

Bandura mengidentifikasi lima bentuk kemungkinan hasil dari modeling: (1) mengarahkan perhatian, (2) menyempurnakan perilaku yang sudah dipelajari, (3) memperkuat atau memperlemah hambatan, (4) mengajarkan perilaku baru, dan (5) membangkitkan emosi — melalui modeling, orang dapat mengembangkan reaksi emosional terhadap situasi yang pernah dialami secara pribadi (Ansani & Samsir, 2022).

Implikasi Pemodelan dalam Psikologi Modern

Penerapan teori pemodelan kini banyak digunakan dalam pendidikan dan terapi perilaku. Guru dan terapis kerap memanfaatkan strategi ini untuk mengajarkan keterampilan baru atau memperbaiki perilaku yang kurang baik.

Penerapan Pemodelan dalam Pendidikan

Beberapa cara yang dapat digunakan untuk menerapkan teori belajar sosial dalam pembelajaran antara lain: mengaitkan pelajaran dengan pengalaman atau kehidupan siswa, menggunakan alat pemusat perhatian seperti peta konsep dan media visual, menghubungkan pesan pembelajaran dengan topik yang sudah dipelajari, dan menciptakan suasana riang dengan teknik penyajian materi yang bervariasi (Ansani & Samsir, 2022).

Kelebihan dan Keterbatasan Teori Pemodelan

Pembelajaran dengan mengamati paling efektif ketika subjek yang belajar termotivasi untuk melakukan perilaku yang dimodelkan. Meskipun pengamatan terhadap orang lain dapat mengajarkan kita bagaimana melakukan sesuatu, mungkin kita tidak memiliki keinginan untuk melakukan tindakan yang dibutuhkan (Ansani & Samsir, 2022). Menurut Bandura, reinforcement penting dalam menentukan apakah suatu tingkah laku akan terus terjadi atau tidak, tetapi itu bukan merupakan satu-satunya pembentuk tingkah laku seorang individu (Ansani & Samsir, 2022).

Kesimpulan

Teori belajar pemodelan Bandura, yang dikenal sebagai teori belajar sosial (social learning theory), mengakui bahwa pembelajaran terjadi melalui proses observasi terhadap model di lingkungan sosial, yang diproses secara kognitif sebelum menghasilkan perilaku nyata. Melalui empat tahapan — atensi, retensi, reproduksi, dan motivasi — serta konsep reciprocal determinism, Bandura memberikan kerangka komprehensif untuk memahami bagaimana perilaku manusia terbentuk dan berkembang.