Pengaruh Budaya dalam Psikologi: Dampaknya terhadap Pembentukan Kepribadian
Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Budaya menjadi bagian penting dalam membentuk cara berpikir, bertindak, dan berinteraksi antarindividu. Dalam ranah psikologi, pengaruh budaya tidak hanya mewarnai perilaku sehari-hari, tetapi juga berperan dalam perkembangan kepribadian seseorang. Melalui pemahaman yang tepat, kita dapat melihat bagaimana budaya memengaruhi proses pembentukan kepribadian.
Konsep Budaya dan Hubungannya dengan Psikologi
Budaya memiliki pengaruh besar dalam psikologi, terutama dalam membentuk pola pikir dan perilaku individu.
Definisi Budaya dalam Konteks Psikologi
Menurut Eka Kurniawan Zebua, Notatema Waruwu, dan Monica Santosa dalam artikel Pengaruh Nilai-Nilai Kebudayaan terhadap Pembentukan Kepribadian Manusia: Tinjauan Psikologi Perkembangan (2024), kebudayaan adalah sebuah sistem yang kompleks dengan merangkum pengetahuan, keyakinan, kesenian, moral, hukum, aturan, kebiasaan ada di dalamnya yang menjadi pedoman bagi kehidupan manusia (Zebua dkk., 2024).
Deddy Mulyana mengutip tulisan dari Brunett Taylor yang menegaskan bahwa kebudayaan adalah sebagai sistem kompleks yang mencangkup pengetahuan, rasa percaya, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, serta kebiasaan yang menjadi pedoman bagi kehidupan manusia (Dedy Mulyana, 2004, dikutip dalam Zebua dkk., 2024). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kebudayaan berasal dari kata "budaya" yang artinya pikiran atau akal budi — sehingga kebudayaan adalah suatu hasil kegiatan yang berkaitan dengan penciptaan akal budi (batin) setiap orang yang mencakup kepercayaan, kesenian, dan adat istiadat suatu daerah (Zebua dkk., 2024).
Budaya sebagai Faktor Eksternal Pembentuk Kepribadian
Kepribadian merupakan segala sesuatu yang mencakup seluruh pikiran, tingkah laku, perasaan, kesadaran, dan ketidaksadaran (Zebua dkk., 2024, Pendahuluan). Kepribadian adalah sifat diri seseorang yang dimulai sejak lahir sampai ia meninggal dunia dan merujuk kepada nilai dirinya (Alwisol, 2009, dikutip dalam Zebua dkk., 2024). Kepribadian selalu diselaraskan dengan nilai-nilai kebudayaan karena budaya selalu memberikan dampak yang positif dalam pribadi setiap orang (Zebua dkk., 2024).
Pembentukan kepribadian seseorang dapat melalui faktor keluarga, faktor sosial, faktor gereja, faktor komunitas dan sebagainya. Namun satu hal yang perlu ditawarkan, pembentukan kepribadian tidak lepas juga dari nilai-nilai kebudayaan (Zebua dkk., 2024).
Pengaruh Budaya terhadap Pembentukan Kepribadian
Pengaruh budaya terhadap kepribadian terlihat dalam cara seseorang menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial. Setiap individu mengalami proses internalisasi nilai-nilai budaya yang berbeda-beda, tergantung pada konteks sosialnya.
Nilai-Nilai Budaya dan Internalisasi dalam Diri Individu
Nilai kebudayaan adalah sesuatu yang dijunjung tinggi oleh manusia karena dasar keyakinannya terhadap sesuatu (Zebua dkk., 2024). Saiful Sagala menyatakan bahwa kebudayaan adalah suatu konsep yang akan membangkitkan minat dalam diri setiap individu yang pada akhirnya menjadi cara yang tepat dalam kehidupannya (Syaiful Sagala, 2013, dikutip dalam Zebua dkk., 2024). Dengan mempelajari dan menghidupi makna dari nilai-nilai kebudayaan maka setiap orang dapat menemukan jati diri yang sesungguhnya (Zebua dkk., 2024).
Pengaruh yang ditimbulkan oleh nilai-nilai kebudayaan dalam pembentukan konsep kepribadian seseorang adalah rasa kesopanan, etika, gaya hidup, dan juga bagaimana seseorang tersebut bergaul dengan suatu daerah dimana ia berada (Zebua dkk., 2024).
Contoh Pengaruh Budaya pada Pola Pikir dan Perilaku
Kebudayaan adalah cara yang digunakan manusia untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya dengan lingkungan, sesuai dengan tradisi yang digeneralisasikan melalui lintas budaya itu sendiri (Abdul Wahab Syakhrani, 2022, dikutip dalam Zebua dkk., 2024). Kebudayaan akan berpengaruh saat manusia merelakan dirinya keluar dari hal-hal yang tidak biasa dirinya lakukan dan mau ikut untuk melakukan kebiasaan suatu daerah yang ia tinggal (Zebua dkk., 2024).
Dalam konteks psikologi lintas budaya, Hofstede (2001) dalam Culture's Consequences (Sage Publications) — referensi internasional yang tidak dikutip dalam dokumen sumber namun relevan — menunjukkan bahwa budaya kolektif cenderung menekankan kebersamaan dan interdependensi, sedangkan budaya individualis lebih menonjolkan kemandirian dan otonomi pribadi. Perbedaan ini secara langsung memengaruhi cara individu mengambil keputusan, berkomunikasi, dan membentuk identitas.
Pandangan Ahli tentang Pengaruh Budaya dan Kepribadian
W.F. Maramis mengatakan kepribadian adalah ciri khas yang ada dalam diri individu dalam bertindak dan berperilaku sehingga akan menunjukkan segala sifat dirinya yang menyebabkan dirinya berbeda dengan orang lain (W.F. Maramis, 1990, dikutip dalam Zebua dkk., 2024). Tanpa adanya istilah kepribadian dalam diri seseorang maka semua sifat manusia akan sama sehingga manusia tidak dapat dibedakan melalui kepribadiannya (Zebua dkk., 2024).
Proses Pembentukan Kepribadian Melalui Budaya
Kebudayaan bukan hanya suatu tradisi dari suatu daerah tetapi menjadi pedoman diri setiap orang untuk membentuk kepribadiannya, dengan tujuan untuk dapat menyesuaikan dengan kebudayaan lain, lingkungan, dan kepribadian individu itu sendiri (Zebua dkk., 2024). Menurut Koentjaraningrat (2005, dikutip dalam Zebua dkk., 2024), kebudayaan dapat diartikan sebagai seluruh gagasan manusia untuk memiliki rasa keterlibatan dengan alam sehingga keterlibatan tersebut membuat manusia akan semakin kreatif dan punya ide untuk melakukan nilai-nilai budaya yang sedang digeneralisasikan.
Kluckhohn dan Murray (1948) dalam Personality in Nature, Society and Culture (dikutip dalam daftar pustaka Zebua dkk., 2024) menegaskan bahwa kepribadian terbentuk dari kombinasi faktor alam (nature), sosial (society), dan kebudayaan (culture) — meletakkan fondasi untuk memahami budaya sebagai salah satu determinan kepribadian yang tidak dapat diabaikan.
Kesimpulan
Nilai-nilai kebudayaan adalah aspek yang sangat penting dalam pembentukan kepribadian manusia. Tanpa nilai-nilai kebudayaan dilibatkan dalam pembentukan kepribadian manusia maka kepribadian manusia tersebut tidak sesuai dengan moral dan etika yang sesungguhnya (Zebua dkk., 2024). Pengaruh yang ditimbulkan oleh nilai-nilai kebudayaan dalam pembentukan konsep kepribadian seseorang adalah rasa kesopanan, etika, gaya hidup, dan juga bagaimana seseorang tersebut bergaul di suatu daerah dimana ia berada. Dengan memahami hal ini, kita dapat lebih bijak dalam memahami perbedaan karakter dan perilaku antarindividu di masyarakat.