Konten dari Pengguna

Pengaruh Genetik Terhadap Kepribadian dan Perkembangan Anak

R

Ruang Psikologi

Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pengaru Genetik. Gambar: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pengaru Genetik. Gambar: Pexels.

Perkembangan kepribadian dan pertumbuhan anak kerap menjadi perhatian utama orang tua serta pendidik. Banyak faktor yang berperan dalam proses ini, namun pengaruh genetik sering kali dianggap sebagai fondasi utama. Melalui pemahaman yang tepat, kita bisa melihat peran gen dalam membentuk karakter dan potensi anak sejak dini.

Peran Genetik dalam Pembentukan Kepribadian Anak

Gen memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian sejak awal kehidupan. Faktor genetik menjadi salah satu penentu utama yang tidak dapat diabaikan dalam perkembangan anak.

Definisi Kepribadian dan Faktor Genetik

Menurut Miftahul Jannah dan Khamim Zarkasih Putro dalam artikel Pengaruh Faktor Genetik pada Perkembangan Anak Usia Dini, faktor keturunan (hereditas) merupakan faktor utama yang mempengaruhi perkembangan manusia. Hereditas dalam hal ini dapat diartikan sebagai totalitas karakteristik seseorang yang diwariskan oleh orang tua kepada anaknya atau segala potensi baik potensi fisik maupun psikis yang dimiliki individu sejak masa pembentukan (konsepsi) pertumbuhan ovum oleh sperma, sebagai warisan dari orang tua melalui gen-gen (Jannah & Putro, mengutip Wasti Sumanto.

Faktor hereditas merupakan karakteristik bawaan yang diturunkan dari orang tua biologis kepada anaknya sejak masa konsepsi (pembuahan). Faktor atau kemampuan bawaan ini dalam kajian Islam dikenal juga sebagai fitrah, yakni potensi dasar dan kecenderungan murni yang diciptakan oleh Allah kepada setiap makhluk sejak keberadaannya (Jannah & Putro).

Bukti Ilmiah Pengaruh Genetik terhadap Kepribadian

Adapun yang diturunkan orang tua kepada anaknya adalah sifat strukturnya — bukan tingkah laku yang diperoleh sebagai hasil belajar atau pengalaman — seperti bakat, sifat-sifat keturunan, intelligensi, dan juga kepribadiannya (Jannah & Putro). Anak yang cerdas dihasilkan dari orangtua yang cerdas (Jannah & Putro).

Hal ini diperkuat oleh penelitian Amini dan Naimah (2020) dalam Jurnal Buah Hati, dikutip dalam Jannah & Putro) yang mengkaji faktor hereditas dalam memengaruhi inteligensi anak usia dini. Dalam penelitian internasional, Plomin dkk. (2016) dalam Behavioral Genetics juga menegaskan bahwa melalui studi kembar (twin studies) dan studi adopsi, faktor genetik terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap kepribadian, kecerdasan, dan temperamen individu.

Pengaruh Genetik Terhadap Perkembangan Anak

Selain membentuk kepribadian, genetik juga berperan dalam aspek perkembangan anak. Faktor ini berkaitan dengan kemampuan fisik, kognitif, dan emosi yang berkembang selama masa pertumbuhan.

Aspek Perkembangan Anak yang Dipengaruhi Genetik

Hereditas merupakan faktor pertama yang mempengaruhi perkembangan individu. Gen yang diterima anak dari orang tuanya pada saat pembuahan akan mempengaruhi semua karakteristik dan penampilan anak kelak (Jannah & Putro, simpulan). Hanya pada saat penggabungan sel gamate itulah ditentukan apakah individu itu akan menjadi laki-laki atau perempuan, pendek atau tinggi, cerdas atau bodoh, dan seterusnya (Jannah & Putro, mengutip Daimah & Wafiqatun Ni'am).

Perkembangan bersifat kompleks karena melibatkan banyak proses seperti biologis, kognitif, serta sosio-emosional, yang dimulai dari masa konsepsi dan berlanjut sepanjang kehidupan (Jannah & Putro).

Hubungan Genetik dan Lingkungan dalam Perkembangan

Walaupun gen membawa potensi besar, lingkungan tetap berperan penting. Hereditas dan lingkungan merupakan dua faktor yang terpisah, masing-masing dapat memengaruhi dengan caranya sendiri terhadap kepribadian anak dan kekuatan untuk mencapainya (Jannah & Putro, mengutip Kirana). Pribadi anak bergantung pada hasil interaksi antara hereditas dan lingkungannya (Jannah & Putro).

Secara umum, faktor keturunan lebih kuat pengaruhnya pada tingkat bayi, yakni sebelum terjalinnya hubungan sosial dan perkembangan pengalaman. Sebaliknya, pengaruh lingkungan lebih besar apabila anak mulai menginjak dewasa karena hubungan dengan lingkungan alam dan manusia serta ruang geraknya sudah semakin luas (Jannah & Putro, mengutip Kirana).

Perspektif Pendidikan Islam tentang Genetik dan Perkembangan Anak

Dalam tradisi pendidikan Islam, pemahaman tentang peran genetik dianggap penting untuk mendukung pertumbuhan optimal anak. Pengetahuan ini membantu orang tua dan pendidik dalam menyesuaikan pendekatan pendidikan sesuai karakter anak.

Masa The Golden Age dan Peran Orang Tua

Pendidikan anak usia 0–6 tahun mendapat perhatian ekstra karena anak pada masa tersebut berada pada masa the golden age. Masa ini merupakan masa paling tepat untuk memberikan pendidikan kepada anak usia dini sebagai upaya untuk menstimulasi, membimbing, mengasuh, dan memberikan kegiatan pembelajaran yang akan menghasilkan kemampuan dan keterampilan anak (Jannah & Putro, mengutip Nurjanah).

Orang tua memiliki peranan yang sangat penting dalam upaya mendukung perkembangan anak, khususnya saat berada pada tahapan usia dini. Dalam proses perkembangan, anak sangat memerlukan contoh, khususnya melalui orang terdekat. Dalam Islam, percontohan yang diperlukan itu disebut dengan uswatun hasanah atau keteladanan, yang pertama kali diperoleh dari lingkungan keluarga (Jannah & Putro, mengutip Helda Nur Ania).

Integrasi Faktor Genetik dan Pendidikan dalam Pembentukan Karakter

Genetika memiliki peranan penting dalam pembentukan kepribadian. Untuk merealisasikan agar anak memiliki kepribadian yang baik, maka pendidikan harus dimulai sejak dini bahkan ketika masih dalam pemilihan pasangan (Jannah & Putro). Dengan kata lain, Islam memandang penanaman nilai moral dan budi pekerti pada anak menjadi sangat penting karena implikasinya bagi pendidikan adalah untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang tidak hanya maju secara intelektual namun juga kokoh dalam nilai moral dan kepribadian yang berbudi pekerti (Jannah & Putro).

Menurut Zuyyina Candra Kirana dalam Pentingnya Gen dalam Membentuk Kepribadian Anak (Perspektif Pendidikan Islam) (2019, dikutip dalam Jannah & Putro), Islam memandang bahwa hereditas dan lingkungan dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Selain itu, manusia juga memiliki kehendak bebas yang diiringi oleh hidayah dan inayah Allah yang dapat memengaruhi faktor hereditas dan lingkungan dalam pertumbuhan kepribadian manusia.

Kesimpulan

Pengaruh genetik terhadap kepribadian dan perkembangan anak tidak dapat dipisahkan dari proses tumbuh kembang mereka. Faktor hereditas merupakan faktor pertama yang memengaruhi perkembangan individu, membawa bakat, sifat keturunan, inteligensi, dan kepribadian dari orang tua kepada anak. Namun demikian, faktor lingkungan dan pendidikan tetap sangat berperan — terutama seiring anak beranjak dewasa. Memahami keterkaitan hereditas, lingkungan, dan nilai-nilai pendidikan (termasuk perspektif Islam tentang fitrah dan uswatun hasanah) membantu orang tua dan guru dalam mendukung perkembangan optimal anak di berbagai aspek kehidupan.