Pengertian Kognisi dalam Psikologi dan Contohnya
Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kognisi menjadi salah satu konsep utama yang banyak dibahas dalam psikologi. Istilah ini merujuk pada cara manusia memahami, memproses, dan menggunakan informasi dalam kehidupan sehari-hari.
Apa Itu Kognisi dalam Psikologi?
Menurut tulisan berjudul Cognition in the Psychological Perspectives karya Khemraj Subedi, kata cognition berasal dari bahasa Latin cognitio ('pemeriksaan', 'pembelajaran', atau 'pengetahuan'), yang diturunkan dari kata kerja cognosco, gabungan dari con ('bersama') dan gnōscō ('mengetahui'). Kognisi adalah istilah yang merujuk pada proses mental yang terlibat dalam memperoleh pengetahuan dan pemahaman — lebih tepatnya, proses mental dalam memperoleh pengetahuan dan pemahaman melalui pikiran, pengalaman, dan indra (Subedi).
Definisi Kognisi
Menurut Collins Dictionary sebagaimana dikutip Subedi, "Cognition is the mental act or process by which knowledge is acquired, including perception, intuition, and reasoning." Kognisi mencakup semua aspek fungsi intelektual seperti persepsi, perhatian, pemikiran, kecerdasan, pembentukan pengetahuan, memori, penilaian dan evaluasi, penalaran, pemecahan masalah dan pengambilan keputusan, serta pemahaman dan produksi bahasa (Subedi).
Pentingnya Kognisi dalam Kehidupan Sehari-hari
Kita memerlukan kognisi untuk membantu memahami informasi tentang dunia di sekitar kita dan berinteraksi dengan lingkungan secara aman — karena informasi sensoris yang kita terima sangat luas dan kompleks, dan kognisi diperlukan untuk menyaring semua informasi itu ke hal-hal yang esensial (Subedi). Kognisi secara fundamental mengendalikan pikiran dan perilaku kita, dan ini diatur oleh sirkuit otak yang didukung oleh sejumlah sistem neurotransmitter (Subedi).
Proses-Proses dalam Kognisi
Berikut adalah proses yang terjadi dalam kognisi manusia.
Persepsi
Persepsi adalah proses kognitif yang memungkinkan manusia menerima informasi melalui indranya dan kemudian memanfaatkan informasi itu untuk merespons dan berinteraksi dengan dunia (Subedi).
Memori
Memori adalah proses kognitif penting yang memungkinkan seseorang mengode, menyimpan, dan mengambil kembali informasi. Ini adalah komponen kritis dalam proses belajar dan memungkinkan seseorang mempertahankan pengetahuan tentang dunia dan pengalaman pribadinya (Subedi).
Berpikir dan Penalaran
Menurut APA Dictionary of Psychology sebagaimana dikutip Subedi, "Thinking is a cognitive behaviour in which ideas, images, mental representations and other such hypothetical elements of thought are experienced or manipulated." Dalam psikologi, penalaran secara luas didefinisikan sebagai proses menarik kesimpulan untuk memberi tahu bagaimana orang memecahkan masalah dan membuat keputusan (Subedi).
Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan adalah proses membuat pilihan dengan mengidentifikasi keputusan, mengumpulkan informasi, dan menilai alternatif penyelesaian (Subedi). Psikolog peraih Nobel Herbert Simon (1957) berargumen bahwa keputusan kita dibatasi oleh rasionalitas — manusia berusaha membuat keputusan rasional tetapi keterbatasan kognitif mencegah kita menjadi sepenuhnya rasional (Subedi). Selain itu, sebuah heuristik adalah "a mental shortcut that allows people to solve problems and make judgments quickly and efficiently" (Subedi) — namun heuristik tidak selalu menghasilkan keputusan yang paling rasional.
Bahasa
Bahasa dan perkembangan bahasa adalah proses kognitif yang melibatkan kemampuan untuk memahami dan mengungkapkan pikiran melalui kata-kata lisan dan tulisan, serta memainkan peran penting dalam pemikiran (Subedi).
Contoh Kognisi dalam Kehidupan Sehari-hari
Berikut adalah contoh kognisi dalam kehidupan sehari-hari.
Contoh Kognisi di Lingkungan Pendidikan
Saat siswa membaca buku dan memahami isinya, mereka menggunakan kemampuan kognitif untuk mencerna dan mengingat materi pelajaran. Metacognition — atau "berpikir tentang berpikir" — merupakan proses penting yang memfasilitasi pemecahan masalah efektif di lingkungan pendidikan; Flavell (1976) mendefinisikannya sebagai pengetahuan tentang kognisi dan kontrol atas kognisi (Subedi).
Contoh Kognisi dalam Pengambilan Keputusan
Riset Tversky dan Kahneman menunjukkan bahwa cara informasi disajikan (framing) sangat mempengaruhi keputusan yang diambil: dalam eksperimen klasik mereka (1981), Treatment A dipilih oleh 72% peserta ketika disajikan dengan positive framing ("menyelamatkan 200 nyawa") tetapi turun menjadi hanya 22% ketika disajikan dengan negative framing ("400 orang akan meninggal") (Subedi).
Contoh Kognisi dalam Interaksi Sosial
Dalam percakapan, individu menggunakan kognisi untuk memahami maksud lawan bicara dan merespons secara tepat. Proses kognitif memungkinkan akses ke dimensi afektif-motivasional dari pengalaman manusia yang mendukung interaksi sosial yang efektif (Subedi).
Kesimpulan
Kognisi mencakup proses mental mulai dari persepsi, memori, berpikir, penalaran, pengambilan keputusan, hingga pemecahan masalah. Kognisi dapat membantu menjelaskan mengapa beberapa manajer puncak memiliki kemampuan yang lebih efektif dari yang lain dalam mengantisipasi, menginterpretasikan, dan merespons tuntutan lingkungan yang terus berkembang (Subedi, mengutip Helfat & Peteraf, 2015).