Konten dari Pengguna

Pentingnya Konsistensi dalam Hidup: Pengertian dan Manfaatnya

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Konsistensi. Gambar: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Konsistensi. Gambar: Pexels.

Konsistensi dalam hidup sering dianggap sebagai fondasi penting dalam mencapai tujuan jangka panjang. Kebiasaan yang dilakukan secara berulang dan terarah memberikan efek nyata pada kualitas kehidupan seseorang, termasuk dalam hal pengembangan diri serta pencapaian prestasi. Pemahaman yang baik tentang konsistensi akan membantu setiap orang untuk membangun kehidupan yang lebih stabil dan terarah.

Apa Itu Konsistensi dalam Hidup?

Menurut Leonard dalam Kajian Peran Konsistensi Diri terhadap Prestasi Belajar Matematika, konsistensi diri adalah ketetapan hati akan prinsip yang telah ditetapkan oleh dirinya sendiri. Konsistensi diri juga berarti bahwa seseorang menjalankan apa yang telah ia ucapkan, atau dapat juga dikatakan melakukan suatu hal yang serupa dalam kondisi yang hampir sama (Leonard). Konsistensi adalah suatu hal yang diyakini secara prinsip dan terus-menerus dilakukan; Evertson dkk. (2011, dikutip dalam Leonard) menyatakan bahwa konsistensi berarti mempertahankan ekspektasi yang sama bagi perilaku yang pantas dalam sebuah kegiatan tertentu sepanjang waktu dan bagi seluruh siswa.

Sikap konsistensi seseorang berpengaruh terhadap perilaku yang dia lakukan. Gea (2006, dikutip dalam Leonard) menyatakan bahwa konsisten dapat dimengerti sebagai kesesuaian antara perkataan dan tindakan. Senada dengan ini, Robbins (2010, dikutip dalam Leonard) menyebutkan bahwa konsistensi berarti setiap individu berusaha untuk menyelaraskan sikap dan perilaku agar terlihat rasional dan konsisten.

Bentuk-Bentuk Konsistensi dalam Kehidupan Sehari-hari

Besten (2010, dikutip dalam Leonard) menjelaskan bahwa ketetapan hati (konsistensi diri) adalah keteguhan akan tujuan, kehendak, dan minat. Keteguhan dalam menetapi prinsip merupakan salah satu perilaku seseorang yang memiliki sikap konsistensi: perilaku konsistensi diri salah satunya dapat terlihat pada tepatnya seseorang dalam berpikir, tutur bahasa tegas dalam berbicara, konkret dalam bertindak, teguh dalam berprinsip, serta bersifat korektif (Sonia, dikutip dalam Leonard).

Konsistensi dan Pencapaian Tujuan Hidup

Seseorang yang memiliki minat dan tujuan tertentu tidak akan berhasil apabila tidak memiliki sikap konsistensi. Asyiqor (dikutip dalam Leonard) menegaskan bahwa suatu keinginan tidak akan terarah pada suatu perbuatan dalam mewujudkan niatnya selama tidak mempunyai ketetapan hati yang kuat dan tidak ada keraguan. Senada dengan itu, Darmiko (dikutip dalam Leonard) menegaskan bahwa karya hanya tercipta dari konsistensi diri — semua pencapaian hasil yang disebut keberhasilan hanya dapat tercipta lewat konsistensi diri.

Pengaruh Konsistensi terhadap Prestasi Belajar

Penelitian Leonard terhadap 70 siswa kelas VIII SMP 179 Jakarta membuktikan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan konsistensi diri terhadap prestasi belajar matematika (Leonard, Abstrak). Dengan semakin tinggi konsistensi diri, semakin tinggi pula prestasi belajar matematika siswa (Leonard, Kesimpulan). Siswa yang memiliki tingkat konsistensi yang rendah biasanya memiliki prestasi yang rendah pula — Khalsa (2008, dikutip dalam Leonard) menyatakan bahwa siswa yang berprestasi lebih rendah daripada seharusnya atau yang memperlihatkan perilaku negatif di kelas biasanya mempunyai pengalaman bertahun-tahun konsep diri yang hancur.

Konsistensi dan Pengembangan Diri

Seseorang yang memiliki sikap konsistensi akan memiliki sikap disiplin yang baik karena disiplin merupakan salah satu aspek penting dalam diri seseorang yang konsisten — disiplin yang baik dapat membantu seseorang dalam meningkatkan konsistensi diri (Leonard, hal. 102). Sebaliknya, konsistensi diri dapat ditingkatkan dengan cara menanamkan sikap sadar terhadap disiplin dalam hidup seseorang.

Peran Self Control dalam Menjaga Konsistensi

Menurut Muhammad Fadhil Alghi Fari Majid, Mulkul Farisa Nalva, dan Baharuddin dalam Self Control dalam Meningkatkan Konsistensi Belajar Akademik (2019), konsistensi belajar setiap individu sangat didasari pada motivasi belajar yang baik; apabila seseorang memiliki motivasi belajar yang cenderung baik, akan selalu timbul semangat belajar dari dalam dirinya sebagai kebutuhan dalam belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran (Majid dkk.,). Self control suatu sifat yang harus disadari agar timbul motivasi belajar sehingga dapat meningkatkan konsistensi belajar pada siswa atau mahasiswa; semakin baik self control maka semakin konsisten individu dalam belajar (Majid dkk.,).

Konsistensi diri merupakan salah satu bagian dari aspek kepribadian individu, yang dapat berupa kepercayaan, tindakan, maupun sikap (Mahmud, 2010, dikutip dalam Majid dkk.,). Kontrol diri atau self control adalah bentuk keadaan mental yang sangat berpengaruh terhadap pembentukan tingkah laku setiap individu. Terwujudnya tingkah laku yang positif, baik, dan produktif akan berdampak pada hubungan baik dengan orang lain. Kemampuan kontrol diri sangat berpengaruh terhadap kebiasaan belajar yang benar, tingkah laku yang tertib di masyarakat dan di sekolah, serta kedisiplinan (Majid dkk.).

Strategi Meningkatkan Konsistensi dalam Hidup

Konsistensi dalam belajar dapat dibentuk melalui kontrol diri (self control), karena dengan adanya kontrol diri dan kesadaran akan menjadi media pengingat yang efektif dalam membentengi hal-hal yang dapat meruntuhkan konsistensi yang telah terbentuk (Majid dkk.,). Tidak konsistennya seseorang dalam belajar biasanya menyebabkan kesulitan dalam proses pembelajaran, yang dapat berdampak pada frustrasi, depresi, marah, dan perasaan tidak dibutuhkan (Yulianda Erma Suryani, 2010, dikutip dalam Majid dkk.).

Hasil Penelitian Terkait Konsistensi dan Prestasi

Penelitian Leonard yang dilakukan dengan metode survei korelasional terhadap 70 siswa kelas VIII SMP 179 Jakarta menggunakan instrumen angket konsistensi diri dan tes hasil belajar matematika, menghasilkan kesimpulan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan konsistensi diri terhadap prestasi belajar matematika (Leonard). Sementara itu, penelitian kualitatif Majid dkk. di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menemukan bahwa self control dapat menggerakkan seseorang dalam melakukan hal-hal positif termasuk konsisten dalam belajar — semakin baik self control maka semakin konsisten individu dalam belajar (Majid dkk.,).

Kesimpulan

Konsistensi dalam hidup menjadi faktor penting yang mendukung pencapaian tujuan dan pengembangan diri. Berdasarkan penelitian Leonard, dengan semakin tinggi konsistensi diri maka semakin tinggi pula prestasi belajar matematika siswa. Penelitian Majid, Nalva, dan Baharuddin melengkapi temuan ini dengan menunjukkan bahwa self control berperan penting dalam membentuk dan mempertahankan konsistensi belajar — dimulai dari motivasi belajar yang baik dan kesadaran diri. Dengan membangun rutinitas positif yang didukung oleh disiplin dan kontrol diri, seseorang bisa meraih prestasi dan kualitas hidup yang lebih baik.