Peran Genetika dalam Psikologi: Pengaruh Genetika terhadap Kepribadian
Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Genetika menjadi salah satu topik yang sering dibahas dalam dunia psikologi, khususnya saat membicarakan pembentukan kepribadian. Banyak penelitian menyoroti bagaimana faktor genetik berperan dalam membentuk karakter, perilaku, hingga kecenderungan emosi seseorang.
Konsep Dasar Genetika dalam Psikologi
Faktor genetik mempengaruhi sistem saraf dan struktur tubuh secara tidak langsung dalam pembentukan kepribadian. Lingkungan keluarga, budaya, dan sekolah juga berperan dalam membentuk kepribadian. Terjadi interaksi antara genetik dan lingkungan dalam proses perkembangan kepribadian (Cut Siti Marhamah dalam artikel Peran Faktor Genetik Dan Lingkungan Dalam Pengembangan Kepribadian)
Penelitian genetika telah mengidentifikasi keterkaitan gen dengan aspek-aspek kepribadian seperti ekstraversi, neurotisisme, dan ketahanan terhadap stres (Marhamah).
Faktor Genetik dalam Pembentukan Kepribadian
Studi kembar (twin studies) dalam psikologi menunjukkan bahwa heritabilitas (heritability) berbagai sifat kepribadian adalah sekitar 50% — artinya separuh variasi kepribadian dipengaruhi oleh gen, dan separuh lainnya dipengaruhi oleh lingkungan unik individu (Vukasović & Bratko, 2015, dalam Wiley Encyclopedia of Personality and Individual Differences).
Sifat kepribadian adalah pola pikir, perasaan, dan perilaku yang relatif bertahan dan mencerminkan kecenderungan merespons dalam kondisi tertentu. Studi kembar dan keluarga telah menunjukkan bahwa sifat kepribadian bersifat heritable secara moderat, dan dapat memprediksi berbagai hasil sepanjang hidup, termasuk psikopatologi (Kandler dkk., 2017; Bratko dkk., 2017, dalam PMC Genetics of Human Personality).
Gen yang diwarisi dari orang tua membentuk sifat-sifat dasar, seperti temperamen dan kecenderungan emosional. Sifat-sifat seperti ekstroversi, neurotisme, dan keterbukaan sangat dipengaruhi oleh genetik. Kembar identik sering menunjukkan kesamaan kepribadian yang lebih tinggi dibandingkan dengan kembar non-identik, meskipun mereka tumbuh di lingkungan yang berbeda (Marhamah).
Interaksi Genetika dan Lingkungan
Omnipresnya pengaruh genetik tidak menunjukkan bahwa perilaku "lebih ditentukan secara biologis" dari yang semula dipikirkan — justru hal ini menunjukkan bahwa perilaku muncul dari faktor yang bersifat intrinsik maupun ekstrinsik bagi individu. Implikasi nyata dari heritabilitas bukan pada determinisme biologis relatif, melainkan pada perlunya memahami mekanisme melalui mana individu, secara sadar atau tidak, mengarahkan jalannya kehidupan mereka sendiri (Johnson, 2009, Current Directions in Psychological Science, via PMC).
Gen dan lingkungan bekerja sama dalam membentuk kepribadian seseorang — gen menyediakan potensi tertentu, tetapi lingkungan menentukan cara potensi tersebut diwujudkan. Penelitian modern menunjukkan bahwa lingkungan dapat mengubah ekspresi gen melalui mekanisme epigenetik; trauma atau stres berat sering menyebabkan perubahan fungsi gen yang memengaruhi cara seseorang merespons tantangan (Marhamah).
Faktor eksternal yang berasal dari luar individu mencakup lingkungan keluarga, teman, tetangga, sampai pengaruh dari berbagai media — lingkungan keluarga sangat berpengaruh terhadap kepribadian anak, terutama dari cara orang tua mendidik dan membesarkan anaknya (Marhamah).
Implikasi bagi Psikologi
Research Domain Criteria (RDoC) mengkarakterisasi penyakit psikiatri sebagai ekstrem dari kecenderungan normal, termasuk sifat kepribadian spesifik — hal ini mengimplikasikan bahwa variasi heritable dalam sifat kepribadian, seperti neurotisisme, akan berbagi dasar genetik yang sama dengan penyakit psikiatri seperti major depressive disorder (MDD). Memahami peran genetika dalam psikologi membantu para profesional mengidentifikasi potensi serta tantangan yang dimiliki seseorang sejak dini.
Kesimpulan
Genetika dalam psikologi memberi gambaran penting tentang bagaimana kepribadian terbentuk. Heritabilitas sifat perilaku manusia kini telah terbukti dengan baik, sebagian besar berkat studi kembar klasik. Faktor keturunan memang berperan besar, namun lingkungan tetap menjadi elemen penentu penting dalam proses pengembangan diri — interaksi antara gen dan lingkungan inilah yang membuat setiap individu memiliki kepribadian unik.