Konten dari Pengguna

Perbedaan Kelompok dalam Psikologi Pendidikan dan Ciri-ciri Kelompok Sosial

R

Ruang Psikologi

Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kelompok. Gambar: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kelompok. Gambar: Pexels.

Dalam kehidupan sehari-hari, kelompok menjadi bagian dari proses belajar dan berinteraksi sosial. Setiap kelompok memiliki karakteristik serta peran yang berbeda, baik dalam ranah pendidikan maupun masyarakat luas.

Pengertian Kelompok dalam Psikologi Pendidikan

Berdasarkan Perilaku Kelompok, Pembentukan, dan Dinamikanya." Cendekia Inovatif dan Berbudaya, kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama (Nanu Andriani, Cici Rasmanah, Jamiludin R., Wildan Mubarok, & Dyah Ayuningtiyas, 2024). Pengetahuan tentang perilaku kelompok dan pemahaman tentang komunikasi yang efektif di dalam suatu kelompok sangat penting untuk kepentingan kelangsungan hidup dan kesehatan organisasi (Andriani dkk., 2024).

Jenis-jenis Kelompok

Kelompok dalam organisasi terdiri dari dua individu atau lebih yang berinteraksi dan menjaga pola hubungan yang konsisten. Kelompok dapat dibedakan menjadi dua jenis: kelompok formal yang dibentuk oleh manajemen organisasi untuk mencapai tujuan organisasi, dan kelompok informal yang terbentuk secara alami di dalam organisasi (Andriani dkk., 2024).

Tahap Perkembangan Kelompok

Bruce W. Tuckman mengidentifikasi lima tahapan perkembangan kelompok (Andriani dkk., 2024):

Forming — Tahap di mana anggota kurang yakin untuk menentukan tempatnya dalam kelompok serta prosedur dan aturan-aturannya. Pada periode ini ada banyak ketidakjelasan mengenai struktur, tujuan, dan kepemimpinan.

Storming — Pada tahap ini mulai timbul berbagai konflik karena anggota menentang pengaruh kelompok. Dua hal yang dibutuhkan untuk melanjutkan kelompok adalah menemukan solusi dari konflik sekitar power dan structure, serta menggantikan sikap permusuhan dengan sikap saling menerima.

Norming — Kelompok membuat kesepakatan mengenai peran, struktur, dan norma yang digunakan sebagai acuan dalam berperilaku yang tepat. Pada tahap ini komitmen dan kohesi antar anggota kelompok meningkat.

Performing — Anggota kelompok menjadi cakap dalam kerja sama untuk mencapai tujuan kelompok dan menjadi fleksibel dalam pola kerja sama.

Adjourning — Kelompok telah mencapai misi dan tujuan yang sudah ditentukan sebelumnya. Apabila kelompok bubar, pemimpin kelompok dapat memberikan reward terhadap anggota-anggotanya.

Teori Pembentukan Kelompok

Andriani dkk. (2024) merangkum empat teori utama pembentukan kelompok:

  1. Teori Kedekatan — individu berafiliasi satu sama lain karena kedekatan spasial atau geografis;

  2. Teori Homan — semakin banyak aktivitas yang dilakukan orang-orang, semakin banyak interaksi yang akan terjadi dan semakin kuat pula sentimen yang mereka bagikan;

  3. Teori Keseimbangan (Newcomb) — orang tertarik satu sama lain atas dasar sikap yang sama terhadap objek dan tujuan yang relevan, dan ketika terjadi ketidakseimbangan dilakukan upaya untuk mengembalikannya;

  4. Teori Pertukaran — untuk tertarik pada suatu kelompok, seseorang memikirkan apa yang akan diperolehnya dalam pertukaran interaksi dengan anggota kelompok.

Tujuan dan Fungsi Kelompok dalam Konteks Pendidikan

Tujuan dinamika kelompok berfungsi sebagai ikatan jiwa antara anggota kelompok, menjadi motivasi dalam mengadakan persaingan atau aktivitas, serta menjadi perangsang untuk mendapatkan kepuasan kerja (Andriani dkk., 2024). Ada empat macam pola interaksi yang terjadi di kelompok: acting, co-acting, interacting, dan counter acting (Andriani dkk., 2024).

Ciri-ciri Kelompok Sosial

Kelompok sosial memiliki ciri-ciri khusus yang membedakannya dari sekadar kumpulan individu. Karakteristik ini muncul dalam berbagai bentuk interaksi di masyarakat dan lingkungan pendidikan.

Karakteristik Utama Kelompok Sosial

Perilaku kelompok merupakan respons-respons anggota kelompok terhadap struktur sosial kelompok dan norma yang diadopsinya (Andriani dkk., 2024). Ketika sebuah kelompok memasuki dunia organisasi, karakteristik yang dibawanya adalah kemampuan, kepercayaan pribadi, pengharapan kebutuhan, dan pengalaman masa lalunya (Andriani dkk., 2024). Penelitian Tajfel dan Turner (1979) juga menunjukkan bahwa individu cenderung membagi dunia sosial menjadi "mereka" dan "kita," yang dapat memengaruhi persepsi dan perilaku dalam konteks kelompok (Andriani dkk., 2024).

Konflik dalam Kelompok

Konflik akan menghancurkan kemajuan kelompok jika dibiarkan tidak terkelola, tetapi juga dapat mengarah pada pengambilan keputusan yang mantap jika dikelola secara efektif (Andriani dkk., 2024). Ada lima gaya merespons konflik: menghindar, mengakomodasi, menang atau kalah, kompromi, dan penyelesaian masalah (Andriani dkk., 2024).

Kesimpulan

Perbedaan kelompok dalam psikologi pendidikan terletak pada tujuan, tipe (formal vs. informal), dan fungsinya. Kelompok berkembang melalui lima tahapan — forming, storming, norming, performing, adjourning — dan pembentukannya dapat dijelaskan melalui teori kedekatan, Homan, keseimbangan, dan pertukaran (Andriani dkk., 2024). Perilaku kelompok merupakan suatu fungsi dari interaksi antara sebuah kelompok dengan lingkungannya (Andriani dkk., 2024).