Konten dari Pengguna

Perkembangan Kepribadian: Teori dan Perkembangan Kepribadian Anak

R

Ruang Psikologi

Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi: Perkembangan Kepribadian. Gambar: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: Perkembangan Kepribadian. Gambar: Pexels.

Perkembangan kepribadian menjadi bahasan penting dalam dunia pendidikan, terutama saat membimbing anak-anak. Setiap individu memiliki proses pembentukan kepribadian yang unik, dipengaruhi oleh banyak faktor sejak kecil. Dengan memahami berbagai teori dan praktik di lingkungan sekitar, orang tua dan pendidik bisa membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang positif.

Pengertian dan Teori Perkembangan Kepribadian

Konsep perkembangan kepribadian mencakup dinamika perubahan perilaku, sikap, dan watak individu yang terjadi melalui proses kehidupan yang panjang. Menurut artikel jurnal Perkembangan Kepribadian Anak dalam Membentuk Karakter Melalui Pembiasaan Salaman di Sekolah" yang ditulis oleh Nurul Aini (2021), kepribadian masing-masing peserta didik berbeda, sehingga penting bagi pendidik untuk memahami tipe-tipe kepribadian guna mendukung proses pembelajaran.

Definisi Perkembangan Kepribadian

Perkembangan kepribadian adalah organisasi dinamis dalam individu sebagai sistem psikofisis yang menentukan cara unik seseorang dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan. Kepribadian merupakan kesatuan kompleks yang terdiri dari aspek psikis (seperti inteligensi, sikap, dan minat) serta aspek fisik (seperti kesehatan jasmani). Berdasarkan Allport, G. W. (1937) dikutip dalam Nurul Aini (2021), kepribadian adalah organisasi dinamis dalam individu sebagai sistem psikofisis yang menentukan caranya yang khas dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan

Teori-Teori Perkembangan Kepribadian Menurut Para Ahli

Terdapat beberapa teori besar yang mendasari pemahaman tentang kepribadian:

  1. Teori Psikoanalisis (Sigmund Freud): Menyatakan kepribadian terbentuk sejak masa kanak-kanak awal (hingga usia 5 tahun) melalui fase oral, anal, falis, laten, dan genital.

  2. Teori Analitis (Gustav Jung): Membedakan antara Persona (kepribadian sadar/topeng sosial) dan Shadow (sisi gelap/tak sadar).

  3. Tipologi Kepribadian (Hippocrates-Galen): Membagi kepribadian menjadi empat tipe utama, yaitu Sanguinis (bersemangat), Melankolis (perasa/sensitif), Koleris (disiplin/tegas), dan Flegmatis (tenang/introspektif).

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Kepribadian Anak

Perkembangan kepribadian anak dipengaruhi oleh faktor internal (biologis) dan eksternal (lingkungan). Terdapat struktur dasar kepribadian (basic personality structure) yang dibawa sebagai warisan biologis, namun perkembangannya sangat bergantung pada pengalaman hidup individu.

Peran Lingkungan Keluarga

Keluarga adalah tempat pertama anak menanamkan nilai dan norma. Interaksi dengan orang tua menjadi landasan bagi anak untuk belajar berperilaku sesuai dengan moral dan tradisi yang berlaku di masyarakat.

Pengaruh Pendidikan dan Sekolah

Sekolah berfungsi sebagai wadah untuk mengembangkan potensi dan membentuk watak siswa. Tugas pendidikan bukan hanya soal akademis, melainkan juga membangun karakter (character building) agar siswa memiliki akhlak mulia dan tanggung jawab sosial.

Pembentukan Karakter Anak Melalui Pembiasaan di Sekolah

Salah satu metode yang efektif dalam membentuk karakter adalah melalui latihan sosial yang konsisten. Pembentukan karakter melalui pembiasaan harian membantu mengubah perilaku baik menjadi sebuah kebutuhan spontan bagi anak tanpa perlu adanya paksaan.

Pentingnya Pembiasaan Salaman dalam Membentuk Kepribadian

Budaya jabat tangan atau salaman merupakan wujud penghormatan terhadap nilai-nilai sopan santun. Kegiatan salaman rutin di sekolah bertujuan membentuk karakter siswa agar senantiasa menghormati orang lain, baik yang lebih tua maupun sebaya. Karakter sopan santun ini merupakan inti dari kepribadian positif yang harus dibangun sejak dini.

Kesimpulan dan Implikasi dalam Pendidikan Anak

Kepribadian tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui proses panjang yang melibatkan kerjasama antara warga sekolah dan orang tua. Memahami fase-fase perkembangan kepribadian membantu pendidik untuk memberikan bimbingan moral yang seimbang dengan perkembangan emosional anak.