Konten dari Pengguna

Perubahan Perilaku: Definisi dan Teori dalam Psikologi

R

Ruang Psikologi

Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Perubahan Perilaku. Gambar: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Perubahan Perilaku. Gambar: Pexels.

Perubahan perilaku menjadi bahasan penting dalam ilmu psikologi karena berkaitan erat dengan cara individu maupun kelompok menyesuaikan diri terhadap lingkungan. Setiap proses perubahan ini biasanya dipengaruhi oleh banyak faktor, baik dari dalam diri sendiri maupun dari luar.

Apa Itu Perubahan Perilaku?

Perubahan perilaku merupakan aspek yang sangat penting dalam komunikasi kesehatan dan digunakan sebagai tindakan intervensi terhadap berbagai permasalahan kesehatan (Andi Yaumil Bay R Thaifur, 2024 dalam jurnal Studi Perubahan Perilaku: Literature Review). Pendekatan perubahan perilaku meningkatkan kesehatan melalui perubahan gaya hidup individu yang sesuai dengan lingkungan masyarakat — asumsinya adalah, sebelum masyarakat dapat mengubah gaya hidup mereka, mereka harus terlebih dahulu memahami fakta-fakta dasar mengenai masalah kesehatan tertentu, menerapkan sikap-sikap penting, mempelajari serangkaian keterampilan, dan diberikan akses terhadap layanan yang sesuai (Thaifur, 2024, mengutip Laverack, 2017).

Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Perilaku

Menurut Lawrence Green (1980) sebagaimana dikutip dalam artikel ini, perilaku seseorang dipengaruhi oleh tiga faktor: (1) faktor predisposisi (predisposing factors) yang terwujud dalam pengetahuan, sikap, kepercayaan, dan nilai-nilai; (2) faktor pemungkin (enabling factors) yang terwujud dalam lingkungan fisik serta ketersediaan sarana dan fasilitas kesehatan; dan (3) faktor pendorong atau penguat (reinforcing factors) yang menentukan apakah tindakan kesehatan seseorang mendapatkan dukungan atau tidak (Thaifur, 2024).

Teori-Teori Perubahan Perilaku

Promosi kesehatan yang dilakukan dengan baik akan sangat berpengaruh signifikan terhadap perubahan perilaku kesehatan. Terdapat banyak pendekatan yang dapat dilakukan dalam mengubah perilaku kesehatan, antara lain: Learning Theory, Social Cognitive Theory, Stage of Change Theory, dan Theories of Affect (Thaifur, 2024).

Social Cognitive Theory (Teori Kognitif Sosial)

Social Cognitive Theory dikembangkan oleh Albert Bandura (1986). Teori ini menyatakan bahwa perilaku individu dipengaruhi oleh faktor personal, perilaku, dan lingkungan, serta menjelaskan bahwa perilaku individu terbentuk sebagai respons terhadap pembelajaran observasional dari lingkungan sekitarnya (Thaifur, 2024). Teori ini memiliki enam elemen utama, antara lain: pengetahuan tentang risiko dan manfaat kesehatan, efikasi diri, hasil yang diharapkan, tujuan kesehatan pribadi, fasilitator dan hambatan yang dirasakan.

Theory of Planned Behavior (Teori Perilaku Terencana)

Theory of Reasoned Action (Ajzen & Fishbein, 1980) kemudian diperbarui menjadi Theory of Planned Behavior oleh Ajzen (1991). Teori perilaku direncanakan ini menyatakan bahwa perilaku merupakan hasil dari niat dengan tambahan konstruk perilaku kontrol yang dirasakan. Theory of Planned Behavior memiliki tiga pilar utama: (1) Sikap, (2) Norma subjektif, dan (3) Kontrol yang dirasakan (Thaifur, 2024).

Health Belief Model

Health Belief Model berkembang tahun 1950-an dan menjelaskan bahwa perilaku dipengaruhi oleh nilai dan harapan. Struktur dari Health Belief Model meliputi perceived susceptibility (persepsi tentang risiko terkena penyakit), perceived seriousness (persepsi terhadap keparahan penyakit), perceived benefits dan perceived barriers (manfaat dan hambatan dalam mengadopsi perilaku pencegahan), serta cues to action (isyarat untuk bertindak) (Thaifur, 2024).

Studi Perubahan Perilaku di Indonesia

Studi-studi di Indonesia yang diulas dalam artikel ini mencakup penelitian tentang perubahan perilaku remaja di masa pandemi (Lufthiani dkk., 2023), pengaruh promosi kesehatan terhadap perilaku hidup bersih dan sehat di Kolaka Utara (Irna dkk., 2022), dan strategi promosi kesehatan dalam meningkatkan kualitas sanitasi lingkungan di Kota Serang (Yuningsih, 2019) — semuanya menunjukkan bahwa intervensi perubahan perilaku yang sistematis memberikan hasil yang signifikan ketika didukung oleh faktor budaya dan dukungan sosial (Thaifur, 2024).

Kesimpulan

Studi ini menyimpulkan bahwa perubahan perilaku kesehatan sangat diperlukan untuk diterapkan di masyarakat. Banyak teori dan metode yang bisa menjadi alternatif untuk perubahan perilaku masyarakat, khususnya di bidang kesehatan — hal ini diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia (Thaifur, 2024).