Konten dari Pengguna

Pilihan Karier Berdasarkan MBTI dan Perkembangan Karier yang Optimal

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Karier Berdasarkan MBTI. Gambar: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Karier Berdasarkan MBTI. Gambar: Pexels.

Memahami potensi diri bisa menjadi langkah awal dalam memilih karier yang sesuai. Salah satu metode yang banyak digunakan untuk mengenal kepribadian dan kecocokan pekerjaan adalah MBTI. Melalui tes ini, setiap orang dapat melihat kecenderungan sifat, sehingga bisa mempertimbangkan jalur karier berdasarkan MBTI yang optimal.

Mengenal MBTI dan Peranannya dalam Menentukan Karier

MBTI merupakan singkatan dari Myers-Briggs Type Indicator, sebuah instrumen yang mengelompokkan kepribadian menjadi 16 tipe berdasarkan empat dimensi utama. Menurut artikel jurnal MBTI Personality Types for Career Development karya Andreas Wijaya, Novita, dan Henilia Yulita yang diterbitkan di Jurnal Pengabdian dan Kewirausahaan (2019), "MBTI didasari pada jenis dan preferensi kepribadian dari Carl Gustav Jung, yang menulis Psychological Types pada tahun 1921." Wijaya dkk. menjelaskan empat dimensi kecenderungan sifat dasar manusia menurut Carl Gustav Jung dalam Naisaban (2003), yaitu: dimensi pemusatan perhatian (Introvert vs. Ekstrovert), dimensi memahami informasi (Sensing vs. Intuition), dimensi menarik kesimpulan dan keputusan (Thinking vs. Feeling), serta dimensi pola hidup (Judging vs. Perceiving).

Pentingnya MBTI dalam Pemilihan Karier

Menurut Wijaya dkk., "Kesulitan mendapatkan pekerjaan ini juga dipengaruhi oleh kegagalan siswa/i dalam memilih jenis karir yang sesuai dengan kepribadian atau minat mereka." Tujuan kegiatan mereka adalah agar "para siswa/i mampu menentukan pilihan karier sejak dini agar pengembangan karir menjadi lebih terencana." Wijaya dkk. juga menyebutkan bahwa "Tes ini juga dipakai untuk mengetahui karakter kepribadian karyawan perusahaan agar dapat ditempatkan pada bidang-bidang yang membuat potensi karyawan tersebut optimal."

Rekomendasi Karier Berdasarkan Tipe MBTI

Berikut beberapa rekomendasi karier berdasarkan Tipe MBTI.

Tipe dengan Preferensi Intuition-Thinking (INTJ, INTP, ENTJ, ENTP)

Menurut Wijaya dkk., INTJ dikenal sebagai "The Scientists" dan "Mastermind" dengan ciri "Memiliki pemikiran yang orisinil dan motivasi yang kuat," dengan pekerjaan yang sesuai antara lain "Ilmuwan, Insinyur, Teknisi, Pengajar, Profesor, Dokter, Research & Development." INTP dikenal sebagai "The Thinkers" dan "Architect" dengan pekerjaan yang sesuai: "Ilmuwan, Fotografer, Programmer, Ahli komputer, System Analyst, Penulis Buku Teknis, Ahli Forensik, Jaksa, Pengacara, Teknisi." ENTJ dikenal sebagai "The Executives" dan "Fieldmarshal" dengan pekerjaan yang sesuai: "Entrepreneur, Pengacara, Hakim, Konsultan, Pemimpin Organisasi, Business analyst, Bidang Finansial." ENTP dikenal sebagai "The Visionaries" dan "Inventor" dengan pekerjaan yang sesuai: "Pengacara, Psikolog, Konsultan, Ilmuwan, Aktor, Marketing, Programmer, Fotografer."

Tipe dengan Preferensi Intuition-Feeling (INFJ, INFP, ENFJ, ENFP)

Menurut Wijaya dkk., INFJ dikenal sebagai "The Protectors" dan "Counselor" sebagai "Pencari makna dan hubungannya dengan ide-ide, hubungan sosial, dan pekerjaan," dengan pekerjaan yang sesuai: "Pengajar, Psikolog, Dokter, Konselor, Pekerja Sosial, Fotografer, Seniman, Designer, Child Care." INFP dikenal sebagai "The Idealist" dan "Healer" dengan pekerjaan yang sesuai: "Penulis, Sastrawan, Konselor, Psikolog, Pengajar, Seniman, Rohaniawan, Bidang Hospitality." ENFJ dikenal sebagai "The Givers" dan "Teacher" dengan pekerjaan yang sesuai: "Konsultan, Psikolog, Konselor, Pengajar, Marketing, HRD, Event Coordinator, Entertainer, Penulis, Motivator." ENFP dikenal sebagai "The Inspirers" dan "Champion" dengan pekerjaan yang sesuai: "Konselor, Psikolog, Entertainer, Pengajar, Motivator, Presenter, Reporter, MC, Seniman, Hospitality."

Tipe dengan Preferensi Sensing-Judging (ISTJ, ISFJ, ESTJ, ESFJ)

Menurut Wijaya dkk., ISTJ dikenal sebagai "The Duty Fulfillers" dan "Inspector" dengan ciri "Tenang, serius, meraih kesuksesannya dengan ketelitian dan kehandalannya dalam bekerja," dengan pekerjaan yang sesuai: "Bidang Manajemen, Polisi, Intelijen, Hakim, Pengacara, Dokter, Akuntan (Staf Keuangan), Programmer atau yang berhubungan dengan IT, System Analyst, Pemimpin Militer." ISFJ dikenal sebagai "The Nurturers" dan "Protector" dengan ciri "Tenang, ramah, bertanggung jawab, dan teliti," dengan pekerjaan yang sesuai: "Architect, Interior Designer, Perawat, Administratif, Designer, Child Care, Konselor, Back Office Manager, Dunia Perhotelan." ESTJ dikenal sebagai "The Guardian" dengan pekerjaan yang sesuai: "Polisi, pimpinan militer, petugas keuangan, dan detektif." ESFJ dikenal sebagai "The Caregivers" dan "Provider" dengan pekerjaan yang sesuai: "Perencana Keuangan, Perawat, Guru, Bidang anak-anak, Konselor, Administratif, Hospitality."

Tipe dengan Preferensi Sensing-Perceiving (ISTP, ISFP, ESTP, ESFP)

Menurut Wijaya dkk., ISTP dikenal sebagai "The Mechanics" dan "Crafter" dengan ciri "Bersikap toleran, dan fleksibel, pengamat yang tenang," dengan pekerjaan yang sesuai: "Polisi, Ahli Forensik, Programmer, Ahli Komputer, System Analyst, Teknisi, Insinyur, Mekanik, Pilot, Atlit, Entrepreneur." ISFP dikenal sebagai "The Artist" dan "Composer" dengan ciri "Tenang, ramah, sensitif, dan baik hati," dengan pekerjaan yang sesuai: "Seniman, Designer, Pekerja Sosial, Konselor, Psikolog, Guru, Aktor, Bidang Hospitality." ESFP dikenal sebagai "The Performers" dengan pekerjaan yang sesuai: "Entertainer, Seniman, Marketing, Konselor, Designer, Tour Guide, Bidang Anak-anak, Bidang Hospitality."

Perkembangan Karier Berdasarkan MBTI

Berdasarkan MBTI, terdapat beberapa strategi yang bisa digunakan untuk pengembangan karier seseorang.

Strategi Perkembangan Karier untuk Setiap Tipe

Setiap tipe kepribadian membutuhkan strategi pengembangan karier yang berbeda. Menurut Wijaya dkk., "Perencanaan karir membutuhkan pemikiran yang panjang dan membutuhkan waktu minimal satu tahun sebelum masuk ke dunia kerja." Pemahaman karakter diri melalui MBTI dapat membantu menavigasi tantangan di dunia kerja sejak dini.

Pentingnya Kesesuaian Karier dan Kepribadian

Kesesuaian antara karier dan kepribadian dapat meningkatkan kepuasan kerja dan produktivitas. Menurut Wijaya dkk., tujuan kegiatan pengabdian mereka meliputi "Menambah wawasan tentang penentuan karir yang sesuai dengan kepribadian kepada siswa/i SMK," "Membekali siswa/i SMK tentang perencanaan karir di masa depan," serta "Mempersiapkan diri peserta memasuki jenjang pencarian kerja." Ketika pekerjaan selaras dengan karakter, motivasi dan performa kerja pun cenderung meningkat.

Kesimpulan

Memilih karier berdasarkan MBTI dapat membantu menemukan pekerjaan yang sesuai dengan kepribadian dan kemampuan. Pemahaman ini penting agar setiap individu bisa berkembang secara maksimal di dunia kerja. Perlu dicatat bahwa sumber yang digunakan merupakan artikel kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk siswa SMK, sehingga rekomendasi karier yang disajikan bersifat umum dan sebaiknya dilengkapi dengan konsultasi profesional. Gunakan MBTI sebagai salah satu acuan, namun tetap terbuka terhadap pengalaman dan pembelajaran baru dalam perjalanan karier.