Konten dari Pengguna

Prinsip dan Norma Kesehatan Mental: Fondasi Penting dalam Kehidupan

R

Ruang Psikologi

Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kesehatan Mental. Gambar: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kesehatan Mental. Gambar: Pexels.

Kesehatan mental menjadi salah satu aspek yang tidak terpisahkan dari kesejahteraan hidup seseorang. Untuk menjaga kondisi mental yang baik, penting memahami prinsip dan norma yang mendasarinya. Pemahaman ini membantu individu lebih mampu menghadapi tantangan hidup dan membangun relasi yang sehat di lingkungan sosial.

Pengertian Kesehatan Mental

Kesehatan mental digambarkan sebagai keadaan batin yang stabil serta mampu menghadapi stres atau masalah tanpa kehilangan kendali atas diri sendiri. Setiap individu memiliki batas toleransi yang berbeda terhadap persoalan hidup.

Definisi Kesehatan Mental Menurut Para Ahli

Buku Kesehatan Mental yang disusun oleh Sandy Ardiansyah dkk., 2023) menyajikan beberapa definisi kesehatan mental dari para ahli:

Menurut Pieper dan van Uden (2006, dalam Ardiansyah dkk., 2023), kesehatan mental adalah suatu keadaan di mana seseorang tidak mengalami perasaan bersalah terhadap dirinya sendiri, memiliki estimasi yang realistis terhadap dirinya sendiri dan dapat menerima kekurangan atau kelemahannya, kemampuan menghadapi masalah-masalah dalam hidupnya, memiliki kepuasan dalam kehidupan sosialnya, serta memiliki kebahagiaan dalam hidupnya.

Daradjat (1991, dalam Ardiansyah dkk., 2023) mendefinisikan kesehatan mental sebagai terwujudnya keharmonisan yang sungguh-sungguh antar fungsi-fungsi jiwa serta mempunyai kesanggupan untuk menghadapi problem-problem biasa yang terjadi dan merasakan secara positif kebahagiaan dan kemampuan dirinya.

Hawari (1997, dalam Ardiansyah dkk., 2023) mengemukakan bahwa kesehatan mental adalah satu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual, dan emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain.

WHO (2003, dalam Ardiansyah dkk., 2023) menekankan dimensi positif dari kesehatan mental dan menyatakan bahwa konsep kesehatan mental meliputi kesejahteraan, kemanjuran diri yang dirasakan, otonomi, kompetensi dan pengakuan untuk mewujudkan potensi intelektual dan emosional.

Pentingnya Kesehatan Mental dalam Kehidupan Sehari-hari

Kesehatan jiwa adalah keadaan individu yang terbebas dari segala gejala gangguan jiwa. Orang yang sehat secara mental dapat berfungsi secara normal dalam kehidupan mereka dan dapat beradaptasi untuk menghadapi masalah sepanjang hidup dengan menggunakan keterampilan manajemen stres (Putri et al., 2015, dalam Ardiansyah dkk., 2023). Dengan kesehatan mental yang terjaga, seseorang dapat menjalani aktivitas harian secara optimal dan membangun hubungan yang harmonis dengan orang lain. Kondisi ini mendorong produktivitas serta rasa puas dalam hidup.

Prinsip-Prinsip Kesehatan Mental

Menurut Jaelani (2001) dan Eni & Kep (2022, dalam Ardiansyah dkk., 2023), terdapat delapan prinsip kesehatan mental, yaitu:

a. Gambaran dan sikap yang baik terhadap diri sendiri. Orang yang memiliki self image yang baik memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan dirinya sendiri, orang lain, alam lingkungan, dan Tuhan.

b. Keterpaduan atau integrasi diri. Keterpaduan diri berarti adanya keseimbangan antara kekuatan-kekuatan jiwa dalam diri, kesatuan pandangan dalam hidup, dan kesanggupan mengatasi stres. Orang yang memiliki keseimbangan diri berarti orang yang seimbang kekuatan id, ego, dan super egonya.

c. Perwujudan diri. Pentingnya aktualisasi diri dalam kesehatan mental, di mana orang yang sehat mentalnya adalah orang yang mampu mengaktualisasikan diri atau mewujudkan potensi yang dimilikinya dan memenuhi kebutuhannya dengan cara baik dan memuaskan.

d. Berkemampuan menerima orang lain, melakukan aktivitas sosial, dan menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat tinggal. Kemampuan menerima orang lain berarti kesediaan menerima kehadiran, mencintai, menghargai, menjalin persahabatan, dan memperlakukan orang lain dengan baik. Menyesuaikan diri dengan lingkungan berarti berusaha untuk mendapatkan rasa aman, damai, dan bahagia dalam hidup bermasyarakat di lingkungan tempat tinggalnya.

e. Berminat dalam tugas dan pekerjaan. Setiap manusia harus berminat dalam tugas dan pekerjaan yang ditekuninya sehingga dapat merasakan kebahagiaan dan mengurangi beban penderitaannya.

f. Agama, cita-cita, dan falsafah hidup. Dengan agama, manusia dapat terbantu dalam mengatasi persoalan hidup yang berada di luar kesanggupannya. Dengan cita-cita, manusia dapat bersemangat dalam perjuangan hidup yang berorientasi ke masa depan. Dengan falsafah hidup, manusia dapat menghadapi tantangan dengan lebih mudah.

g. Pengawasan diri. Manusia yang memiliki pengawasan diri akan terhindar dari kemungkinan perbuatan yang bertentangan dengan hukum, baik hukum agama, adat, maupun aturan moral dalam hidupnya.

h. Rasa benar dan tanggung jawab. Rasa benar dan rasa tanggung jawab penting bagi tingkah laku karena setiap individu ingin bebas dari rasa dosa, salah, dan kecewa. Sebaliknya, rasa benar, tanggung jawab, dan sukses adalah keinginan setiap manusia yang sehat mentalnya.

Contoh Penerapan Prinsip Kesehatan Mental

Penerapan prinsip-prinsip tersebut dapat terlihat pada kebiasaan menjaga komunikasi yang sehat, mengelola emosi, bersedia menerima dan menghargai orang lain, mengaktualisasikan potensi diri, serta mengambil keputusan secara bijak dan bertanggung jawab. Prinsip-prinsip ini menjadi fondasi penting dalam membangun jiwa yang sehat dan harmonis.

Norma-Norma Kesehatan Mental

Norma kesehatan mental berperan sebagai pedoman dalam berperilaku, baik untuk diri sendiri maupun dalam berinteraksi dengan orang lain. Norma ini membantu individu membedakan mana perilaku yang sehat dan mana yang perlu dihindari.

Pengertian Norma Kesehatan Mental

Kesehatan mental tidak dapat dipisahkan dari norma dan standar sosial yang berlaku. Setiap orang berkewajiban menyesuaikan diri dengan norma-norma sosial yang berlaku dalam masyarakat. Standar dan norma ini memainkan peran penting dalam menjaga dan mempertahankan masyarakat (Ardiansyah dkk., 2023). Norma kesehatan mental berfungsi sebagai pedoman dalam berperilaku — baik untuk diri sendiri maupun dalam berinteraksi dengan orang lain — untuk membedakan perilaku yang sehat dan yang perlu dihindari.

Konflik dengan Standar Sosial dan Norma Etis

Untuk menjamin terpeliharanya kehidupan manusia dan kelancaran komunikasi dan kehidupan, diperlukan pengaturan yang membedakan antara yang salah dan yang benar, yang diinginkan dan yang tidak diinginkan — ini disebut standar etika yang menjamin keamanan bagi semua orang (Ardiansyah dkk., 2023). Banyak orang merasa tertindas atau dibatasi oleh aturan, norma, dan norma sosial yang berbeda, sehingga mengalami frustrasi yang hebat dan gangguan kesehatan jiwa. Semua ketegangan mental dan frustrasi itu sendiri dapat menjadi penyebab berbagai jenis gangguan mental (Ardiansyah dkk., 2023).

Menurut Kartini Kartono (dalam Ardiansyah dkk., 2023), gangguan mental merupakan bentuk gangguan dan kekacauan fungsi mental yang disebabkan oleh kegagalan bereaksinya mekanisme adaptasi dari fungsi kejiwaan atau mental terhadap stimulus eksternal dan ketegangan-ketegangan sehingga muncul gangguan fungsi atau gangguan struktur pada satu bagian, satu organ, atau sistem kejiwaan.

Fungsi Kesehatan Mental

Menurut Diana Vidya (2019, dalam Ardiansyah dkk., 2023), fungsi kesehatan mental dapat digambarkan melalui tiga fungsi utama:

Prevention (preventif/pencegahan) — kegiatan kesehatan jiwa untuk mencegah timbulnya masalah atau gangguan kesehatan jiwa, dengan menerapkan prinsip-prinsip yang ditujukan untuk mencapai kesehatan mental, seperti menjaga kesehatan fisik dan memenuhi kebutuhan psikologis (cinta, rasa aman, harga diri, dan realisasi diri).

Amilioration (amelioratif/kuratif/perbaikan) — upaya untuk memperbaiki kondisi kesehatan mental yang terganggu.

Preservation (preservasi/pengembangan) atau Development (pengembangan) — upaya mempertahankan dan mengembangkan kondisi kesehatan mental yang sudah baik agar semakin optimal.

Kaitan Prinsip dan Norma dalam Menjaga Kesehatan Mental

Prinsip dan norma kesehatan mental saling melengkapi untuk menciptakan kehidupan yang seimbang. Sikap yang sehat dan kontak yang baik dengan kenyataan diperlukan untuk penyesuaian yang sehat. Sikap dan tanggapan individu terhadap orang dan lingkungan sosial yang membentuk realitas juga merupakan faktor yang sangat mememengaruhi proses penyesuaian diri, kebahagiaan, dan kesejahteraan jiwa (Ardiansyah dkk., 2023).

Penerapan prinsip dan norma secara konsisten membuat individu lebih tangguh menghadapi tekanan. Dalam jangka panjang, pemahaman ini mendukung pencegahan masalah mental sekaligus mendorong pengembangan potensi individu secara optimal. Menurut Bastaman (1995, dalam Ardiansyah dkk., 2023), kesehatan mental seseorang dapat diukur dari tiga orientasi: orientasi klasik (bebas dari keluhan), orientasi penyesuaian diri (mampu berkembang sesuai tuntutan lingkungan), dan orientasi pengembangan potensi (mendapat kesempatan mengembangkan potensi menuju kedewasaan).

Penelitian internasional juga mendukung keterkaitan prinsip dan norma ini. Keene & Prokos (2008) dalam Investing in Mental Health menunjukkan bahwa dukungan sosial yang kuat dan kemampuan mematuhi norma sosial secara positif berkorelasi dengan kesehatan mental yang lebih baik, selaras dengan pandangan WHO bahwa kesehatan mental adalah keadaan kesejahteraan fisik, mental, dan sosial yang lengkap — bukan sekadar tidak adanya penyakit (WHO, 2003).

Kesimpulan

Kesehatan mental akan lebih mudah dijaga jika seseorang memahami dan menerapkan prinsip serta norma yang berlaku. Berdasarkan kajian dalam buku Kesehatan Mental (Ardiansyah dkk., 2023), terdapat delapan prinsip kesehatan mental — mulai dari gambaran diri yang positif, keterpaduan diri, perwujudan diri, hingga rasa benar dan tanggung jawab — yang menjadi landasan dalam membangun jiwa yang sehat. Norma sosial dan standar etika berfungsi sebagai pedoman yang membantu individu berprilaku secara sehat dalam masyarakat. Penerapan keduanya secara konsisten mendukung pencegahan gangguan mental, pemulihan, dan pengembangan potensi individu secara optimal.