Prokrastinasi: Pengertian dan Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Prokrastinasi atau procrastination merupakan kebiasaan menunda pekerjaan atau tugas yang seharusnya bisa diselesaikan lebih awal. Fenomena ini kerap ditemui di berbagai aspek kehidupan, mulai dari dunia pendidikan hingga lingkungan kerja. Pemahaman tentang prokrastinasi penting agar kita bisa mengenali dan mengatasinya sebelum menimbulkan dampak lebih besar.
Pengertian Prokrastinasi
Prokrastinasi menjadi istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan perilaku menunda pekerjaan secara sengaja. Menurut Dahlia Novarianing Asri dalam buku "Prokrastinasi Akademik: Teori dan Riset dalam Perspektif Pembelajaran Berbasis Proyek dan Self-Regulated Learning", prokrastinasi akademik merupakan kecenderungan untuk menunda pekerjaan atau tugas akademik yang seharusnya diselesaikan dalam waktu tertentu.
Definisi Menurut Para Ahli
Beberapa ahli sepakat bahwa prokrastinasi berkaitan dengan kesulitan dalam mengatur waktu dan prioritas. Pada dasarnya, individu yang mengalami prokrastinasi sadar akan tanggung jawabnya, namun cenderung memilih menunda hingga mendekati batas waktu.
Ciri-ciri Prokrastinasi
Tanda-tanda seseorang mengalami prokrastinasi antara lain sering mencari alasan untuk menunda, merasa cemas ketika tenggat waktu semakin dekat, serta menunda pekerjaan dengan aktivitas lain yang kurang penting. Kebiasaan ini bisa membuat pekerjaan terus menumpuk dan stres meningkat.
Contoh Prokrastinasi dalam Kehidupan Sehari-hari
Perilaku prokrastinasi dapat muncul dalam berbagai situasi. Setiap orang mungkin pernah mengalaminya, baik di sekolah, tempat kerja, maupun di rumah. Berikut beberapa contoh yang mudah ditemui.
Prokrastinasi Akademik
Di lingkungan pendidikan, prokrastinasi kerap terlihat saat pelajar atau mahasiswa menunda mengerjakan tugas hingga detik-detik terakhir. Seperti dijelaskan dalam sumber yang sama, prokrastinasi akademik dapat menghambat prestasi belajar, menurunkan kualitas pembelajaran, serta berkaitan dengan dampak negatif secara psikologis, termasuk kecemasan.
Prokrastinasi dalam Lingkungan Kerja
Di dunia kerja, prokrastinasi muncul saat pegawai menunda tugas penting dan lebih memilih menyibukkan diri dengan aktivitas yang kurang prioritas, seperti mengecek media sosial atau mengobrol. Kondisi ini bisa memengaruhi produktivitas dan perkembangan karier.
Prokrastinasi di Rumah Tangga
Di rumah, prokrastinasi bisa terjadi saat seseorang menunda pekerjaan rumah, seperti mencuci piring atau membereskan kamar. Kebiasaan ini sering dianggap sepele, namun jika dibiarkan terus-menerus dapat mengganggu kenyamanan keluarga.
Mengapa Prokrastinasi Terjadi?
Ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang cenderung menunda pekerjaan. Memahami penyebabnya dapat membantu dalam mencari solusi untuk mengurangi kebiasaan ini.
Faktor Penyebab Prokrastinasi
Menurut penjelasan dalam buku sebelumnya, prokrastinasi akademik berkaitan dengan kegagalan regulasi diri dalam belajar, distraksi internal seperti rasa malas, suasana hati yang tidak sesuai, burn out, dan tidak berenergi, serta distraksi eksternal dari lingkungan. Selain itu, kemampuan menentukan tujuan, mengorganisasikan materi, menggunakan strategi manajemen waktu, dan meregulasi usaha belajar juga berperan dalam memprediksi prokrastinasi akademik.
Dampak Prokrastinasi pada Kehidupan
Prokrastinasi bisa berdampak negatif pada berbagai aspek kehidupan. Beberapa konsekuensinya antara lain pekerjaan menumpuk, stres meningkat, dan kualitas hasil kerja menurun. Jika tidak segera diatasi, kebiasaan ini dapat menghambat pencapaian tujuan pribadi maupun profesional.
Kesimpulan
Prokrastinasi merupakan kebiasaan menunda pekerjaan yang bisa merugikan diri sendiri jika dibiarkan berlarut-larut. Mengenali ciri-ciri dan penyebab prokrastinasi akan membantu kita untuk mengambil langkah pencegahan sejak dini. Dengan pengelolaan waktu dan motivasi yang baik, kebiasaan ini bisa dikurangi sehingga aktivitas harian menjadi lebih produktif.
Reviewed by Helda Waty Sihombing
Baca Juga: Self Improvement: Proses Menjadi Versi Terbaik Diri