Konten dari Pengguna

Psikoanalisis: Teori, Pencetus, dan Perkembangan Singkat

R

Ruang Psikologi

Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Psikoanalisis. Gambar: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Psikoanalisis. Gambar: Pexels.

Pemahaman tentang psikoanalisis telah membuka jalan baru dalam dunia psikologi. Teori ini mengupas lapisan terdalam pikiran manusia dan memengaruhi banyak cabang ilmu terkait perilaku.

Apa Itu Psikoanalisis?

Menurut teori-teori psikoanalitis, proses perkembangan terutama berlangsung secara tidak disadari atau unconscious (di luar kesadaran) dan sangat diwarnai oleh emosi (Arnianti, 2021). Para ahli teori psikoanalitis menekankan bahwa perilaku hanyalah merupakan karakteristik di permukaan — pemahaman sepenuhnya mengenai perkembangan hanya dapat dicapai melalui analisis terhadap makna-makna simbolis dari perilaku serta menelaah pikiran yang lebih dalam (Arnianti, 2021). Ahli teori psikoanalitis menekankan bahwa pengalaman di masa awal dengan orang tua juga sangat memengaruhi perkembangan (Arnianti, 2021).

Teori-teori psikoanalisis telah memberikan kontribusi yang berkaitan dengan gagasan-gagasan mengenai kerangka kerja perkembangan, hubungan keluarga, dan aspek tak sadar dari pikiran. Kritik teori-teori ini mencakup kurangnya bukti ilmiah, terlalu mementingkan gagasan seksual, dan gambaran mengenai manusia secara terlalu negatif (Arnianti, 2021).

Sigmund Freud dan Kontribusinya

Teori psikoanalisis dipelopori oleh Sigmund Freud (1856–1939) sebagai titik awal dalam pengembangan teori berdasarkan struktur kepribadian yang terdiri dari id, ego, dan superego (Arnianti, 2021). Ketika Freud mendengarkan, menggali, dan menganalisa pasien-pasiennya, ia yakin bahwa masalah mereka bersumber dari pengalaman-pengalaman di masa awal kehidupan (Arnianti, 2021).

Struktur Kepribadian: Id, Ego, Superego

Teori psikoanalisis struktur kepribadian manusia terdiri dari id, ego, dan superego (Arnianti, 2021):

Id (Das Es) adalah struktur paling mendasar dari kepribadian, seluruhnya tidak disadari dan bekerja menurut prinsip kesenangan, tujuannya pemenuhan kepuasan yang segera (Arnianti, 2021). Id adalah bagian kepribadian paling primitif, mengandung refleks-refleks dan dorongan-dorongan biologis dasariah (Arnianti, 2021).

Ego (Das Ich) berkembang dari id — struktur kepribadian yang mengontrol kesadaran dan mengambil keputusan atas perilaku manusia (Arnianti, 2021). Ego bekerja menurut prinsip realitas: berusaha menahan tindakan sampai dia memiliki kesempatan untuk memahami realitas secara akurat (Arnianti, 2021). Freud menggambarkan hubungan ego dan id seperti penunggang dan kudanya — yang sering terjadi bukan ego mengarahkan id, melainkan id membawa ego ke mana pun ia ingin pergi (Arnianti, 2021).

Superego (Das Ueber Ich) berkembang dari ego saat manusia mengerti nilai baik buruk dan moral; superego merefleksikan nilai-nilai sosial dan menyadarkan individu atas tuntutan moral (Arnianti, 2021). Freud menyebut dua bagian superego: suara hati (bagian yang menghukum dan kritis) dan ego ideal (terdiri atas aspirasi-aspirasi positif) (Arnianti, 2021).

Konsep Kesadaran dan Ketidaksadaran

Id sungguh-sungguh tidak disadari — kerja id baru bisa disadari hanya lewat sejumlah besar upaya (Arnianti, 2021). Ego menempati sebagian besar wilayah yang disebut pra-sadar, mengacu pada pemfungsian yang berada di bawah kesadaran namun bisa dibuat sadar dengan sedikit upaya (Arnianti, 2021). Apabila energi psikis dikuasai id, pribadi akan bertindak primitif dan impulsif; jika ego mendominasi, pribadi akan bertindak realistik dan rasional; jika superego mendominasi, pribadi akan mengejar hal-hal yang bersifat moralitas (Arnianti, 2021).

Tahapan Perkembangan Psikoseksual

Menurut Freud, kepribadian orang terbentuk pada usia sekitar 5–6 tahun melalui serangkaian tahap: (1) tahap oral, (2) tahap anal (1–3 tahun), (3) tahap falik (3–6 tahun), (4) tahap laten (6–12 tahun), (5) tahap genital (12–18 tahun), dan (6) tahap dewasa (Arnianti, 2021).

Perkembangan Teori: Erik Erikson dan Carl Gustav Jung

Erik Erikson (1902–1994) mengikuti kontribusi Freud namun berpendapat bahwa individu berkembang menurut tahap-tahap psikososial, bukan menurut tahap-tahap psikoseksual sebagaimana dikemukakan Freud (Arnianti, 2021). Menurut Freud motivasi utama manusia bersifat seksual; menurut Erikson, motivasi utama manusia bersifat sosial. Menurut Freud kepribadian dasar dibentuk dalam lima tahun pertama kehidupan; menurut Erikson, perubahan dalam perkembangan berlangsung sepanjang hidup (Arnianti, 2021).

Carl Gustav Jung, yang semula murid Freud, kemudian memisahkan diri dan mendirikan aliran Psikologi Analitis. Menurut Jung, kepribadian terdiri dari struktur kesadaran dan struktur ketidaksadaran; ketidaksadaran terbagi menjadi ketidaksadaran pribadi dan ketidaksadaran kolektif yang berasal dari warisan nenek moyang (Arnianti, 2021).

Pengaruh dan Kritik

Teori-teori psikoanalisis berfokus pada proses sosial-emosi dari perkembangan; teori tersebut memiliki sedikit informasi untuk diceritakan mengenai proses biologis atau kognitif (Arnianti, 2021). Meski banyak menuai kritik mengenai kurangnya bukti ilmiah, psikoanalisis tetap diakui sebagai salah satu pilar penting dalam psikologi modern.

Kesimpulan

Teori Psikoanalisis (psychoanalytic theory) menyatakan bahwa perkembangan terutama berlangsung secara tidak disadari dan sangat diwarnai oleh emosi; perilaku hanyalah karakteristik di permukaan, dan kerja simbolik dari pikiran harus dianalisis agar perilaku tersebut dapat dipahami (Arnianti, 2021). Menurut teori Freud, struktur kepribadian terdiri dari id, ego, dan superego; sementara menurut Jung, kepribadian terdiri dari struktur kesadaran dan struktur ketidaksadaran (Arnianti, 2021).