Psikologi Humanistik: Pengertian dan Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Psikologi humanistik merupakan salah satu pendekatan penting dalam psikologi yang menekankan potensi, kebebasan, makna hidup, dan kemampuan manusia untuk berkembang secara optimal. Pendekatan ini melihat manusia bukan sekadar sebagai makhluk yang dikendalikan oleh dorongan biologis atau lingkungan, melainkan sebagai pribadi yang aktif, kreatif, dan memiliki kemampuan untuk memilih arah hidupnya.
Apa Itu Psikologi Humanistik?
Mavatih Fauzul ‘Adziima dalam Psikologi Humanistik Abraham Maslow menjelaskan bahwa “Psikologi Humanistik biasa disebut dengan psikologi kemanusiaan adalah suatu pendekatan yang menerapkan dengan pengalaman tingkah laku manusia, yang memusatkan pada aktualisasi diri dari seorang manusia” (2021).
Dengan demikian, psikologi humanistik dapat dipahami sebagai pendekatan yang berfokus pada pengalaman manusia, potensi diri, dan usaha individu untuk mencapai aktualisasi diri.
Artikel Psikologi humanistik menyebutkan bahwa psikologi humanistik menekankan keunikan individu serta dorongan manusia untuk berkembang secara optimal. Humanistik “menekankan kualitas manusia yang unik, khususnya terkait dengan freewill (kemauan bebas) dan potensi untuk mengembangkan dirinya” ('Adziima, 2021).
Sejarah Singkat Psikologi Humanistik
Artikel Psikologi humanistik menyebutkan bahwa psikologi humanistik mulai berkembang pada pertengahan abad ke-20 sebagai respons terhadap psikoanalisis dan behaviorisme.
Psikologi Humanistik ini adalah sebuah gerakan yang muncul dengan menampilkan gambaran manusia yang berbeda dengan gambaran manusia yang dinyatakan oleh psikoanalisis maupun behaviorisme” (‘Adziima, 2021).
Selain itu, ‘Adziima menjelaskan bahwa pada masa Maslow, “ada dua teori besar yang berpengaruh pada masa itu, yaitu teori psikoanalisa dan teori behaviorisme”.
Tokoh Utama dalam Psikologi Humanistik
‘Adziima menjelaskan bahwa “Maslow ialah psikolog yang oleh banyak pihak digelari sebagai bapak psikologi humanistic”. Abraham Maslow merupakan salah satu tokoh utama psikologi humanistik yang dikenal melalui teori hierarki kebutuhan dan konsep aktualisasi diri.
Ciri-ciri Psikologi Humanistik
Psikologi humanistik memiliki ciri khas berupa penghargaan terhadap martabat manusia, kebebasan memilih, kreativitas, dan potensi untuk berkembang. ‘Adziima menjelaskan bahwa “Hakikat manusia dalam Psikologi Humanistik, dipandang sebagai mahluk kreatif yang dikendalikan oleh nilai-nilai dan pilihan-pilihannya sendiri secara genetik dan kodrati” (2021).
Pandangan ini membedakan psikologi humanistik dari behaviorisme dan psikoanalisis. ‘Adziima menulis bahwa kedua aliran klasik tersebut “cenderung mereduksikan manusia dengan menghilangkan otonominya, sehingga mengarah dehumanisasi, dan disisi lain manusia dianggap hanya sebagai sosok biologis sehingga menghasilkan depersonalisasi” (2021).
Konsep Penting dalam Psikologi Humanistik
Salah satu konsep utama dalam psikologi humanistik adalah aktualisasi diri. Dalam pembahasan teori Maslow, ‘Adziima menjelaskan bahwa aktualisasi diri adalah kebutuhan “dengan menggunakan segala kemampuan, keterampilan, dan potensi optimal untuk mencapai suatu prestasi yang sangat memuaskan” (2021).
Selain aktualisasi diri, psikologi humanistik juga menekankan makna hidup. ‘Adziima menyatakan bahwa “Makna dan landasan prilaku manusia bagi psikologi humanistik adalah prinsip hidup bermakna atau mewujudkan makna (thewilltomeaning)” (‘Adziima, 2021).
Pendekatan Psikologi Humanistik
Pendekatan psikologi humanistik menempatkan individu sebagai subjek aktif yang memiliki potensi dan pengalaman subjektif. Dalam konteks pembelajaran, ‘Adziima menjelaskan bahwa “Bagi penganut teori humanistik, rangkaian pembelajaran berangkat dan kembali kepada individu” (2021).
Pendekatan ini juga menempatkan guru sebagai fasilitator. ‘Adziima menjelaskan bahwa “Peran guru dalam pembelajaran humanistik adalah menjadi fasilitator bagi para peserta didik dan guru memberikan motivasi,kesadaran mengenai makna belajar dalam kehidupan peserta didik” (2021).
Contoh Psikologi Humanistik dalam Kehidupan Sehari-hari
Penerapan psikologi humanistik dapat ditemukan dalam pendidikan, pekerjaan, dan pengembangan diri. Dalam pendidikan, pendekatan ini membantu peserta didik mengenali potensi dirinya dan belajar secara lebih aktif.
‘Adziima menjelaskan bahwa “Peserta didik berperan sebagai pelaku utama (studentcenter) yang memaknai proses pengalaman belajarnya sendiri” (2021).
Penerapan Teori Abraham Maslow
Artikel Psikologi humanistik menyebutkan bahwa teori Maslow dapat digunakan untuk memahami motivasi, terutama ketika kebutuhan dasar seseorang telah terpenuhi.
Hal tersebut sesuai dengan penjelasan ‘Adziima bahwa “Maslow berpendapat, kebutuhan yang diinginkan seseorang itu berjenjang, jika kebutuhan yang pertama dan kedua lebih terpenuhi, maka kebutuhan tingkat ketiga dan seterusnya sampai tingkat kebutuhan kelima” (2021).
Maslow membagi kebutuhan manusia ke dalam lima jenjang, yaitu kebutuhan fisik dan biologis, kebutuhan keselamatan dan keamanan, kebutuhan sosial, kebutuhan penghargaan, dan aktualisasi diri (2021).
Contoh di Lingkungan Pendidikan
Dalam pendidikan, psikologi humanistik menekankan penghargaan terhadap potensi siswa. Artikel Psikologi humanistik menyatakan bahwa guru yang menerapkan psikologi humanistik menghargai keberagaman potensi siswa dan membantu siswa berkembang sesuai minat dan bakatnya.
Selain itu, ‘Adziima menjelaskan bahwa guru perlu “mendampingi peserta didik untuk memperoleh tujuan pembelajaran” (2021).
Contoh di Lingkungan Kerja
Artikel Psikologi humanistik menyebutkan contoh penerapan di lingkungan kerja, yaitu memberikan ruang bagi karyawan untuk berkembang dan mengekspresikan diri.
Kesimpulan
Psikologi humanistik adalah pendekatan yang menekankan potensi, kebebasan memilih, pengalaman subjektif, dan aktualisasi diri manusia. Psikologi humanistik menjadi pendekatan penting dalam memahami perilaku manusia. Fokus pada potensi, pengalaman subjektif, dan pencapaian makna hidup membuat psikologi humanistik relevan diterapkan di berbagai bidang. Dengan mengenal konsep ini, individu maupun institusi dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan kesejahteraan.