Psikologi Kognitif: Pengertian dan Pentingnya Dipelajari dalam Kehidupan
Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Psikologi kognitif dikenal sebagai cabang ilmu yang membahas cara manusia berpikir, mengingat, dan memproses informasi. Memahami psikologi kognitif membantu kita mengenali proses mental di balik keputusan sehari-hari.
Apa Itu Psikologi Kognitif?
Psikologi kognitif merupakan suatu cabang dari ilmu psikologi yang mempelajari cara/proses berpikir manusia. Proses berpikir pada manusia secara kompleks dari yang kita sadari sampai dengan yang tidak disadari (Renie Tri Herdiani dkk., 2023 dalam buku Psikologi Kognitif). Psikologi kognitif terdiri dari dua kata yaitu psikologi dan kognitif; psikologi berasal dari bahasa Yunani dari dua suku kata psyche (jiwa) dan logos (ilmu), sedangkan kognitif merupakan seluruh kegiatan mental sehingga seseorang bisa menghubungkan, menilai, mempertimbangkan suatu peristiwa dan pada akhirnya bisa mendapatkan informasi untuk menjalankan aktivitas sehari-hari (Herdiani dkk., 2023). Makna dari kognitif yaitu kemampuan berpikir, yang mencakup di dalamnya seperti persepsi, atensi, pemecahan masalah, penilaian bahasa, memori, dan lainnya (Herdiani dkk., 2023).
Sejarah dan Perkembangan Psikologi Kognitif
Studi tentang kognisi manusia dimulai lebih dari 2000 tahun yang lalu. Aristoteles (384–322 SM), seorang filsuf Yunani, sangat mementingkan memastikan bahwa studinya dan ide didasarkan pada bukti empiris — informasi ilmiah yang dikumpulkan melalui observasi dan eksperimen yang cermat (Herdiani dkk., 2023). Wilhelm Wundt (1832–1920) dianggap sebagai salah satu tokoh pendiri psikologi modern; ia merupakan orang pertama yang menyebut dirinya seorang psikolog dan percaya bahwa psikologi ilmiah harus fokus pada introspeksi atau analisis isi pikiran dan pengalaman sendiri (Herdiani dkk., 2023). Ilmu kognitif sangat menekankan pendekatan interdisipliner seperti psikologi, filsafat, ilmu komputer, neurosains, antropologi, dan linguistik (Herdiani dkk., 2023).
Proses Kognitif: Dari Persepsi hingga Pengambilan Keputusan
Kognisi merupakan fitur penting dari kesadaran manusia, namun tidak semua aspek kognisi dialami secara sadar (Herdiani dkk., 2023). Melalui panca indera, manusia bisa mempersepsikan apa yang menjadi objeknya untuk disimpan dalam memori, kemudian akan menjadi sebuah atensi dan bisa pula digunakan sebagai pemecah masalah atas permasalahan yang dialaminya. Proses kognisi tidak jauh dari persepsi yang disimpan dalam memori manusia, tentu diperkuat dari pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya (Herdiani dkk., 2023).
Setiap hari bahkan setiap saat kita selalu disibukkan untuk berpikir tentang apa saja yang telah terekam dalam memori kita — diawali melalui panca indera kemudian dikirim ke otak, direkam, selanjutnya dimunculkan melalui tindakan-tindakan atau perilaku sesuai dengan pola pemikiran kita (Herdiani dkk., 2023).
Faktor yang Mempengaruhi Proses Kognitif
Setiap manusia memiliki tingkat kognitif/berpikir yang berbeda-beda karena dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik faktor dari diri sendiri maupun faktor dari luar (Herdiani dkk., 2023). Faktor dari dalam individu sendiri seperti tingkat intelegensi, pengalaman, kondisi kesehatan/psikologi — semakin tinggi tingkat intelegensi, semakin banyak pengalaman, semakin sehat kondisi fisik dan psikis maka pada umumnya cara berpikirnya seseorang akan semakin luas dan kompleks. Sedangkan faktor dari luar seperti pergaulan, lingkungan sosial, dan pendidikan juga merupakan faktor yang tidak bisa diabaikan (Herdiani dkk., 2023).
Manfaat Psikologi Kognitif dalam Kehidupan
Dalam kehidupan sehari-hari, disadari maupun tidak disadari sebenarnya kita selalu melakukan dan menerapkan teori kognitif (Herdiani dkk., 2023). Contoh penerapan dalam lingkungan keluarga: saat orang tua mengajak diskusi anak-anaknya untuk merencanakan liburan sekolah, anak dan orang tua saling berdiskusi menentukan tempat liburan sampai mendapatkan kesepakatan bersama — ini merupakan proses kognitif yang berlangsung secara alamiah. Contoh di lingkungan sekolah: guru yang memberikan pertanyaan-pertanyaan seputar materi, tugas kelompok, dan diskusi kelas merupakan bentuk melatih proses kognitif siswa (Herdiani dkk., 2023).
Penerapan Psikologi Kognitif di Berbagai Bidang
Ilmu kognitif mempunyai hubungan dengan berbagai ilmu lain yang berkaitan dengan persepsi, memori, perhatian, pengenalan pola, pemecahan masalah, bahasa, dan perkembangan kognitif — sehingga sering dijumpai di berbagai disiplin ilmu (Herdiani dkk., 2023). Di bidang pendidikan, psikologi kognitif membantu guru memahami gaya belajar siswa. Di bidang pengambilan keputusan (decision making), proses kognitif menjadi dasar dalam memilih dari berbagai alternatif yang tersedia untuk mencapai tujuan yang diinginkan (Herdiani dkk., 2023).
Perkembangan Kognitif: Teori Jean Piaget
Buku ini juga membahas teori perkembangan kognitif secara mendalam. Menurut Piaget, perkembangan kognitif dibangun berdasarkan sudut pandang strukturalisme dan konstruktivisme — perkembangan kognitif dibagi ke dalam empat tahap yang secara kualitatif berbeda: sensorimotor (0–2 tahun), pra-operasional (1–7 tahun), operasional konkrit (7–12 tahun), dan operasional formal (12 tahun–dewasa) (Herdiani dkk., 2023).
Kesimpulan
Psikologi kognitif merupakan ilmu yang membahas proses mental manusia yang sangat kompleks. Selama individu hidup maka proses kognitif akan selalu bekerja, dari mulai bangun tidur sampai tidur kembali — disadari maupun tidak disadari setiap manusia umumnya pasti mempunyai pemikiran yang kompleks (Herdiani dkk., 2023). Dengan memahami psikologi kognitif, kita dapat meningkatkan kualitas hidup dan kemampuan beradaptasi dalam menghadapi perubahan.