Psikosomatis Adalah: Pengertian Penyebab Psikosomatis Menurut Psychology Today
Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rasa nyeri di tubuh atau keluhan kesehatan yang tak kunjung sembuh, meski hasil pemeriksaan medis normal, sering membuat orang bertanya-tanya. Kondisi seperti ini dikenal sebagai psikosomatis—fenomena yang kerap terjadi, namun masih banyak yang belum memahaminya. Artikel ini akan membahas apa sebenarnya psikosomatis, serta faktor penyebabnya menurut Psychology Today.
Apa Itu Psikosomatis?
Istilah psikosomatis sering digunakan untuk menggambarkan gangguan fisik yang dipengaruhi oleh pikiran dan emosi.
Menurut artikel Psychology Today berjudul “Psychosomatic Symptoms” karya Alex Lickerman, M.D., somatization dijelaskan sebagai kecenderungan mengalami tekanan psikologis dalam bentuk gejala fisik, dan sebagian gejala fisik yang dialami pasien dapat tidak memiliki penyebab fisik yang diketahui atau memiliki penyebab psikologis.
Definisi Psikosomatis
Psikosomatis berasal dari dua kata: “psyche” (jiwa) dan “soma” (tubuh). Kondisi ini terjadi ketika emosi atau tekanan batin memengaruhi fungsi organ tubuh. Dalam beberapa kasus, individu mungkin mengalami keluhan seperti sakit kepala, nyeri otot, atau gangguan pencernaan, padahal tidak ditemukan masalah fisik yang nyata.
Contoh Gejala Psikosomatis
Gejala psikosomatis sangat bervariasi, tergantung pada individu dan situasi yang dialami. Beberapa contoh yang sering muncul meliputi nyeri dada, mual, sesak napas, atau rasa lelah berlebihan. Gejala ini bisa saja menetap atau datang dan pergi, serta cenderung memburuk saat seseorang sedang mengalami kecemasan atau stres berat.
Penyebab Psikosomatis
Banyak faktor yang dapat memicu munculnya gangguan psikosomatis. Secara umum, kondisi ini berkaitan erat dengan dinamika emosional seseorang dan bagaimana ia mengelola tekanan hidup sehari-hari. Meski terlihat sederhana, hubungan antara pikiran dan tubuh sangat kompleks dan tidak selalu mudah dikenali.
Faktor Psikologis yang Memicu
Stres berkepanjangan, kecemasan, serta pengalaman traumatis, menjadi pemicu utama gangguan psikosomatis. Ketika tubuh terus-menerus berada dalam kondisi tegang, sistem saraf dan hormon pun ikut terpengaruh. Akibatnya, tubuh bisa “mengirim sinyal” berupa keluhan fisik sebagai respons atas tekanan mental tersebut.
Hubungan Pikiran dan Tubuh
Seperti dijelaskan dalam artikel Psychology Today berjudul “Psychosomatic Symptoms” karya Alex Lickerman, M.D., otak dan tubuh saling berkaitan erat, sehingga tekanan psikologis atau gangguan emosional dapat muncul dalam bentuk gejala fisik, bahkan sebagian gejala fisik dapat tidak memiliki penyebab fisik yang diketahui.
Kesimpulan
Psikosomatis adalah kondisi ketika tekanan psikologis memicu gejala fisik tanpa adanya gangguan medis yang jelas. Faktor utama penyebab psikosomatis meliputi stres, kecemasan, dan konflik emosi, yang semuanya bisa berdampak pada tubuh. Memahami hubungan antara pikiran dan tubuh merupakan langkah penting untuk menangani gangguan ini secara lebih bijak.
Reviewed by Helda Waty Sihombing
Baca Juga: Mental Health: Pengertian, Gangguan, dan Cara Menjaganya