Konten dari Pengguna

Psikosomatis Adalah: Pengertian Penyebab Psikosomatis Menurut Psychology Today

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi psikosomatis. Foto Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi psikosomatis. Foto Unsplash.

Rasa nyeri di tubuh atau keluhan kesehatan yang tak kunjung sembuh, meski hasil pemeriksaan medis normal, sering membuat orang bertanya-tanya. Kondisi seperti ini dikenal sebagai psikosomatis—fenomena yang kerap terjadi, namun masih banyak yang belum memahaminya. Artikel ini akan membahas apa sebenarnya psikosomatis, serta faktor penyebabnya menurut Psychology Today.

Apa Itu Psikosomatis?

Istilah psikosomatis sering digunakan untuk menggambarkan gangguan fisik yang dipengaruhi oleh pikiran dan emosi.

Menurut artikel Psychology Today berjudul “Psychosomatic Symptoms” karya Alex Lickerman, M.D., somatization dijelaskan sebagai kecenderungan mengalami tekanan psikologis dalam bentuk gejala fisik, dan sebagian gejala fisik yang dialami pasien dapat tidak memiliki penyebab fisik yang diketahui atau memiliki penyebab psikologis.

Definisi Psikosomatis

Psikosomatis berasal dari dua kata: “psyche” (jiwa) dan “soma” (tubuh). Kondisi ini terjadi ketika emosi atau tekanan batin memengaruhi fungsi organ tubuh. Dalam beberapa kasus, individu mungkin mengalami keluhan seperti sakit kepala, nyeri otot, atau gangguan pencernaan, padahal tidak ditemukan masalah fisik yang nyata.

Contoh Gejala Psikosomatis

Gejala psikosomatis sangat bervariasi, tergantung pada individu dan situasi yang dialami. Beberapa contoh yang sering muncul meliputi nyeri dada, mual, sesak napas, atau rasa lelah berlebihan. Gejala ini bisa saja menetap atau datang dan pergi, serta cenderung memburuk saat seseorang sedang mengalami kecemasan atau stres berat.

Penyebab Psikosomatis

Banyak faktor yang dapat memicu munculnya gangguan psikosomatis. Secara umum, kondisi ini berkaitan erat dengan dinamika emosional seseorang dan bagaimana ia mengelola tekanan hidup sehari-hari. Meski terlihat sederhana, hubungan antara pikiran dan tubuh sangat kompleks dan tidak selalu mudah dikenali.

Faktor Psikologis yang Memicu

Stres berkepanjangan, kecemasan, serta pengalaman traumatis, menjadi pemicu utama gangguan psikosomatis. Ketika tubuh terus-menerus berada dalam kondisi tegang, sistem saraf dan hormon pun ikut terpengaruh. Akibatnya, tubuh bisa “mengirim sinyal” berupa keluhan fisik sebagai respons atas tekanan mental tersebut.

Hubungan Pikiran dan Tubuh

Seperti dijelaskan dalam artikel Psychology Today berjudul “Psychosomatic Symptoms” karya Alex Lickerman, M.D., otak dan tubuh saling berkaitan erat, sehingga tekanan psikologis atau gangguan emosional dapat muncul dalam bentuk gejala fisik, bahkan sebagian gejala fisik dapat tidak memiliki penyebab fisik yang diketahui.

Kesimpulan

Psikosomatis adalah kondisi ketika tekanan psikologis memicu gejala fisik tanpa adanya gangguan medis yang jelas. Faktor utama penyebab psikosomatis meliputi stres, kecemasan, dan konflik emosi, yang semuanya bisa berdampak pada tubuh. Memahami hubungan antara pikiran dan tubuh merupakan langkah penting untuk menangani gangguan ini secara lebih bijak.

Reviewed by Helda Waty Sihombing

Baca Juga: Mental Health: Pengertian, Gangguan, dan Cara Menjaganya