Konten dari Pengguna

Quarter Life Crisis Adalah: Pengertian dan Dampaknya pada Usia Dewasa Muda

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi quarter life crisis. Foto Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi quarter life crisis. Foto Unsplash.

Banyak orang di usia dewasa muda sering merasa galau soal masa depan, karier, hingga hubungan sosial. Fenomena ini dikenal sebagai quarter life crisis, istilah yang semakin sering terdengar di kalangan generasi muda. Kondisi ini bukan sekadar perasaan sesaat, melainkan bisa memengaruhi banyak aspek kehidupan.

Apa Itu Quarter Life Crisis?

Quarter life crisis adalah fase yang kerap dialami individu di usia awal 20-an hingga awal 30-an.

Menurut artikel jurnal “Tinjauan Sistematis: Gambaran Quarter-life Crisis, Dampak, serta Faktor-faktor yang Memengaruhinya” karya Kenny Valentino dan Donny Hendrawan, quarter-life crisis berkaitan dengan pencarian dan pembentukan jati diri, ketidakpastian terhadap masa kini dan masa depan, serta pengalaman emosional seperti kecemasan, merasa terjebak, kehilangan arah, dan kehilangan makna hidup.

Pengertian Quarter Life Crisis

Quarter life crisis mengacu pada periode di mana seseorang merasa ragu akan pencapaian, cita-cita, atau pilihan hidup yang dijalani. Umumnya, individu merasa terjebak dalam ketidakpastian dan tekanan sosial.

Usia Rentan Mengalami Quarter Life Crisis

Fenomena ini lebih sering muncul pada usia 20 hingga 30 tahun, masa transisi dari studi ke dunia kerja atau membangun kehidupan mandiri. Tekanan ekspektasi pribadi dan lingkungan kerap semakin terasa pada fase ini.

Tanda-Tanda Quarter Life Crisis

Beberapa ciri yang kerap muncul antara lain merasa kehilangan arah, sering membandingkan diri dengan orang lain, mudah cemas soal masa depan, serta merasa kurang percaya diri dalam mengambil keputusan.

Dampak Quarter Life Crisis pada Kehidupan Dewasa Muda

Quarter life crisis adalah situasi yang bisa membawa dampak emosional dan sosial cukup signifikan. Kondisi ini tidak jarang memengaruhi produktivitas, relasi, hingga kesehatan mental seseorang.

Dampak Emosional dan Psikologis

Seseorang yang mengalami quarter life crisis cenderung mudah cemas, merasa tertekan, hingga kehilangan semangat untuk beraktivitas. Kesehatan mental menjadi taruhannya jika tidak segera diatasi.

Dampak pada Hubungan Sosial dan Karier

Fase ini bisa membuat individu menarik diri dari lingkungan sekitar atau merasa tidak nyaman dalam pergaulan. Selain itu, konsentrasi dan kinerja di tempat kerja pun dapat menurun.

Studi dan Temuan Terkait Dampak Quarter Life Crisis

Menurut penelitian yang telah disebutkan di awal, quarter-life crisis dapat ditandai oleh perasaan tertekan, frustasi, kecemasan, ketidakpastian, putus asa, kesedihan, indikasi depresi, serta penurunan kesejahteraan psikologis, termasuk pada aspek positive relationships.

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Quarter Life Crisis

Quarter life crisis adalah kondisi yang dipengaruhi banyak faktor, baik dari dalam diri maupun luar diri individu. Setiap orang bisa mengalami proses yang berbeda, tergantung pada situasi masing-masing.

Faktor Internal

Beberapa faktor internal yang berperan, misalnya kepribadian yang perfeksionis, ekspektasi diri yang tinggi, atau kurangnya rasa percaya diri. Hal ini sering kali membuat individu mudah bimbang dan ragu.

Faktor Eksternal

Tekanan sosial, persaingan di dunia kerja, hingga ketidakstabilan ekonomi menjadi faktor eksternal yang memperbesar risiko quarter life crisis. Standar kesuksesan dari lingkungan juga turut memengaruhi.

Pentingnya Dukungan Sosial dan Cara Menghadapinya

Dukungan dari keluarga atau teman sangat membantu seseorang melewati fase ini. Selain itu, penting juga untuk mencari bantuan profesional dan belajar mengenali serta menerima diri sendiri.

Kesimpulan

Quarter life crisis adalah fase yang umum dialami dewasa muda dengan dampak pada kesehatan mental, karier, dan hubungan sosial. Faktor penyebabnya bisa berasal dari dalam diri maupun tekanan lingkungan sekitar. Untuk menghadapinya, peran dukungan sosial dan kesadaran diri sangat membantu agar fase ini bisa dilewati dengan lebih baik.

Reviewed by Helda Waty Sihombing

Baca Juga: Mental Health: Pengertian, Gangguan, dan Cara Menjaganya