Rasionalitas: Pengertian, Peran dalam Psikologi
Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rasionalitas sering kali menjadi dasar dalam menilai cara seseorang berpikir dan bertindak. Konsep ini membantu kita memahami mengapa keputusan tertentu diambil dan bagaimana penilaian logis bisa tercipta dalam kehidupan sehari-hari.
Apa Itu Rasionalitas?
Rasionalitas merupakan konsep yang telah lama menjadi perhatian dalam kajian pemikiran dan perilaku manusia. Menurut Rahmat Hidayat dalam artikel Rasionalitas: Overview terhadap Pemikiran dalam 50 Tahun Terakhir (2016), perkembangan studi rasionalitas sangat pesat sejak pertengahan abad ke-20, khususnya sejak Ward Edwards mempublikasikan artikel tentang teori pengambilan keputusan pada 1954.
Definisi Rasionalitas
Rasionalitas merupakan ukuran normatif yang digunakan untuk mengevaluasi keyakinan dan keputusan seseorang dalam rangka mencapai tujuan yang dimilikinya (Hidayat, 2016, mengutip Baron, 2008). Secara konkret, tindakan dikatakan rasional bila didasarkan pada informasi yang akurat dan objektif, mempertimbangkan seluruh alternatif, dan mengevaluasi konsekuensi dari setiap pilihan (Hidayat, 2016, mengutip Hastie & Dawes, 2010).
Sejarah Singkat Studi Rasionalitas
Studi mengenai rasionalitas mulai mendapat perhatian serius sejak pertengahan abad ke-20. Perkembangan psikologi kognitif mendorong kajian-kajian tentang rasionalitas dalam judgment dan pengambilan keputusan berkembang dengan pesat.
Rasionalitas dalam Psikologi
Hidayat (2016) membedakan dua jenis rasionalitas: rasionalitas substantif (dinilai dari seberapa besar hasil tindakan mencapai tujuan) dan rasionalitas prosedural (dinilai dari kualitas proses pertimbangan yang dilakukan). Artikel tersebut juga mengedepankan perlunya pengembangan instrumen yang dapat mengukur rasionalitas sebagai faktor pembeda antar individu secara sahih dan terandalkan.
Peran Rasionalitas dalam Pengambilan Keputusan
Keputusan yang diambil secara rasional biasanya didasari informasi yang akurat dan objektif, pertimbangan atas seluruh alternatif tindakan, serta evaluasi terhadap risiko dan konsekuensi dari setiap pilihan. Ini membantu seseorang menghindari keputusan impulsif dan lebih fokus pada hasil terbaik.
Teori-Teori Rasionalitas dalam Psikologi
Beberapa teori utama yang dibahas dalam sumber mencakup expected utility theory, prospect theory (Kahneman & Tversky, 1979), dan konsep bounded rationality dari Herbert Simon — yang mendapat penghargaan Nobel Ekonomi 1978. Teori-teori ini membentuk fondasi behavioral economics dan behavioral decision making sebagai disiplin tersendiri.
Perbedaan Rasional dan Masuk Akal
Dalam literatur psikologi, "rasional" dan "masuk akal" tidak selalu diperlakukan sebagai dua konsep yang sepenuhnya terpisah. Hidayat (2016), mengutip Simon (1978), menjelaskan bahwa dalam pengertian rasionalitas prosedural, perilaku rasional justru didefinisikan sebagai perilaku yang "cerdik dan masuk akal." Perbedaan yang lebih bermakna adalah antara rasionalitas substantif (fokus pada hasil) dan prosedural (fokus pada proses), sebagaimana diuraikan oleh Herbert Simon. Untuk perbedaan formal antara rasionalitas berbasis logika dan keputusan yang sekadar "tampak wajar," rujukan yang lebih tepat adalah Stanovich (2009) yang membedakan instrumental rationality (berbasis tujuan dan logika formal) dari epistemic rationality (berbasis keyakinan yang didukung bukti terbaik yang tersedia).
Kesimpulan
Rasionalitas membantu individu membuat keputusan yang logis dan terukur, baik dalam psikologi maupun kehidupan sehari-hari. Membedakan antara rasionalitas dan keputusan masuk akal bisa meningkatkan kualitas penilaian serta membantu menghindari bias dalam berpikir. Dengan memahami konsep ini, seseorang dapat belajar mengambil keputusan yang tidak hanya diterima secara sosial, tetapi juga benar secara logika.