Konten dari Pengguna

Self Efficacy: Definisi dan Karakteristiknya

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi self efficacy. Foto Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi self efficacy. Foto Unsplash.

Self efficacy sering kali menjadi penentu dalam cara seseorang menghadapi tantangan maupun mengambil keputusan penting dalam hidup. Konsep ini berperan besar dalam membentuk rasa percaya diri serta kemampuan seseorang untuk meraih tujuan. Agar lebih memahami, berikut pembahasan lengkap tentang apa itu self efficacy, ciri-cirinya, hingga faktor yang memengaruhi.

Pengertian Self Efficacy

Self efficacy adalah keyakinan individu terhadap kemampuannya untuk mengatur dan melaksanakan tindakan tertentu demi mencapai hasil yang diinginkan. Menurut Lianto dalam artikel “Self-Efficacy: A Brief Literature Review”, self-efficacy merupakan konsep yang dicetuskan oleh Albert Bandura dan merujuk pada keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam mengerjakan tugas, mengatasi kondisi tertentu, serta bereaksi terhadap situasi dan kondisi tertentu.

Sikap ini sangat penting karena dapat memengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan, dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan artikel “Self-Efficacy: A Brief Literature Review” oleh Lianto dalam Jurnal Manajemen Motivasi, individu dengan self-efficacy tinggi cenderung lebih optimis, berupaya lebih keras menghadapi tantangan, dan lebih tabah ketika mengalami hambatan dalam menjalankan tugas.

Definisi Self Efficacy Menurut Para Ahli

Self efficacy merujuk pada persepsi diri mengenai kemampuan untuk melakukan tugas tertentu. Bandura menyatakan bahwa individu yang yakin pada kemampuannya akan lebih berani mencoba hal baru dan bertahan saat menghadapi kesulitan.

Pentingnya Self Efficacy dalam Kehidupan Sehari-hari

Self efficacy memengaruhi keputusan, motivasi, hingga cara seseorang merespons kegagalan. Individu dengan self efficacy tinggi biasanya lebih mudah bangkit dan terus berupaya mencapai tujuannya.

Ciri-Ciri Individu dengan Self Efficacy Tinggi

Orang dengan self efficacy tinggi memiliki beberapa karakteristik yang menonjol. Mereka umumnya lebih mampu bertahan dalam situasi sulit dan tetap fokus pada pencapaian tujuan.

Keyakinan Diri dalam Menghadapi Tantangan

Seseorang dengan self efficacy tinggi tidak mudah ragu saat menghadapi masalah. Mereka percaya mampu mencari solusi dan tidak takut mencoba hal baru.

Motivasi untuk Mencapai Tujuan

Tingkat motivasi mereka cenderung stabil. Mereka konsisten dalam menjalani proses, meski menghadapi hambatan atau kegagalan.

Kemampuan Mengelola Emosi dan Stres

Individu ini dapat mengendalikan emosi dan mengelola stres dengan baik, sehingga tetap berpikir jernih saat situasi menekan.

Respons terhadap Kegagalan

Jika mengalami kegagalan, mereka tidak larut dalam kekecewaan. Sebaliknya, mereka menjadikan kegagalan sebagai pembelajaran untuk mencoba kembali.

Faktor yang Mempengaruhi Self Efficacy

Beberapa aspek dapat membentuk dan meningkatkan self efficacy seseorang. Faktor-faktor ini berperan sejak masa kanak-kanak hingga dewasa.

Pengalaman Pribadi

Keberhasilan atau kegagalan yang dialami secara langsung menjadi dasar seseorang menilai kemampuannya. Semakin sering berhasil, biasanya self efficacy akan meningkat.

Pengaruh Lingkungan Sosial

Lingkungan yang mendukung dan memberikan contoh positif dapat memperkuat keyakinan diri seseorang dalam menghadapi tantangan.

Dukungan dan Umpan Balik dari Orang Lain

Dukungan keluarga, teman, atau mentor sangat berpengaruh. Umpan balik positif menumbuhkan rasa percaya diri, sedangkan kritik yang membangun dapat memotivasi untuk berkembang.

Kesimpulan

Self efficacy memainkan peran besar dalam menentukan cara seseorang menghadapi tantangan hidup. Karakteristik seperti keyakinan diri, motivasi, dan kemampuan mengelola emosi menjadi penanda self efficacy yang tinggi. Faktor pengalaman, lingkungan, serta dukungan sosial turut membentuk kepercayaan diri ini, sehingga penting untuk terus mengembangkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Reviewed by Helda Waty Sihombing

Baca Juga: Kognitif dan Pola Pikir: Cara Kerja Pikiran yang Membentuk Hidup