Self Serving Bias: Pengertian dan Penyebabnya
Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Self serving bias merupakan fenomena psikologi yang kerap ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang cenderung mengaitkan keberhasilan dengan kemampuan diri sendiri, namun menyalahkan faktor luar saat mengalami kegagalan. Pola pikir ini sering kali tak disadari, meski dampaknya bisa memengaruhi keputusan dan relasi sosial.
Apa Itu Self Serving Bias?
Self serving bias menjadi topik penting dalam psikologi modern karena berhubungan dengan cara seseorang menilai diri sendiri dan lingkungan. Menurut artikel jurnal “Exploring Causes of the Self-serving Bias” karya James Shepperd, Wendi Malone, dan Kate Sweeny, self-serving bias terjadi dalam berbagai peristiwa dan berbagai setting, seperti pada pekerja, atlet, dan pengemudi.
Definisi Self Serving Bias
Self serving bias adalah kecenderungan seseorang untuk mengaitkan keberhasilan pada faktor internal, seperti usaha atau kemampuan pribadi, sementara kegagalan dianggap akibat keadaan eksternal seperti nasib buruk atau gangguan dari luar.
Contoh Self Serving Bias dalam Kehidupan Sehari-hari
Misalnya, ketika mendapat nilai bagus di ujian, seseorang mungkin merasa itu hasil kerja kerasnya. Namun, jika nilainya rendah, ia bisa menyalahkan suasana kelas yang berisik atau soal yang terlalu sulit.
Pentingnya Memahami Self Serving Bias dalam Psikologi
Memahami self serving bias membantu kita lebih objektif dalam menilai diri sendiri. Selain itu, kesadaran terhadap bias ini dapat mendorong hubungan sosial yang lebih sehat dan meningkatkan kemampuan mengambil keputusan secara rasional.
Penyebab Self Serving Bias Menurut Penelitian
Berbagai penelitian menyoroti bahwa self serving bias tidak muncul begitu saja. Ada gabungan faktor psikologis dan proses kognitif yang mendorong seseorang bersikap seperti ini.
Faktor Psikologis di Balik Self Serving Bias
Faktor utama yang mendorong bias ini adalah kebutuhan mempertahankan harga diri. Seseorang cenderung melindungi citra dirinya agar tetap positif di hadapan orang lain maupun dirinya sendiri.
Proses Kognitif yang Memicu Self Serving Bias
Selain faktor psikologis, proses mental seperti seleksi ingatan dan interpretasi informasi juga turut berperan. Seseorang bisa lebih mudah mengingat pengalaman sukses dan menafsirkan kegagalan secara subjektif.
Studi tentang Penyebab Self Serving Bias
Menurut artikel jurnal “Exploring Causes of the Self-serving Bias” karya James Shepperd, Wendi Malone, dan Kate Sweeny, self-serving bias tidak sepenuhnya bersifat motivasional maupun kognitif. Bias ini muncul dari keterkaitan antara motivasi untuk mempertahankan pandangan diri yang positif dan cara seseorang mencari, mengingat, serta memproses informasi, dan dalam banyak kasus dapat terjadi tanpa disengaja atau bahkan tanpa disadari.
Kesimpulan
Self serving bias menggambarkan kecenderungan manusia dalam menilai keberhasilan dan kegagalan secara subjektif. Menurut berbagai penelitian, fenomena ini didorong oleh perpaduan faktor psikologis dan proses kognitif. Dengan memahami self serving bias, kita bisa lebih waspada terhadap penilaian diri sendiri dan belajar untuk mengambil keputusan yang lebih objektif dalam berbagai situasi.
Reviewed by Helda Waty Sihombing
Baca Juga: Kognitif dan Pola Pikir: Cara Kerja Pikiran yang Membentuk Hidup