Konten dari Pengguna

Self Soothing adalah: Pengertian dan Manfaat Self Soothing dalam Mengelola Emosi

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Self Soothing. Gambar: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Self Soothing. Gambar: Pexels.

Dalam keseharian, banyak orang menghadapi situasi yang memicu stres atau perasaan tidak nyaman. Kondisi tersebut mendorong pentingnya keterampilan untuk menenangkan diri secara mandiri. Salah satu cara yang cukup dikenal adalah self soothing, strategi yang efektif untuk mengelola emosi, terutama saat menghadapi tekanan.

Apa Itu Self Soothing?

Self soothing adalah kemampuan seseorang untuk menenangkan diri sendiri ketika mengalami stres atau emosi negatif. Menurut Tolamise Olasehinde dalam artikel Emotion-Focused Coping and Self-Soothing, self soothing merupakan proses menenangkan dan memberikan kenyamanan pada diri sendiri saat menghadapi tekanan emosional, dan menjadi komponen penting dari emotion-focused coping — yaitu strategi mengelola emosi yang muncul saat menghadapi situasi menantang, khususnya ketika sumber tekanan berada di luar kendali individu, seperti dalam kasus kehilangan, trauma, atau konflik interpersonal. Dengan terlibat dalam perilaku menenangkan atau strategi kognitif tertentu, individu berupaya mengurangi perasaan negatif, memulihkan keseimbangan emosional, dan mendorong kesejahteraan psikologis. Proses ini tidak hanya membantu meredakan ketegangan, tetapi juga membuat individu lebih sadar akan reaksi emosional mereka.

Manfaat Self Soothing

Self soothing membawa sejumlah manfaat yang dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan ini mendukung keseimbangan emosional, memberi ruang untuk berpikir jernih, dan membantu seseorang keluar dari tekanan mental. Berdasarkan pemaparan Olasehinde, self soothing berperan penting dalam ketahanan emosional (emotional resilience), terutama bagi individu yang menghadapi stres kronis, trauma, atau tantangan hidup yang signifikan (Gilbert, 2005, dikutip dalam Olasehinde).

Membantu Mengelola Emosi Negatif

Salah satu manfaat utama self soothing adalah meredam emosi seperti marah, sedih, atau cemas. Self soothing merupakan bentuk regulasi emosi yang melibatkan strategi mandiri untuk meredakan emosi negatif seperti kecemasan, kesedihan, atau kemarahan (Olasehinde). Dengan teknik yang tepat, seseorang bisa mengurangi intensitas emosi negatif sehingga tidak mudah terbawa suasana.

Mendukung Kesehatan Mental

Self soothing berperan menjaga kesehatan mental jangka panjang. Studi oleh Garland dkk. (2015, dikutip dalam Olasehinde) menemukan bahwa individu yang mempraktikkan mindfulness dan teknik self soothing seperti latihan pernapasan dan body scan meditation menunjukkan tingkat kecemasan dan depresi yang lebih rendah. Kebiasaan ini membantu menurunkan risiko stres berkepanjangan dan mendorong terbentuknya pola pikir yang lebih sehat.

Meningkatkan Kemampuan Coping

Dalam artikel Tolamise Olasehinde, Emotion-Focused Coping and Self-Soothing, self soothing termasuk strategi coping yang efektif, khususnya ketika individu tidak dapat mengubah atau menghadapi sumber tekanan secara langsung. Individu yang mampu menenangkan diri secara efektif akan lebih siap menghadapi tekanan di masa depan, menunjukkan fleksibilitas emosional dan strategi coping yang lebih adaptif, serta membangun rasa efikasi diri karena menyadari bahwa mereka memiliki kemampuan meredakan tekanan mereka sendiri tanpa harus selalu bergantung pada sumber kenyamanan eksternal (Olasehinde).

Cara Kerja Self Soothing

Self soothing bekerja dengan cara membantu tubuh dan pikiran kembali ke kondisi tenang setelah terkena tekanan emosional. Mekanisme psikologis utama di balik self soothing adalah aktivasi sistem saraf parasimpatis, yang melawan respons stres tubuh (fight or flight) dengan menurunkan detak jantung, tekanan darah, dan kadar kortisol (Olasehinde). Proses ini erat kaitannya dengan regulasi emosi, di mana seseorang secara sadar mengendalikan respons tubuh terhadap stres, sehingga memungkinkan pemikiran yang lebih jernih dan pemrosesan emosi yang lebih baik. Contohnya, saat menghadapi kabar buruk, seseorang bisa menarik napas dalam-dalam dan fokus pada pikiran positif untuk meredakan ketegangan.

Rekomendasi Teknik Self Soothing

Terdapat berbagai teknik self soothing yang mudah dipraktikkan untuk menjaga ketenangan. Beberapa di antaranya bisa menjadi rutinitas harian.

Contoh Teknik Self Soothing

  1. Melakukan pernapasan dalam dan perlahan (deep breathing) untuk menstabilkan detak jantung.

  2. Melakukan relaksasi otot progresif (progressive muscle relaxation) dan visualisasi (Olasehinde).

  3. Mempraktikkan mindfulness atau meditasi, seperti body scan meditation — studi neuroimaging menunjukkan teknik ini mengaktifkan area otak yang terlibat dalam regulasi emosi, termasuk korteks prefrontal dan korteks singulat anterior, sehingga meningkatkan kontrol emosi dan mengurangi stres (Kirk dkk., 2011, dikutip dalam Olasehinde).

  4. Mengucapkan self-talk positif atau menerapkan strategi kognitif seperti reframing dan self-compassion agar pikiran lebih tenang (Olasehinde).

Batasan Self Soothing

Meskipun bermanfaat, self soothing tidak selalu efektif jika digunakan secara eksklusif atau dengan cara yang maladaptif, seperti penghindaran atau supresi emosi. Penggunaan teknik self soothing secara berlebihan terkadang dapat menghambat pemrosesan masalah emosional yang mendasarinya, sehingga menyebabkan kebas emosional (emotional numbing) atau keterasingan diri, khususnya ketika strategi ini digunakan untuk menghindari emosi yang menyusahkan alih-alih memprosesnya (Olasehinde). Oleh karena itu, coping yang berpusat pada emosi yang efektif memerlukan keseimbangan antara self soothing dan strategi coping lain, seperti coping yang berpusat pada masalah atau mencari dukungan sosial.

Kesimpulan

Self soothing adalah keterampilan penting untuk mengelola emosi sehari-hari. Dengan memahami manfaat self soothing, seseorang dapat lebih siap menghadapi tekanan secara mandiri. Namun, agar tetap sehat secara psikologis, teknik ini perlu diimbangi dengan pemrosesan emosi yang tuntas dan strategi coping lain, bukan digunakan sebagai satu-satunya cara menghindari emosi yang sulit (Olasehinde). Mengaplikasikan teknik self soothing secara tepat dan seimbang mendukung kesehatan mental dan kemampuan coping yang lebih baik di berbagai situasi.