Konten dari Pengguna

Somatic Experiencing: Pengertian dan Ciri Pendekatan Terapi Tubuh

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Somatic Experiencing. Foto Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Somatic Experiencing. Foto Unsplash.

Somatic Experiencing banyak dibicarakan sebagai pendekatan terapi yang mengajak orang kembali merasakan tubuhnya saat memproses trauma. Pendekatan ini berkembang sebagai alternatif bagi mereka yang merasa kewalahan saat harus menceritakan ulang pengalaman berat secara detail. Karena itu, banyak orang mulai penasaran apa yang sebenarnya terjadi di dalam sesi terapi semacam ini.

Apa Itu Somatic Experiencing dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Somatic Experiencing adalah pendekatan terapi yang berfokus pada sensasi tubuh untuk membantu pemulihan dari trauma.

Menurut Danny Brom dan rekan-rekan dalam artikel jurnal ilmiah “Somatic Experiencing for Posttraumatic Stress Disorder: A Randomized Controlled Outcome Study,” Somatic Experiencing adalah terapi berfokus tubuh untuk pengidap PTSD yang mengintegrasikan kesadaran tubuh ke dalam proses psikoterapi.

Pendekatan ini menekankan kesadaran terhadap sensasi fisik internal yang dipandang sebagai pembawa memori traumatis, serta memungkinkan proses penyembuhan tanpa harus menceritakan peristiwa traumatis secara lengkap.

Studi ini juga melibatkan peserta dengan berbagai jenis peristiwa traumatis, seperti kecelakaan kendaraan, penyerangan, serangan teroris, trauma medis, dan pengalaman tempur.

Definisi Somatic Experiencing Menurut Riset Klinis

Secara sederhana, Somatic Experiencing (SE) memandang trauma sebagai “jejak” yang tersimpan di sistem saraf dan tubuh. Terapi ini mengajak klien memperhatikan sensasi halus seperti ketegangan, hangat, berat, atau lega di bagian tubuh tertentu saat membicarakan pengalaman sulit.

Dengan cara itu, pengalaman traumatis diproses perlahan melalui tubuh sehingga beban emosi bisa berkurang langkah demi langkah.

Mekanisme Kerja Somatic Experiencing dalam Mengurangi Gejala PTSD

Dalam praktiknya, Somatic Experiencing memakai beberapa konsep kunci seperti pendulum (pendulation) dan titrasi. Pendulum merujuk pada gerakan bolak-balik antara rasa tidak nyaman dan rasa aman, sedangkan titrasi berarti memecah pengalaman berat menjadi bagian sangat kecil agar tetap bisa ditoleransi.

Studi Brom dkk. dalam artikel jurnal ilmiah yang disebutkan sebelumnya menunjukkan bahwa peserta dengan PTSD yang mengikuti 15 sesi Somatic Experiencing mengalami penurunan gejala posttraumatic dan depresi dibanding kelompok waitlist yang belum menerima intervensi.

Dalam proses terapinya, SE dimulai dengan membangun rapport, mengajarkan regulasi tubuh, menjaga arousal tetap rendah saat memproses pemicu traumatis, lalu melacak sensasi tubuh dan membantu pelepasan aktivasi tubuh tanpa harus menceritakan peristiwa traumatis secara lengkap.

Ciri-Ciri Pendekatan Somatic Experiencing dalam Praktik Terapi

Somatic Experiencing memiliki ciri yang cukup mudah dikenali dibanding terapi berbasis bicara pada umumnya. Fokus utamanya terletak pada bagaimana tubuh bereaksi saat seseorang mengingat peristiwa tertentu, bukan seberapa lengkap ia bercerita. Oleh karena itu, sesi sering terasa lebih tenang, penuh jeda, dan tidak memaksa klien mengungkap detail yang belum siap ia hadapi.

Karakteristik Utama Sesi Somatic Experiencing

Beberapa ciri khas Somatic Experiencing antara lain: perhatian besar pada sensasi tubuh, ritme kerja yang sengaja dibuat pelan, serta penekanan pada regulasi sistem saraf.

Seperti dijelaskan dalam paparan intervensi pada studi Brom dkk. pada artikel jurnal ilmiah sebelumnya, SE diberikan dalam 15 sesi mingguan dengan fokus pada pembelajaran kesadaran tubuh, felt sense, titration, pendulation, dan discharge. Terapis membantu klien memantau serta menurunkan arousal, membangun stabilitas, melacak sensasi tubuh, dan memproses pemicu traumatis pada tingkat aktivasi sistem saraf yang rendah agar aktivasi traumatis dapat perlahan mereda.

Perbedaan Somatic Experiencing dengan Pendekatan Psikoterapi Konvensional

Berbeda dengan banyak terapi konvensional yang lebih menekankan analisis pikiran, keyakinan, atau alur cerita, Somatic Experiencing memberi porsi besar pada respons fisiologis.

Latar belakang studi Brom dkk. pada artikel jurnal ilmiah sebelumnya menjelaskan bahwa belum ada satu metode terapi yang terbukti bekerja untuk semua orang dengan PTSD.

Dalam konteks ini, Somatic Experiencing dipaparkan sebagai terapi berfokus tubuh yang mengintegrasikan kesadaran tubuh ke dalam proses psikoterapi, menekankan sensasi fisik internal sebagai pembawa memori traumatis, serta memungkinkan proses terapi tanpa harus menceritakan peristiwa traumatis secara lengkap.

Kesimpulan

Somatic Experiencing menawarkan cara lain untuk memahami trauma dengan melihat bagaimana tubuh menyimpan dan melepaskan ketegangan lama. Pendekatan ini menekankan rasa aman, ritme yang perlahan, serta perhatian pada sensasi fisik yang sering kali terabaikan dalam percakapan biasa.

Bagi sebagian orang, Somatic Experiencing bisa menjadi pilihan ketika terapi yang lebih kognitif terasa terlalu berat atau kurang menyentuh akar masalah. Dengan dukungan terapis terlatih, proses menyentuh kembali pengalaman traumatis berpotensi menjadi lebih lembut dan terukur, sehingga peluang pemulihan pun semakin terbuka.

Reviewed by Helda Waty Sihombing

Baca Juga: Healing: Proses Pulih dan Berdamai dengan Diri