Sosiopat: Pengertian, Perbedaan dengan Psikopat, dan Penjelasan Lengkap
Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sosiopat merupakan istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan perilaku antisosial yang ekstrem. Istilah ini kerap muncul di berbagai media dan sering disamakan dengan psikopat, meskipun sebenarnya keduanya memiliki karakteristik yang berbeda. Memahami perbedaan keduanya dapat membantu masyarakat lebih bijak dalam menilai perilaku seseorang yang menunjukkan gangguan kepribadian.
Pengertian Sosiopat
Sosiopat dan psikopat adalah istilah informal yang digunakan untuk menggambarkan pola perilaku berbeda yang terkait dengan Antisocial Personality Disorder (ASPD) atau gangguan kepribadian antisosial. Baik sosiopat maupun psikopat tidak merupakan diagnosis formal tersendiri dalam DSM-5; dokter mendiagnosis seseorang dengan ASPD jika mereka menunjukkan sifat-sifat sosiopatik atau psikopat yang spesifik, persisten, dan berulang (Sociopath vs. Psychopath: What's the Difference? pada laman Verywell Mind).
Menurut KBBI (dikutip dalam Nurul Adzimah, Analisis Gangguan Kepribadian Antisosial (Antisocial Personality Disorder) dalam Drama Korea 'It's Okay to Not Be Okay' Perspektif Konseling Islam, 2024), antisosial mempunyai arti tidak suka bergaul, sikap menutup diri dari masyarakat, dan cenderung mengganggu ketenteraman umum. Dengan demikian, gangguan kepribadian antisosial adalah kondisi ketidaknormalan jiwa atau pikiran yang tercermin dalam sikap seseorang yang tidak suka bergaul, menutup diri dari masyarakat, dan cenderung mengganggu ketenteraman umum (Adzimah, 2024, Landasan Teori).
Ciri-ciri Utama Gangguan Kepribadian Antisosial
Menurut Bressert (dikutip dalam Adzimah, 2024, hal. 28-29), ciri-ciri perilaku antisosial meliputi: (1) gagal menyesuaikan diri dengan norma sosial; (2) ketidaktaatan, seperti berbohong berulang, penggunaan alias, atau menipu orang lain untuk keuntungan pribadi; (3) impulsif atau kegagalan untuk merencanakan ke depan; (4) iritabilitas dan agresivitas seperti perkelahian fisik berulang; (5) dengan sembarangan mengabaikan keamanan diri sendiri atau orang lain; (6) ketidaktanggung jawaban secara konsisten; dan (7) kurangnya penyesalan seperti bersikap acuh tak acuh atau merasionalisasi tindakan menyakiti orang lain.
Perspektif Konseling Islam tentang Sosiopat
Dalam kajian konseling Islam menurut Adzimah (2024, Landasan Teori), gangguan kepribadian antisosial adalah suatu kondisi di mana individu menunjukkan perilaku yang tidak sesuai dengan ajaran agama, seperti kurangnya empati, sering melanggar aturan, dan tidak memperhatikan perasaan orang lain. Dalam pandangan Islam, kondisi ini mencerminkan adanya ketidakseimbangan dalam hubungan seseorang dengan dirinya sendiri, dengan sesama manusia, dan dengan Allah SWT.
Allah SWT dalam Al-Quran Surat Al-Hujurat ayat 13 berfirman bahwa manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal satu sama lain — perintah untuk saling berinteraksi secara baik dengan sesama. Perilaku antisosial bertolak belakang dengan perintah ini (Adzimah, 2024, hal. 20). Rasulullah SAW juga bersabda bahwa orang mukmin yang bergaul dengan manusia dan bersabar dengan gangguan mereka lebih baik daripada yang tidak bergaul (HR. Ibnu Majah, dikutip dalam Adzimah, 2024, hal. 20).
Tokoh utama Ko Moon-Young dalam drama Korea "It's Okay to Not Be Okay" mengalami gangguan kepribadian antisosial yang ditandai dengan kurangnya empati dan rasa bersalah, perilaku agresif, kecenderungan manipulatif, ketidakpedulian terhadap norma sosial, dan impulsivitas (Adzimah, 2024, Abstrak).
Sosiopat vs Psikopat: Apa Bedanya?
Meskipun sering disamakan, sosiopat dan psikopat memiliki perbedaan mendasar. Sosiopati dikaitkan dengan faktor lingkungan dan impulsivitas, sementara psikopati memiliki akar genetik yang lebih kuat dan melibatkan keterpisahan emosional.
Perbedaan Kepribadian dan Pola Perilaku
Cara umum untuk membedakan keduanya adalah menggambarkan individu dengan ASPD sebagai "berhati panas" (hot-headed) — orang ini memiliki temperamen yang mudah meledak dan bertindak secara impulsif dan tidak menentu — dan individu dengan psikopati sebagai "berhati dingin" (cold-hearted) — orang ini bersifat kalkulatif dan tidak memiliki empati atau emosi sama sekali.
Sosiopat biasanya lebih mudah terlihat emosinya dan cenderung meledak-ledak dalam reaksi emosional, serta kesulitan mempertahankan hubungan dan pekerjaan yang stabil. Psikopat tampil lebih tenang, terkontrol, dan kalkulatif. Sosiopat dapat memiliki keterikatan emosional dengan beberapa orang seperti anggota keluarga atau pasangan dekat, dan bahkan mungkin merasa bersalah terhadap mereka — yang membedakannya dari psikopat yang umumnya hampir tidak memiliki empati sama sekali.
Faktor Penyebab Sosiopat dan Psikopat
Psikopati sering diteorikan lebih berakar pada faktor biologis atau genetis — kondisi "bawaan lahir" yang dikaitkan dengan perbedaan otak. Sosiopati lebih erat dikaitkan dengan faktor lingkungan, seperti trauma masa kecil, sehingga menjadikannya kondisi yang "terbentuk." Dokumen sumber Adzimah (2024) juga mengidentifikasi lima jenis gangguan kepribadian antisosial menurut Millon dan Davis (2000): antisosial pencemburu, antisosial penjaga reputasi (narsistik), antisosial pengambil risiko (historik), antisosial nomadis (skizoid), dan antisosial pendengki (sadistik-paranoid).
Studi Kasus dan Pandangan Ilmiah
Penelitian Adzimah (2024) menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis konten terhadap drama Korea "It's Okay to Not Be Okay." Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Ko Moon-Young memenuhi kriteria diagnostik ASPD berdasarkan DSM-5 yang diamati melalui perilakunya dalam drama tersebut. Dalam perspektif konseling Islam, Adzimah (2024) menyimpulkan bahwa gangguan ini terjadi karena ketidakseimbangan dalam mengelola emosi, perilaku, dan sikap yang seharusnya sejalan dengan ajaran Islam. Islam mengajarkan pentingnya menjaga akhlak dan perilaku yang baik sebagai wujud pengabdian kepada Allah, serta untuk menciptakan keharmonisan dalam hubungan sosial (Adzimah, 2024, Kesimpulan).
Kesimpulan
Sosiopat adalah istilah informal yang merujuk pada individu dengan perilaku antisosial, impulsivitas, dan kecenderungan mengabaikan norma sosial — yang keduanya, bersama psikopati, berada di bawah payung diagnosis ASPD. Memahami perbedaan antara sosiopat dan psikopat — utamanya bahwa sosiopati lebih dipengaruhi lingkungan dan emosional-reaktif sementara psikopati lebih dipengaruhi genetika dan bersifat kalkulatif-dingin — dapat membantu masyarakat mengidentifikasi tanda-tanda yang muncul. Dalam perspektif konseling Islam, perilaku antisosial bertentangan dengan perintah Al-Quran dan Sunnah untuk saling mengenal dan berinteraksi dengan baik sesama manusia.