Konten dari Pengguna

Stigma Kesehatan Mental: Pengertian, Perbedaan Kesehatan Gangguan Mental

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi stigma kesehatan mental. Foto Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi stigma kesehatan mental. Foto Unsplash

Stigma kesehatan mental masih menjadi tantangan di masyarakat. Banyak orang cenderung memberi label negatif pada individu yang mengalami masalah psikologis. Artikel ini akan membahas apa itu stigma kesehatan mental, perbedaannya dengan gangguan mental, serta bagaimana dampaknya terhadap perilaku mencari bantuan.

Apa Itu Stigma Kesehatan Mental

Stigma kesehatan mental adalah label atau penilaian negatif terhadap seseorang yang memiliki masalah psikologis.

Menurut artikel scoping review “Stigma Kesehatan Mental dan Perilaku Mencari Bantuan Di Kalangan Mahasiswa: A Scoping Review” karya Naylla Khoirunnisha dan Aat Sriati, stigma kesehatan mental dapat muncul sebagai stereotip negatif yang berujung pada tindakan diskriminatif, pengucilan, atau perlakuan tidak adil, sementara tingkat literasi kesehatan mental yang rendah dapat memperkuat pandangan keliru dan persepsi negatif terhadap layanan profesional.

Definisi Stigma Kesehatan Mental

Stigma muncul ketika seseorang dianggap berbeda hanya karena mengalami masalah mental. Label ini biasanya melekat kuat dan sulit dihilangkan, sehingga membuat individu merasa malu atau takut untuk terbuka.

Bentuk dan Contoh Stigma di Masyarakat

Stigma bisa terlihat dari anggapan bahwa orang dengan gangguan mental cenderung lemah, sulit diajak komunikasi, atau bahkan berbahaya. Tidak jarang, mereka mengalami penolakan atau dijauhi oleh lingkungan sekitar.

Perbedaan Kesehatan Mental dan Gangguan Mental

Memahami perbedaan antara kesehatan mental dan gangguan mental penting agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Dalam artikel scoping review “Stigma Kesehatan Mental dan Perilaku Mencari Bantuan Di Kalangan Mahasiswa: A Scoping Review” karya Naylla Khoirunnisha dan Aat Sriati, kesehatan mental mahasiswa dipandang sebagai isu penting di pendidikan tinggi, sementara stigma terkait kesehatan mental menjadi hambatan kritis bagi perilaku pencarian bantuan profesional.

Pengertian Kesehatan Mental

Kesehatan mental merujuk pada kondisi batin yang stabil, mampu mengelola stres, serta menjalin hubungan sosial dengan baik. Seseorang yang sehat secara mental biasanya bisa menjalani aktivitas harian secara optimal.

Pengertian Gangguan Mental

Gangguan mental adalah kondisi di mana fungsi psikologis, emosional, atau perilaku seseorang terganggu. Kondisi ini bisa memengaruhi cara berpikir, perasaan, maupun interaksi dengan orang lain.

Perbandingan Sifat, Gejala, dan Dampaknya

Berbeda dengan kesehatan mental yang stabil, gangguan mental sering disertai gejala seperti kecemasan berlebihan, perubahan suasana hati, atau menarik diri dari lingkungan. Dampaknya bisa berupa penurunan kualitas hidup dan hambatan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Dampak Stigma terhadap Pencarian Bantuan

Stigma kesehatan mental tak hanya berpengaruh pada individu, tetapi juga lingkungan sekitarnya. Berdasarkan artikel scoping review di jurnal RIGGS berjudul “Stigma Kesehatan Mental dan Perilaku Mencari Bantuan Di Kalangan Mahasiswa: A Scoping Review”, stigma kesehatan mental dapat membuat mahasiswa menunda atau menghindari akses layanan profesional karena kekhawatiran akan distigmatisasi, penghakiman sosial, atau penilaian negatif.

Hambatan Mahasiswa dalam Mencari Bantuan

Ketakutan akan penilaian negatif sering membuat mahasiswa memilih menunda atau bahkan mengabaikan kebutuhan bantuan psikologis. Akibatnya, masalah yang dihadapi bisa semakin berat dan sulit ditangani.

Konsekuensi Psikologis dan Sosial dari Stigma

Stigma dapat memicu perasaan rendah diri, isolasi, hingga stres berkepanjangan. Di sisi lain, dukungan sosial yang minim juga memperburuk kondisi psikologis mereka.

Pentingnya Edukasi dan Dukungan Lingkungan

Meningkatkan pemahaman masyarakat lewat edukasi menjadi langkah penting untuk mengurangi stigma kesehatan mental. Dukungan lingkungan yang ramah juga mampu membantu individu lebih berani mencari pertolongan.

Kesimpulan

Stigma kesehatan mental masih menjadi penghalang besar dalam penanganan masalah psikologis di masyarakat. Perbedaan antara kesehatan mental dan gangguan mental sering kali belum dipahami dengan baik, sehingga memunculkan penilaian keliru. Upaya edukasi dan dukungan lingkungan sangat dibutuhkan agar stigma ini perlahan dapat dihilangkan dan individu lebih terbuka untuk mencari bantuan.

Reviewed by Helda Waty Sihombing

Baca Juga: Mental Health: Pengertian, Gangguan, dan Cara Menjaganya