Struktur Kepribadian: Pengertian dan Bagian Utamanya
Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Memahami struktur kepribadian membantu kita memahami cara manusia berpikir, merasa, dan bertindak sehari-hari. Konsep ini banyak digunakan dalam psikologi untuk mengenali dinamika batin seseorang. Artikel ini membahas pengertian hingga bagian utama struktur kepribadian secara ringkas dan mudah dipahami.
Apa Itu Struktur Kepribadian?
Menurut artikel jurnal Struktur Kepribadian Manusia dalam Psikoanalisis Sigmund Freud Perspektif Filsafat Pendidikan Islam karya Ishom Fuadi Fikri, Syarof Nursyah Ismail, Husniyatus Salamah Zainiyati, dan Nur Kholis (Edupedia, Vol. 8, No. 1, 2023), teori psikoanalisis Freud menggambarkan struktur kepribadian manusia yang terdiri atas id, ego, dan superego. Model ini menjelaskan bagaimana dorongan, pikiran rasional, dan nilai-nilai moral berinteraksi membentuk perilaku manusia.
Definisi Kepribadian Menurut Psikoanalisis
Fikri dkk. (2023) menjelaskan bahwa kepribadian (personality) merupakan kualitas unik dalam diri individu yang termanifestasikan dalam pola tingkah laku atau pola respons yang konsisten dalam berbagai situasi dan relasinya dengan lingkungan. Dalam psikoanalisis, Freud mengibaratkan kehidupan psikis manusia seperti gunung es (iceberg) yang terapung di lautan: sedikit bagian yang terlihat di permukaan air merupakan alam sadar (consciousness), bagian yang jauh lebih besar berada di bawah permukaan air merupakan alam bawah sadar (unconsciousness), sedangkan daerah penghubungnya adalah alam pra-sadar (pre-consciousness).
Pentingnya Memahami Struktur Kepribadian
Memahami struktur kepribadian membantu seseorang mengenali motif dan kebiasaan dirinya. Fikri dkk. (2023) menegaskan bahwa kesanggupan pendidik dalam memahami kepribadian setiap peserta didik merupakan keniscayaan dalam upaya mengarahkan potensi mereka sesuai dengan karakteristik masing-masing. Pengetahuan ini juga bermanfaat untuk menyesuaikan diri di lingkungan sosial, keluarga, maupun pekerjaan.
Kekhasan Individu dalam Kepribadian
Fikri dkk. (2023) menjelaskan bahwa pada umumnya kepribadian dikaji dalam bingkai "kekhasan individual" (individual differences), yakni aspek-aspek yang membuat seseorang berbeda dan unik dibanding orang lain. Dalam beberapa teori, aspek tersebut menjadi isu sentral dengan menitikberatkan pada tipe-tipe, sifat-sifat, dan tes-tes yang dapat mengategorisasikan serta membandingkan satu orang dengan orang lain — misalnya ada yang neurotik sementara yang lain tidak, ada yang introvert dan ada pula yang ekstrovert. Penting dicatat bahwa pembedaan introvert-ekstrovert ini bukan berasal dari Freud melainkan dari Carl Gustav Jung; Freud sendiri memfokuskan teorinya pada struktur id-ego-superego dan tahapan psikoseksual.
Bagian-Bagian Struktur Kepribadian Manusia
Teori kepribadian Freud mengalami dua tahap perkembangan: pertama, level kepribadian (sadar, pra-sadar, dan bawah sadar) yang dirumuskan sebelum tahun 1920-an; kedua, struktur kepribadian (id, ego, superego) yang diperkenalkan pada tahun 1923 untuk menyempurnakan model sebelumnya.
Id
Id adalah kepribadian yang paling primitif, dari mana ego dan superego kemudian terbentuk. Fikri dkk. (2023), mengutip Atkinson dkk., menjelaskan bahwa id bekerja mengikuti prinsip kesenangan (pleasure principle), berusaha menghindari rasa sakit dan mengejar kesenangan tanpa mempertimbangkan situasi eksternal. Bayi yang baru dilahirkan, misalnya, memiliki id yang terdiri dari impuls biologis dasar seperti makan, minum, buang kotoran, menghindari nyeri, dan mendapatkan kenikmatan.
Ego
Ego mulai muncul dari id melalui kontaknya dengan dunia eksternal. Fikri dkk. (2023) menjelaskan bahwa ego beroperasi mengikuti prinsip realitas (reality principle), di mana pemuasan impuls id harus ditunda sampai ditemukan situasi yang tepat. Ego merupakan "badan eksekutif" dari kepribadian yang memutuskan tindakan apa yang tepat, impuls id mana yang dapat dipuaskan, dan dengan cara bagaimana pemuasan itu dilakukan. Ego juga merupakan mediator antara hasrat-hasrat hewani dengan tuntutan rasional dan realistik.
Superego
Superego adalah kekuatan moral dan etika dari kepribadian yang beroperasi mengikuti prinsip idealistik (idealistic principle) sebagai lawan dari prinsip kesenangan id dan prinsip realistik ego. Fikri dkk. (2023) menjelaskan bahwa superego memiliki dua sisi: suara hati atau nurani (conscience), yang merupakan internalisasi dari hukuman dan peringatan, serta ego-ideal yang berasal dari pujian dan teladan positif yang dicontohkan kepada anak.
Interaksi antara Id, Ego, dan Superego
Ketiga bagian ini berinteraksi secara dinamis. Fikri dkk. (2023) menegaskan bahwa tuntutan id dan superego merupakan dua hal yang kontradiktif; bila keduanya tidak dapat didamaikan atau diseimbangkan oleh ego, maka akan terjadi konflik batin yang berkepanjangan. Ketika ego terlalu tegang, timbul kecemasan (anxiety) yang menjadi sinyal bahaya bagi ego, sehingga melibatkan mekanisme pertahanan diri (defense mechanisms) seperti represi, penyangkalan, proyeksi, rasionalisasi, sublimasi, dan lain-lain.
Dinamika kepribadian ditentukan oleh cara energi psikis didistribusikan di antara ketiga sistem. Jika id yang menguasai sebagian besar energi, pribadi manusia akan menjadi primitif dan impulsif; bila ego yang dominan, manusia bertindak realistis dan rasional; dan apabila superego yang dominan, pribadi manusia mengarah pada moralitas dan mengejar kesempurnaan.
Implikasi Pemahaman Struktur Kepribadian dalam Kehidupan
Fikri dkk. (2023) menjelaskan bahwa pemikiran Freud sejalan dengan teori pendidikan Islam dalam hal perhatian serius terhadap kehidupan masa awal anak-anak dan lingkungan tumbuh-kembangnya sebagai faktor penting dalam pembentukan kepribadian. Superego merupakan wujud internalisasi nilai baik-buruk yang dicontohkan oleh orang tua kepada anak melalui pujian dan hukuman.
Manfaat untuk Pendidikan dan Pengembangan Diri
Dengan memahami struktur kepribadian, para pendidik dapat memberi perlakuan (treatment) secara proporsional terhadap peserta didik sesuai dengan karakteristik masing-masing. Wawasan ini mendorong pengembangan karakter positif dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih efektif.
Kesimpulan
Struktur kepribadian menurut Freud terdiri dari id, ego, dan superego yang saling berinteraksi membentuk perilaku seseorang. Id bekerja berdasarkan prinsip kesenangan, ego berdasarkan prinsip realitas, dan superego berdasarkan prinsip idealistik. Dengan memahami bagian-bagian utama ini beserta dinamikanya, kita dapat mengelola diri dan membangun relasi sosial yang lebih baik. Pemahaman ini juga bermanfaat dalam mendukung proses pendidikan dan pengembangan karakter.