Konten dari Pengguna

Tahap Perkembangan Psikoseksual: Pengertian dan Contoh Menurut Freud

R

Ruang Psikologi

Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Psikoseksual.Gambar: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Psikoseksual.Gambar: Unsplash.

Bahasan tentang tahap perkembangan psikoseksual sering muncul saat membicarakan psikologi perkembangan anak. Teori ini diperkenalkan oleh Sigmund Freud dan dijadikan salah satu landasan untuk memahami proses terbentuknya kepribadian manusia. Menurut Krisna Ivarianti dkk. dalam artikel Teori Perkembangan menurut Sigmund Freud (2022), setiap tahap perkembangan memiliki ciri-ciri dan pengaruh tersendiri terhadap perilaku seseorang.

Teori Sigmund Freud tentang Tahap Perkembangan Psikoseksual

Sigmund Freud menyebut tahap perkembangan psikoseksual sebagai serangkaian fase yang dialami manusia sejak lahir hingga dewasa. Setiap fase berfokus pada area tubuh tertentu yang menjadi pusat kenikmatan dan konflik psikologis. Konsep ini bertujuan membantu memahami asal mula perilaku dan masalah psikologis yang muncul di kemudian hari.

Pentingnya Teori Freud dalam Psikologi

Menurut Ivarianti dkk. (2022), perilaku manusia sangat dipengaruhi oleh pengalaman dari masa lalu yang dibawa secara tidak disadari, dan secara garis besar manusia dipengaruhi oleh alam bawah sadar. Teori Freud memberi gambaran bagaimana pengalaman masa kecil berpengaruh besar pada pembentukan perilaku.

Penjelasan Lengkap Tiap Tahap Perkembangan Psikoseksual

Untuk memahami secara lebih mendalam, berikut penjelasan setiap tahap dalam perkembangan psikoseksual menurut Sigmund Freud:

Tahap Oral (0–2 tahun)

Pada usia 0–2 tahun, bayi memperoleh kepuasan melalui aktivitas yang terfokus pada zona oral, termasuk menyusu pada ibu dan merespons benda di sekitarnya. Fase ini ditandai dengan rasa senang dan proses awal berhenti menyusu.

Tahap Anal (2–5 tahun)

Memasuki usia 2–5 tahun, anak mulai belajar mengendalikan otot-otot yang mengontrol proses buang air (toilet training). Kontrol dan kemandirian menjadi pusat perhatian dalam tahap ini, meskipun pengawasan orang tua tetap diperlukan.

Tahap Phallic (4–5 tahun)

Pada fase phallic (usia 4–5 tahun), juga dikenal sebagai fase oedipal, perkembangan identitas gender antara laki-laki dan perempuan menjadi sangat penting. Pada usia 2 tahun anak mulai menyadari perbedaan fisik antara laki-laki dan perempuan, pada usia 3 tahun dapat menyebutkan jenis kelaminnya, dan pada usia 4 tahun memiliki kesadaran penuh tentang identitas gendernya.

Tahap Laten (6 tahun hingga pubertas)

Pada fase ini, anak mengeluarkan energinya melalui berbagai aktivitas seperti interaksi sosial, belajar, dan hobi. Anak lebih memperluas interaksi sosial dan sosialisasi terhadap lingkungan sekitarnya, terutama pada teman sebaya.

Tahap Genital (pubertas dan seterusnya)

Fase terakhir ini dimulai saat pubertas. Pada fase ini mulai ada dorongan libido (gairah seksual) terhadap lawan jenis yang sangat mempengaruhi perkembangan kepribadian seseorang, ditandai pula dengan perubahan suara, tinggi badan, dan berat badan.

Contoh Perkembangan Psikoseksual pada Anak

Untuk memberikan gambaran yang lebih konkret, berikut contoh perkembangan psikoseksual pada setiap tahap:

Contoh pada Tahap Oral

Seorang bayi yang sering memasukkan benda ke mulut, seperti dot atau mainan, sedang menjalani tahap oral, di mana segala ekspresi dan kebutuhan terfokus pada zona oral.

Contoh pada Tahap Anal

Anak yang belajar toilet training dan mulai mandiri dalam buang air kecil dan buang air besar memperlihatkan perkembangan pada tahap anal, dengan pengawasan orang tua yang tetap diperlukan.

Contoh pada Tahap Phallic

Pada fase phallic, perkembangan identitas gender antara laki-laki dan perempuan menjadi sangat penting. Anak mulai menyadari identitas gendernya dan peran-peran yang terkait dengannya dalam lingkungan sosial

Kesimpulan dan Implikasi Teori Freud

Tahap perkembangan psikoseksual menurut Freud menawarkan perspektif menarik tentang pembentukan kepribadian sejak dini. Adapun beberapa tahap perkembangan menurut Freud meliputi perkembangan ego (fase oral dan anal) serta perkembangan superego (fase phallic, laten, dan genital). Walau pendekatan Freud tidak sepenuhnya diterima dalam psikologi modern, pemahaman tentang tahap ini tetap relevan untuk melihat pentingnya masa kanak-kanak dalam proses tumbuh kembang individu.