Teori dan Contoh Kepribadian Dewasa Menurut Five-Factor Theory
Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kepribadian dewasa sering menjadi tolok ukur kematangan seseorang dalam menjalani kehidupan. Topik ini menarik perhatian karena berkaitan erat dengan cara seseorang beradaptasi, membuat keputusan, dan membangun hubungan sosial. Mengenali teori kepribadian dewasa dapat membantu memahami karakter diri sendiri maupun orang lain dengan lebih baik.
Pengertian Kepribadian Dewasa
Kepribadian dewasa dapat dipahami sebagai pola disposisi yang relatif stabil yang mencirikan individu dalam jangka panjang selama masa dewasa. Menurut Paul T. Costa, Jr. dan Robert R. McCrae dalam chapter The Five-Factor Model, Five-Factor Theory, and Interpersonal Psychology, kepribadian adalah sistem yang memiliki input dan output, dengan Five-Factor Theory (FFT) membedakan antara basic tendencies (termasuk personality traits) dan characteristic adaptations — yaitu keterampilan, keyakinan, kebiasaan, dan hal lain yang diperoleh. Traits merupakan produk biologi dan bersifat endogen, sedangkan characteristic adaptations dipengaruhi oleh lingkungan dan pengalaman hidup.
Costa dan McCrae menjelaskan bahwa kepribadian dapat dilihat beroperasi pada dua skala waktu: dalam momen tertentu, perilaku dan pengalaman spesifik muncul sebagai fungsi gabungan dari characteristic adaptations dan situasi lingkungan langsung; sedangkan dalam satu rentang hidup, akumulasi perilaku dan pengalaman membentuk biografi objektif seseorang.
Teori Kepribadian Dewasa: Five-Factor Model dan Five-Factor Theory
Costa dan McCrae membedakan dua konsep yang sering disamakan: Five-Factor Model (FFM) adalah akun tentang struktur perbedaan individual dalam kepribadian, sementara Five-Factor Theory (FFT) dirancang untuk menjelaskan perkembangan dan fungsi individu berdasarkan temuan penelitian menggunakan FFM.
FFM menyatakan bahwa kepribadian terdiri dari lima dimensi utama yang dikenal sebagai OCEAN: Neuroticism (atau Emotional Instability), Extraversion, Openness to Experience, Agreeableness versus Antagonism, dan Conscientiousness. Costa dan McCrae menjelaskan bahwa kelima faktor ini berulang di berbagai budaya, sangat dapat diturunkan secara genetik (strongly heritable), dapat dinilai melalui self-reports maupun penilaian informan yang mengenal individu, dan mencirikan individu untuk periode panjang selama masa dewasa.
Penelitian menunjukkan bahwa traits dalam FFM pada dasarnya kebal terhadap pengaruh lingkungan — hal ini menjelaskan kesamaannya lintas budaya dan kestabilannya relatif terhadap perjalanan peristiwa hidup. Misalnya, seseorang mungkin lahir dengan disposisi untuk banyak bicara (talkative), tetapi bahasa yang dia gunakan semata-mata ditentukan oleh lingkungan; demikian pula, selera, nilai-nilai, kebiasaan, dan peran sosial — semuanya dibentuk oleh traits kepribadian tetapi juga dipengaruhi oleh budaya dan lingkungan sosial.
Dimensi-Dimensi Kepribadian Dewasa
Costa dan McCrae merinci kelima dimensi tersebut dalam konteks perilaku interpersonal. Extraversion dan Agreeableness adalah dua dimensi yang paling langsung terkait dengan perilaku interpersonal, sehingga banyak dibahas dalam konteks relasi sosial. Openness to Experience adalah dimensi intrapsikis-experiential yang fundamental, menyangkut cara individu menyaring dan memproses informasi kognitif, emosional, dan perseptual — individu yang open menghargai hal baru dan variasi, menghasilkan asosiasi jauh dengan ide, dan toleran terhadap ambiguitas; sedangkan individu yang closed lebih tradisional dan terkotak-kotak dalam pemikirannya.
Conscientiousness — atau kurangnya sifat ini — juga memiliki dampak besar dalam lingkup interpersonal. Costa dan McCrae menjelaskan bahwa individu secara seragam lebih memilih pasangan yang tinggi dalam Conscientiousness, dan bahwa rendahnya Conscientiousness pada pria merupakan prediktor perceraian di kemudian hari. Neuroticism berkaitan dengan masalah interpersonal karena individu yang tinggi dalam Neuroticism rentan mengalami berbagai emosi yang menyulitkan — termasuk ketakutan, kemarahan, kesedihan, dan rasa malu — yang sering mengganggu fungsi interpersonal.
Kepribadian Dewasa dan Interpersonal
Salah satu kontribusi penting FFT adalah penerapannya pada psikologi interpersonal. Costa dan McCrae menjelaskan bahwa kepribadian manusia selalu diekspresikan dalam bentuk budaya, sosial, dan interpersonal; perilaku interpersonal dan sosial selalu bersumber dari individu manusia dengan kepribadiannya masing-masing. Ini berarti dua pandangan — intrapersonal (FFT) dan interpersonal — lebih tepat dipandang sebagai dua perspektif berbeda tentang topik yang sama.
Dalam konteks attachment theory (Bowlby, 1969), Costa dan McCrae menjelaskan bahwa gaya attachment pada orang dewasa cukup kuat berhubungan dengan personality traits umum — terutama anxious attachment yang secara konsisten berhubungan dengan ukuran Neuroticism secara trait. Gaya attachment dewasa lebih baik diprediksi oleh personality traits dewasa daripada oleh attachment saat bayi.
Contoh Kepribadian Dewasa dalam Kehidupan Sehari-hari
Berdasarkan Costa dan McCrae, ciri kepribadian dewasa dapat dikenali dari berbagai pola perilaku. Seseorang dengan Conscientiousness tinggi akan bertanggung jawab, dapat dipercaya (trustworthy), dan terorganisir dalam pekerjaannya — Costa dan McCrae bahkan menjelaskan bahwa kepercayaan secara tradisional dianggap sebagai traits interpersonal, sementara trustworthiness (yang bersumber dari Conscientiousness) tidak. Individu yang openness-nya menonjol cenderung memiliki struktur keluarga yang lebih egaliter, memfasilitasi perubahan organisasi, dan lebih egaliter dalam sikap sosial termasuk prasangka dan afiliasi politik. Individu dengan Neuroticism tinggi cenderung mengalami masalah interpersonal yang lebih intens — sifat dependensi berhubungan dengan Agreeableness tinggi dan Neuroticism tinggi; sifat cemburu berhubungan dengan Agreeableness rendah dan Neuroticism tinggi.
Kesimpulan
Kepribadian dewasa merupakan sistem yang kompleks, terdiri dari basic tendencies (traits) yang bersifat endogen dan biologis, serta characteristic adaptations yang dipengaruhi oleh lingkungan. Five-Factor Theory Costa dan McCrae memberikan gambaran yang kaya tentang lima dimensi utama kepribadian — OCEAN — yang stabil selama masa dewasa dan memiliki pengaruh pervasif terhadap perilaku sosial dan interpersonal. Mengenali kepribadian dewasa melalui lensa ini menjadi langkah awal untuk memahami diri sendiri dan membangun relasi yang lebih sehat.