Teori Humanisme: Pengertian, Kelebihan, dan Kekurangannya dalam Proses Belajar
Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perkembangan teori belajar di dunia pendidikan terus menghadirkan pendekatan baru, salah satunya adalah teori humanisme. Pendekatan ini menekankan pentingnya aspek manusiawi dalam proses pembelajaran dan mengajak pendidik untuk lebih memahami kebutuhan serta potensi peserta didik. Teori humanisme mendapat perhatian karena menawarkan cara pandang yang berbeda dibandingkan teori belajar lainnya.
Apa yang Dimaksud Teori Humanisme?
Teori humanisme dalam pembelajaran mengutamakan pengalaman dan pertumbuhan individu. Menurut artikel jurnal Kajian Teori Belajar Humanisme karya Silvia Salsa Bella dan Shofuro Zamzamy Ulin Najwa (2025), "teori humanisme muncul sebagai suatu pendekatan dalam psikologi yang menekankan pentingnya proses belajar, bukan semata-mata pada hasil yang dicapai."
Definisi Teori Humanisme
Menurut Bella dan Najwa, "pengertian teori belajar humanisme adalah sebuah pendekatan yang berfokus pada pemahaman tindakan dan perilaku belajar dari sudut pandang peserta didik itu sendiri." Mereka juga menjelaskan bahwa "keberhasilan proses belajar diukur dari kemampuan peserta didik untuk memahami diri mereka dan lingkungan di sekitar mereka." Setiap peserta didik dianggap unik, sehingga proses belajar harus menyesuaikan kebutuhan dan pengalaman masing-masing.
Tokoh-tokoh Utama Humanisme
Menurut Bella dan Najwa, tiga tokoh utama yang memberikan kontribusi terhadap teori ini adalah Arthur Combs, Abraham Maslow, dan Carl Rogers. Combs menekankan pentingnya bagi siswa untuk menemukan makna selama proses belajar. Maslow mengembangkan teori hierarki kebutuhan manusia yang membagi kebutuhan ke dalam lima kategori: kebutuhan fisiologis, rasa aman, kebutuhan sosial, penghargaan, dan aktualisasi diri. Rogers mengemukakan dua gagasan utama, yaitu kemampuan individu untuk mengeksplorasi dan memecahkan masalah sendiri, serta teori belajar bebas yang menekankan kemandirian siswa.
Esensi dan Tujuan Teori Humanisme
Menurut Bella dan Najwa, "Teori belajar humanisme adalah suatu landasan atau konsep dalam proses pembelajaran yang menekankan pentingnya nilai-nilai kemanusiaan. Fokus dari teori ini adalah menjadikan kegiatan belajar mengajar sebagai sarana untuk memanusiakan manusia." Tujuan teori ini adalah "membentuk pribadi-pribadi yang memiliki karakter serta sikap yang mencerminkan secara utuh nilai-nilai kemanusiaan." Proses belajar diarahkan agar peserta didik dapat mengekspresikan diri secara bebas dan tumbuh menjadi pribadi yang utuh.
Kelebihan Teori Belajar Humanisme
Teori humanisme membawa beberapa kelebihan yang membuatnya relevan dalam pendidikan modern. Menurut Bella dan Najwa, kelebihan teori belajar humanisme antara lain:
Pendekatan Berpusat pada Siswa
Menurut Bella dan Najwa, teori ini "Lebih menekankan segi demokratis, dialogis, dan humanis." Mereka menjelaskan bahwa "Pembelajaran yang bersifat humanis menekankan pada prinsip-prinsip demokrasi dan tidak mengutamakan otoritas. Dalam konteks pembelajaran, siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan keinginannya." Guru berperan sebagai fasilitator yang memberi ruang bagi siswa untuk berkembang.
Peningkatan Motivasi dan Kreativitas
Menurut Bella dan Najwa, pendekatan humanis menerapkan prinsip-prinsip yang mendorong siswa untuk berpartisipasi aktif. Mereka menjelaskan bahwa "pembelajaran yang humanis berfokus pada pengembangan hubungan yang lebih mendalam antara guru dan siswa, serta mendukung terciptanya lingkungan yang memungkinkan siswa merasa diterima, dihargai, dan diberi kesempatan untuk berkembang secara optimal." Pendekatan ini bertujuan agar siswa tidak hanya menguasai materi tetapi juga "mengembangkan kemampuan emosional dan sosial mereka, serta meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi intrinsik dalam belajar."
Kekurangan Teori Belajar Humanisme
Meski menawarkan banyak keunggulan, teori humanisme juga memiliki beberapa tantangan. Menurut Bella dan Najwa, keterbatasan teori ini antara lain:
Keterbatasan dalam Evaluasi
Menurut Bella dan Najwa, "Penilaian tidak dapat dilakukan hanya dengan mengandalkan hasil skor atau nilai karena pembelajaran Humanis menekankan hasil agar siswa merasa senang, nyaman, dan terlibat dalam belajar." Selain itu, mereka mencatat bahwa "Beberapa ide masih terlihat kurang jelas dan bersifat subjektif. Selain itu, konsep pembelajaran humanis juga belum memiliki definisi yang tegas, yang dapat menghambat proses pembelajaran itu sendiri."
Tantangan Implementasi di Sekolah
Menurut Bella dan Najwa, kebebasan dalam berkreasi bisa disalahartikan jika siswa tidak menunjukkan tanggung jawab, dan "Pembelajaran humanisme mampu menghasilkan pemikiran yang tidak terpusat, karena teori ini menekankan kebebasan individu untuk menyampaikan pandangannya serta mengembangkan potensinya sendiri." Mereka juga mencatat bahwa "Pembelajaran yang menerapkan pendekatan teori humanisme tidak fokus pada pencapaian akademik semata, melainkan lebih menekankan pada pentingnya kenyamanan dan kebahagiaan siswa. Oleh karena itu, tujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik siswa mungkin belum tercapai."
Kesimpulan
Teori humanisme dalam pendidikan membawa paradigma baru dengan menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran. Kelebihannya terletak pada peningkatan motivasi, kreativitas, dan rasa percaya diri siswa melalui pendekatan yang demokratis dan dialogis. Namun, kelemahan seperti evaluasi yang subjektif, pemikiran yang tidak terpusat, dan risiko penurunan fokus akademik masih perlu dicermati. Memahami kelebihan dan kekurangan teori humanisme dapat membantu pendidik menyesuaikan strategi belajar yang lebih manusiawi dan bermakna.