Teori Kepribadian: 4 Teori Utama dan Penjelasan Teori Kepribadian Freud
Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Memahami teori kepribadian membantu kita mengenali berbagai pola perilaku manusia. Setiap individu memiliki karakter unik yang terbentuk dari pengalaman, lingkungan, dan faktor biologis. Dengan mempelajari teori ini, kita dapat lebih mudah memahami diri sendiri maupun orang lain.
Pengantar Teori Kepribadian
Teori kepribadian membahas karakteristik dan pola pikir yang membedakan satu orang dengan yang lain. Menurut skripsi Uswatun Chasanah, Pengaruh Kepribadian Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Mukenah Bordir, Philip Kotler mendefinisikan kepribadian sebagai ciri bawaan psikologi manusia (human psychological traits) yang terbedakan, yang menghasilkan tanggapan relatif konsisten dan bertahan lama terhadap rangsangan lingkungannya. Kepribadian biasanya digambarkan dalam karakteristik perilaku seperti kepercayaan diri, dominasi, kemampuan bersosialisasi, otonomi, cara mempertahankan diri, kemampuan beradaptasi, dan sifat agresif (Kotler & Armstrong, dikutip dalam Chasanah). Pemahaman ini sangat penting, terutama dalam konteks sosial dan interaksi sehari-hari.
Empat Teori Kepribadian Utama
Menurut Chasanah, ada empat teori kepribadian utama yang dianggap banyak dipakai sebagai landasan teori dalam studi hubungan antara perilaku konsumen dan kepribadian, yaitu: Teori Kepribadian Freud, Teori Kepribadian Neo-Freud, Teori Ciri (Trait Theory), dan Teori Konsep Diri.
Teori Kepribadian Freud
Sigmund Freud mengemukakan teori psikoanalitis kepribadian (Psychoanalytic Theory of Personality), yang dianggap sebagai landasan psikologi modern. Teori ini menyatakan bahwa kebutuhan yang tidak disadari (unconscious needs) atau dorongan dari dalam diri manusia (drive), seperti dorongan seks dan kebutuhan biologis, adalah inti dari motivasi dan kepribadian manusia. Menurut Freud, kepribadian manusia terdiri dari tiga unsur yang saling berinteraksi: Id, Superego, dan Ego (Chasanah, mengutip prinsip psikoanalitik Freud).
Teori Kepribadian Neo-Freud (Teori Sosial Psikologi)
Beberapa pakar yang juga rekan Freud mengembangkan teori kepribadian yang disebut Teori Sosial Psikologi atau Teori Neo-Freud. Teori ini berbeda dari Freud dalam dua hal: lingkungan sosial (bukan insting manusia) yang berpengaruh dalam pembentukan kepribadian, dan motivasi berperilaku yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Teori Neo-Freud menyatakan bahwa hubungan sosial adalah faktor dominan dalam pembentukan dan pengembangan kepribadian manusia. Horney (dikutip dalam Chasanah) mengemukakan tiga kategori model kepribadian manusia: Compliant (kepribadian yang bergantung pada orang lain, ingin disayangi, dihargai, dan dibutuhkan), Aggressive (kepribadian yang termotivasi memperoleh kekuasaan, cenderung berlawanan dengan orang lain dan ingin selalu dipuji), dan Detached (kepribadian yang selalu ingin bebas, mandiri, mengandalkan diri sendiri, dan menghindari orang lain).
Teori Ciri (Trait Theory)
Teori ini mengklasifikasikan manusia berdasarkan karakteristik atau sifat yang paling menonjol. Menurut Schiffman dan Kanuk (dikutip dalam Chasanah), trait adalah "setiap cara yang membedakan dan relatif abadi di mana setiap individu berbeda dari yang lain." Loudon dan Della Bitta (1993, dikutip dalam Chasanah) mendasarkan teori ini pada tiga asumsi: individu memiliki perilaku yang cenderung relatif stabil; orang memiliki derajat perbedaan dalam kecenderungan perilaku tersebut; dan perbedaan tersebut, jika diidentifikasi dan diukur, dapat menggambarkan kepribadian individu. Perlu diklarifikasi bahwa sifat "ekstroversi" atau "neurotisme" (istilah dari kerangka Big Five) tidak digunakan dalam sumber ini — Mowen dan Minor (1998, dikutip dalam Chasanah) justru mengutip 16 ciri kepribadian yang dikemukakan Cattell, Eber, dan Tatsuoka (1970), berupa pasangan sifat berlawanan, di antaranya: Pendiam vs Ramah, Bodoh vs Cerdas, Labil vs Stabil, Penurut vs Agresif, Serius vs Santai, Pemalu vs Mudah Bergaul, Teguh Pendirian vs Lemah, Percaya vs Curiga, Praktis vs Abstrak, hingga Santai vs Tegang.
Teori Konsep Diri (Self-Concept)
Menurut teori ini, manusia mempunyai pandangan atau konsepsi atas dirinya sendiri, berupa penilaian terhadap diri sendiri, sehingga setiap individu berfungsi sebagai subjek sekaligus objek persepsi. Mowen (dikutip dalam Chasanah) menjelaskan bahwa konsep diri merupakan totalitas pikiran dan perasaan individu yang mereferensikan dirinya sebagai objek. Teori ini memandang bahwa setiap individu memiliki konsep diri yang didasari oleh siapa dirinya yang sebenarnya (actual self) dan siapa dirinya yang ideal (ideal self). Teori konsep diri berkaitan erat dengan dua konsep kunci teori psikoanalitik: ego (refleksi dari realitas objektif seseorang, sehingga mirip dengan actual self) dan superego (ditentukan oleh sesuatu yang seharusnya, sehingga merupakan refleksi dari ideal self).
Penjelasan Teori Kepribadian Freud
Freud mengembangkan kerangka kerja yang unik untuk menjelaskan struktur kepribadian manusia melalui konsep Id, Ego, dan Superego.
Struktur Kepribadian Freud: Id, Ego, dan Superego
Id adalah aspek biologis dalam diri manusia yang ada sejak lahir, yang mendorong munculnya kebutuhan fisiologis seperti rasa lapar, haus, dan nafsu seks — Id bekerja berdasarkan prinsip kepuasan (pleasure principle atau immediate satisfaction). Superego adalah aspek psikologis yang menggambarkan sifat manusia untuk tunduk dan patuh kepada norma-norma sosial, etika, dan nilai-nilai masyarakat, serta berfungsi menekan nafsu biologis (Id) — Id dan Superego dianggap sebagai dorongan yang tidak disadari oleh manusia. Ego adalah unsur ketiga yang bisa disadari dan dikontrol manusia, berfungsi sebagai penengah antara Id dan Superego, bekerja dengan prinsip realitas (reality principle) agar manusia dapat memenuhi kebutuhan fisiologisnya namun tetap sesuai norma masyarakat. Schiffman dan Kanuk (2010, dikutip dalam Chasanah) menjelaskan bahwa dalam studi perilaku konsumen, motivasi manusia sebagian besar tidak disadari, sehingga konsumen sering kali tidak menyadari alasan sesungguhnya mereka membeli suatu produk — apa yang dibeli dan dikonsumsi konsumen merupakan gambaran dari kepribadian mereka.
Tahapan Perkembangan Psikoseksual Freud
Perlu diklarifikasi bahwa tahapan perkembangan psikoseksual Freud (oral, anal, falik, laten, genital) tidak dibahas di mana pun dalam skripsi Chasanah. Konsep ini merupakan pengetahuan psikologi umum yang berasal dari sumber lain, bukan dari dokumen sumber yang menjadi rujukan artikel ini.
Karakteristik Kepribadian
Menurut Ujang Sumarwan (dikutip dalam Chasanah), karakteristik kepribadian digolongkan menjadi tiga: pertama, kepribadian menggambarkan perbedaan individu — tidak ada dua manusia yang benar-benar sama persis; kedua, kepribadian menunjukkan konsistensi dan berlangsung lama (enduring) — kepribadian umumnya sudah terlihat sejak masa kanak-kanak dan cenderung bertahan konsisten hingga dewasa; dan ketiga, kepribadian dapat berubah pada keadaan tertentu, akibat berbagai peristiwa hidup seperti kelahiran atau kematian, maupun sebagai bagian dari proses menuju kedewasaan secara berangsur-angsur.
Penerapan Teori Kepribadian dalam Studi Konsumen
Konsep kepribadian tidak hanya digunakan untuk memahami perilaku sosial, tetapi juga dalam dunia pemasaran dan perilaku konsumen. Berdasarkan skripsi Chasanah, karakter individu berpengaruh pada keputusan membeli produk tertentu, karena orang mempunyai ciri psikologi dan sifat yang berbeda-beda sesuai dengan kepribadian masing-masing, terutama didukung oleh kemampuan seseorang untuk mendapatkan suatu barang atau jasa. Menurut Philip Kotler (dikutip dalam Chasanah), keputusan pembelian seseorang dipengaruhi oleh faktor psikologi utama, antara lain persepsi serta keyakinan dan pendirian. Faktor ini penting dipertimbangkan oleh pelaku usaha untuk menentukan strategi pemasaran yang tepat.
Kesimpulan
Teori kepribadian menawarkan wawasan luas tentang bagaimana karakter manusia terbentuk dan berkembang. Dengan mengenal keempat teori utama yang sebenarnya — Teori Freud, Teori Neo-Freud, Teori Ciri, dan Teori Konsep Diri — beserta struktur Id, Ego, dan Superego dalam kerangka Freud, kita dapat memahami pola perilaku dan respons individu dalam berbagai situasi. Pengetahuan ini bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam bidang lain seperti pemasaran dan pendidikan.