Konten dari Pengguna

Teori Kepribadian Rogers: Konsep, Profil Carl Rogers, dan Implikasinya

R

Ruang Psikologi

Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Teori Kepribadian. Gambar: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Teori Kepribadian. Gambar: Pexels.

Teori kepribadian Rogers menjadi salah satu pijakan penting dalam psikologi modern, terutama dalam memahami perkembangan individu secara positif.

Pengantar Teori Kepribadian Rogers

Carl Rogers merupakan tokoh tesohor di dunia psikologi yang terkenal dengan pendekatan terapi klinis yang berpusat pada klien (client centered). Beliau juga memandang manusia mampu berkembang secara pribadi dan sosial bila keyakinan diri seseorang mampu ditopang juga dengan penghargaan dan pengakuan orang lain yang berada di sekitarnya (Darwin Harahap, 2020 dalam Teori Carl Rogers dalam Membentuk Pribadi dan Sosial yang Sehat.).

Teori Rogers merupakan salah satu teknik bimbingan dan konseling yang lebih menekankan pada aktivitas klien dan tanggung jawab klien sendiri; sebagian besar proses konseling diletakkan pada klien sendiri dalam memecahkan masalahnya, dan konselor hanya berperan sebagai patner dalam membantu merefleksikan sikap dan perasaannya serta menemukan cara terbaik dalam pemecahan masalah (Harahap, 2020).

Profil Carl Rogers: Tokoh Humanistik

Rogers lahir pada 8 Januari 1902 di Oak Park, Illinois, sebuah daerah pinggiran Chicago, sebagai anak keempat dari enam bersaudara. Ayahnya adalah insinyur sipil yang sukses, sedangkan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga pemiluk Kristen yang taat beragama (Harahap, 2020).

Setelah menyelesaikan pelajaran di University of Wisconsin pada 1924, ia lalu masuk Union Theological Seminary di New York City, di mana ia mendapat pandangan yang liberal dan filsafat mengenai agama. Pada tahun 1940 Rogers menerima tawaran untuk menjadi guru besar di Ohio State University. Pada tahun 1945 Rogers menjadi Mahaguru psikologi di University of Chicago. Tahun 1946–1957 ia menjadi Presiden American Psychological Association. Rogers meninggal dunia pada tanggal 4 Februari 1987 karena serangan jantung (Harahap, 2020).

Konsep Utama dalam Teori Kepribadian Rogers

Teori yang dikembangkan Rogers menyoroti beberapa konsep inti yang sering dibahas dalam psikologi kepribadian.

Self dan Self-Concept

Menurut Carl Rogers, the self adalah aspek pengalaman fenomenologis — pengalaman sadar kita mengenai diri kita sendiri. Self sebagai sebuah konstruk menunjukkan bagaimana setiap individu melihat dirinya sendiri (Harahap, 2020).

Self memiliki beberapa sifat: (1) self berkembang dari interaksi organisme dengan lingkungannya; (2) self mungkin mengintrojeksi nilai-nilai orang lain; (3) self mengejar consistency (keselarasan); (4) organisme bertingkah laku dalam cara yang selaras dengan self; (5) pengalaman-pengalaman yang tidak selaras dengan struktur self diamati sebagai ancaman; dan (6) self mungkin berubah sebagai hasil dari pematangan dan belajar (Harahap, 2020).

Struktur Kepribadian: Organisme, Medan Fenomena, Self

Rogers memiliki tiga konstruk yang menjadi dasar penting dalam teorinya: organisme, medan fenomena, dan self. Organisme merupakan keseluruhan totalitas individu yang meliputi pemikiran, perilaku, dan keadaan fisik; organisme mempunyai satu kecenderungan dan dorongan dasar yaitu mengaktualisasi, mempertahankan, dan mengembangkan diri (Harahap, 2020).

Aktualisasi Diri

Setiap orang memiliki potensi untuk berkembang mencapai aktualisasi diri. Temuan Rogers berpendapat bahwa klien/individu memiliki pribadi dan sosial yang baik, namun terkadang seseorang tidak memaksimalkan potensi yang ada dalam dirinya dan seseorang hanya melihat kelemahannya saja — permasalahan inilah yang menjadikan perlunya seorang pembimbing/konselor menggali dan menjadi fasilitator kepada klien untuk menumbuhkan potensi positif yang ada di dalam dirinya (Harahap, 2020).

Unconditional Positive Regard

Penghargaan diri tanpa syarat (unconditional positive regard): penghargaan positif adalah kebutuhan untuk disukai dan dihargai — ini menunjukkan kehangatan dan penerimaan, sehingga klien merasa nyaman dan terbuka terhadap masalah yang dialami (Harahap, 2020).

Karakteristik Pribadi Sehat Menurut Rogers

Karakteristik pribadi yang sehat menurut konseling berpusat pada person (Person-Centered) meliputi: kapasitas untuk memberikan toleransi pada apapun dan siapapun; menerima dengan senang hati hadirnya ketidakpastian dalam hidup; mau menerima diri sendiri dan orang lain; spontanitas dan kreatif; otonomi; kapasitas untuk menjalin hubungan antar pribadi yang mendalam dan akrab; mempunyai kepedulian yang tulus pada orang lain; mempunyai rasa humor; terarah dalam diri sendiri; dan mempunyai sikap terbuka dalam hidup (Harahap, 2020).

Penerapan Teori Rogers dalam Konseling

Tujuan dasar dari teori yang dikemukakan oleh Carl R. Rogers (client centered) adalah menciptakan iklim yang kondusif bagi usaha membantu klien untuk menjadi seorang pribadi yang berfungsi penuh. Peran konselor client-centered berakar pada cara-cara keberadaannya dan sikap-sikapnya, bukan pada penggunaan teknik-teknik yang dirancang untuk menjadikan klien berbuat sesuatu (Harahap, 2020).

Menurut Rogers, konseling berpusat pada person bertujuan untuk membina kepribadian klien secara integral, berdiri sendiri, dan mempunyai kemampuan untuk memecahkan masalah sendiri (Harahap, 2020).

Hubungan Pribadi dan Sosial

Kepribadian dan sosial tidak bisa dipisahkan karena keduanya satu kesatuan — ibarat mata uang logam yang tidak dapat dipisahkan. Bila kepribadian baik maka sosial akan baik, begitu juga sebaliknya (Harahap, 2020).

Kesimpulan

Terapis client centered dipelopori oleh Carl R. Rogers sebagai reaksi terhadap keterbatasan-keterbatasan mendasar dari psikoanalisis. Individu memiliki potensi untuk memahami apa yang terjadi dalam hidupnya yang terkait dengan tekanan dan kecemasan yang ia rasakan. Rogers berteori bahwa manusia mempunyai energi yang dahsyat untuk mengaktualisasi apabila potensi diri dimaksimalkan (Harahap, 2020).