Konten dari Pengguna

Teori Psikoseksual: Pengertian, Tahapan, dan Pencetus Teori Psikososial

R

Ruang Psikologi

Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Psikoseksual. Gambar: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Psikoseksual. Gambar: Pexels.

Memahami bagaimana manusia berkembang sejak kecil hingga dewasa memang selalu menarik. Salah satu pemikiran yang cukup berpengaruh di bidang psikologi adalah teori psikoseksual. Teori ini membahas perkembangan kepribadian manusia berdasarkan tahapan tertentu yang berfokus pada aspek psikologis dan seksual. Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Sigmund Freud dan menjadi rujukan utama dalam memahami perilaku manusia.

Apa Itu Teori Psikoseksual?

Dalam makalah Teori Perkembangan Psikoseksual Sigmund Freud dan Psikososial Erik H. Erikson oleh Muhammad Teguh Saputra, teori psikoseksual dipahami dari sudut pandang bahwa kepribadian sebagian besar dibentuk pada lima tahun pertama kehidupan dan akan berpengaruh besar terhadap perkembangan selanjutnya.

Definisi Teori Psikoseksual

Teori psikoseksual adalah model yang memandang perkembangan kepribadian seseorang sangat dipengaruhi oleh konflik dan pengalaman di setiap tahap usia. Setiap tahap menandai fokus pada area tubuh tertentu yang menjadi sumber kepuasan atau ketegangan emosional. Jika tahap-tahap psikoseksual selesai dengan sukses, hasilnya adalah kepribadian yang sehat.

Konsep Dasar dalam Teori Psikoseksual

Freud percaya bahwa energi psikoseksual, atau libido, merupakan kekuatan pendorong di belakang perilaku. Teori ini menekankan bahwa kegagalan atau keberhasilan individu melewati setiap tahap perkembangan akan memengaruhi perilaku dan karakter di masa dewasa.

Sigmund Freud: Pencetus Teori Psikoseksual

Sigmund Freud dikenal sebagai tokoh utama yang mengembangkan teori psikoseksual. Ia percaya bahwa pengalaman di masa kecil sangat menentukan pembentukan kepribadian seseorang.

Profil Singkat Sigmund Freud

Freud lahir di Moravia, Kerajaan Austria. Ia merupakan lulusan dari University of Vienna, berkeahlian di bidang psikoanalisis, dan dijuluki sebagai bapak Psikoanalisis . Salah satu penghargaan yang pernah ia raih yaitu Goethe Prize pada tahun 1930.

Tahapan Perkembangan Psikoseksual Menurut Freud

Freud membagi perkembangan psikoseksual menjadi lima tahap utama:

  1. Fase Oral (usia 0–1,5 tahun)

Mulut merupakan hal yang dapat memicu kesenangan bayi dengan mencicipi atau menghisap sesuatu, contohnya seperti menghisap tangannya sendiri atau payudara ibu.

2. Fase Anal (usia 1,5–3 tahun)

Freud mengaitkan tahap anal dengan pembentukan karakter seperti keteraturan dan kontrol diri, tergantung pada pengalaman individu selama toilet training (McLeod, 2023 dalam laman Simply Psychology dengan judul Freud's Psychosexual Stages of Development). Fungsi utama libido adalah pada pengendalian kandung kemih dan buang air besar. Contohnya seperti melatih anak untuk buang air kecil atau besar ke toilet dengan baik.

3. Fase Phallic (usia 3–5 tahun)

Fokus utama libido adalah pada alat kelamin. Yang terpenting pada fase ini yaitu munculnya oedipus complex, yang diikuti oleh fenomena castration anxiety pada laki-laki dan penis envy pada perempuan .

4. Fase Laten (usia 5–12 tahun/pubertas)

Libido seakan "tidur" dan akan bangkit lagi dengan kekuatan penuh kelak di masa pubertas. Di fase ini, anak akan memiliki rasa ingin tahu yang besar tentang berbagai hal.

5. Fase Genital (usia 12 tahun/pubertas ke atas)

Merupakan tahap akhir dari psikoseksual. Seseorang akan mengalami perubahan yang besar dalam diri maupun dunianya, dan pada masa ini pula seseorang akan mengembangkan minat seksual yang kuat pada lawan jenis.

Erik H. Erikson: Pencetus Teori Psikososial

Selain Freud, Erik H. Erikson juga dikenal sebagai tokoh penting dalam perkembangan psikologi, terutama melalui teori psikososial.

Sekilas tentang Erik H. Erikson

Erik H. Erikson lahir di Jerman Selatan dan meninggal di Amerika Serikat. Erikson mengembangkan gagasan bahwa perkembangan manusia dibentuk oleh pengaruh-pengaruh sosial yang menjadikan manusia matang secara fisik dan psikologis.

Perbedaan Utama Teori Psikoseksual Freud dan Psikososial Erikson

Sementara Freud menekankan peran energi psikoseksual (libido) sebagai kekuatan pendorong perkembangan, Erikson lebih fokus pada konflik dan krisis yang dihadapi individu sepanjang hidup. Menurut Erikson, setiap tahap memiliki kemungkinan pemecahan positif maupun negatif, dan kegagalan pada tahap tertentu akan memengaruhi tahap-tahap berikutnya. Teori Erikson menawarkan delapan tahap yang menyoroti pentingnya hubungan sosial dalam membentuk kepribadian.

Kesimpulan

Teori psikoseksual memberikan gambaran penting mengenai proses perkembangan manusia sejak dini. Konsep ini tetap menjadi landasan utama dalam psikologi, terutama saat membahas pengaruh pengalaman masa kecil terhadap perilaku dewasa. Sementara itu, teori psikososial Erikson melengkapi pemahaman kita dengan menyoroti peran lingkungan sosial dalam membentuk kepribadian sepanjang rentang hidup. Keduanya membantu memahami kompleksitas perkembangan manusia dari berbagai sisi.