Konten dari Pengguna

Teori Urie Bronfenbrenner: Konsep, Karier, dan Implikasinya dalam Pendidikan

R

Ruang Psikologi

Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.

·waktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Teori Ekologi. Gambar: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Teori Ekologi. Gambar: Pexels.

Pendahuluan

Konsep perkembangan manusia tidak pernah lepas dari pengaruh lingkungan di sekitarnya. Salah satu tokoh yang dikenal luas dalam bidang psikologi perkembangan adalah Urie Bronfenbrenner. Ia menawarkan teori ekologi yang memaparkan interaksi antara individu dan lingkungannya sebagai landasan penting dalam memahami proses tumbuh kembang.

Profil dan Karier Urie Bronfenbrenner

Dalam Jurnal dengan judul Teori Ekologi Bronfenbrenner sebagai Sebuah Pendekatan dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam, dituliskan bahwa Urie Bronfenbrenner dikenal sebagai ahli psikologi dari Cornell University, Amerika Serikat, yang banyak berkontribusi dalam kajian perkembangan anak dan pendidikan (Salsabila, 2018).

Riwayat Hidup Singkat

Perkembangan pemikiran Bronfenbrenner dipengaruhi oleh pengalaman akademik dan penelitiannya dalam bidang perkembangan manusia (Rosa & Tudge, 2013 dalam jurnal Urie Bronfenbrenner's Theory of Human Development: Its Evolution from Ecology to Bioecology). Ia menempuh pendidikan di bidang psikologi dan meraih gelar doktor dari Cornell University, tempat ia kemudian mendedikasikan sebagian besar karier akademiknya.

Kontribusi dan Pencapaian

Salah satu pencapaian pentingnya adalah merumuskan teori ekologi perkembangan manusia yang kini menjadi referensi utama di berbagai bidang, tak hanya psikologi, tetapi juga pendidikan dan kebijakan sosial (Bronfenbrenner, 1979).

Teori Ekologi Bronfenbrenner

Teori Urie Bronfenbrenner dikenal sebagai pendekatan ekologi dalam melihat individu secara utuh bersama lingkungannya. Teori ini menegaskan bahwa perkembangan seseorang tidak bisa dipisahkan dari interaksi antara berbagai sistem di sekitarnya.

Pengertian Teori Ekologi

Teori ekologi merupakan sebuah teori yang menekankan pada pengaruh lingkungan dalam perkembangan setiap individu, di mana perkembangan peserta didik merupakan hasil interaksi antara alam sekitar dengan peserta didik tersebut (Salsabila, 2018). Hubungan timbal balik antara individu dengan lingkungan akan membentuk tingkah laku individu tersebut.

Komponen-Komponen Sistem Ekologi

Bronfenbrenner menyebutkan adanya lima sistem lingkungan berlapis yang saling berkaitan:

  1. Mikrosistem — Lingkungan yang paling dekat dengan pribadi peserta didik, meliputi keluarga, guru, teman sebaya, sekolah, dan lingkungan tempat tinggal.

  2. Mesosistem — Mencakup interaksi di antara mikrosistem, misalnya hubungan antara pengalaman keluarga dengan pengalaman sekolah, atau pengalaman sekolah dengan pengalaman keagamaan.

  3. Eksosistem — Sistem sosial yang lebih besar di mana anak tidak terlibat interaksi secara langsung, akan tetapi dapat berpengaruh terhadap perkembangan karakter anak, contohnya jam kerja orang tua.

  4. Makrosistem — Sistem lapisan terluar yang terdiri dari ideologi negara, pemerintah, tradisi, agama, hukum, adat istiadat, budaya, dan nilai masyarakat secara umum.

  5. Kronosistem — Mencakup pengaruh lingkungan dari waktu ke waktu beserta caranya mempengaruhi perkembangan dan perilaku, seperti perkembangan teknologi dan perubahan sosiohistoris.

Implikasi Teori Bronfenbrenner dalam Pengembangan Kurikulum

Teori ini banyak dimanfaatkan dalam pengembangan kurikulum, khususnya dalam pendidikan agama Islam dan relevan untuk merancang kurikulum yang responsif terhadap dinamika lingkungan.

Relevansi dalam Pendidikan Agama Islam

Teori ekologi perkembangan Bronfenbrenner membantu mengkaji efektivitas pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam secara tersistem dan terpola di lingkup satuan pendidikan, dengan memanfaatkan subsistem sekolah sebagai lingkungan mikrosistem terdekat dalam keseharian peserta didik. Kurikulum yang efektif memerlukan pemahaman tentang interaksi individu dengan lingkungan sosial, budaya, dan religiu, sehingga pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam mampu secara efektif menyentuh ranah teoritis maupun praksis.

Penerapan pada Kurikulum Pendidikan

Penerapan teori Bronfenbrenner mendorong sekolah untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan siswa secara holistik, memperhatikan seluruh aspek kehidupan mereka.

Kesimpulan

Teori Urie Bronfenbrenner memberikan wawasan penting tentang bagaimana lingkungan memengaruhi perkembangan manusia melalui lima sistem berlapis yang saling berkaitan. Penerapannya dalam pendidikan, khususnya dalam pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam, sangat membantu menciptakan sistem pembelajaran yang lebih menyeluruh dan responsif terhadap dinamika lingkungan peserta didik.