Tes Objektif: Pengertian, Karakteristik, dan Contoh Lengkap
Menyajikan informasi seputar psikologi dan cabang-cabang ilmunya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tes objektif menjadi pilihan utama dalam dunia pendidikan saat proses evaluasi berlangsung. Jenis tes ini dianggap mampu memberikan penilaian yang adil dan konsisten terhadap kemampuan peserta didik.
Apa Itu Tes Objektif?
Tes objektif adalah tes yang menghendaki peserta tes (testee) untuk memilih jawaban yang benar dari beberapa alternatif jawaban yang tersedia (dalam: "Pengembangan dan Penyusunan Tes Obyektif," tanpa tahun). Tes objektif ini ada beberapa jenis, yaitu: tes benar-salah, tes menjodohkan, dan tes pilihan ganda (dalam Pengembangan dan Penyusunan Tes Obyektif).
Bentuk-bentuk Tes Objektif
Terdapat beberapa bentuk-bentuk tes objektif seperti tes benar-salah dan tes menjodohkan.
Tes Benar-Salah
Tes benar-salah adalah tes berbentuk kalimat berita atau pertanyaan yang mengandung dua kemungkinan yaitu benar atau salah — siswa diminta untuk mengemukakan pendapatnya mengenai pertanyaan-pertanyaan yang menjadi isi dari setiap soal (dalam Pengembangan dan Penyusunan Tes Obyektif). Kelebihan tes ini meliputi: mudah dan cepat dalam menilai, waktu pengerjaannya cepat, penilaiannya objektif, serta mencakup bahan yang luas. Kelemahannya antara lain: kemungkinan mengira-ngira jawaban besar, dan hanya dapat mengungkapkan ingatan dan pengenalan kembali.
Tes Menjodohkan
Tes bentuk ini disediakan dua kelompok bahan dan siswa harus mencari pasangan/jodoh yang sesuai antara bahan yang ada dalam kelompok pertama dan kelompok kedua. Dengan demikian, tes menjodohkan terdiri atas satu seri pertanyaan dan satu seri jawaban — masing-masing pertanyaan mempunyai jawaban yang tercantum dalam seri jawaban (dalam Pengembangan dan Penyusunan Tes Obyektif). Terdapat dua bentuk tes penjodohan: (1) penjodohan sempurna, dan (2) penjodohan tidak sempurna.
Tes Pilihan Ganda
Tes pilihan ganda digunakan secara luas dan termasuk butir tes tipe seleksi. Tes pilihan ganda dapat didesain untuk mengukur berbagai hasil belajar, mulai dari yang sederhana sampai yang kompleks, dan dapat menyediakan butir yang bermutu tinggi (dalam Pengembangan dan Penyusunan Tes Obyektif). Jenis-jenis tes pilihan ganda meliputi: (1) pilihan ganda biasa, (2) pilihan ganda analisis hubungan antar hal, (3) pilihan ganda analisis kasus, (4) pilihan ganda kompleks, (5) pilihan ganda semua jawaban benar (the best answer), dan (6) pilihan ganda menggunakan gambar, diagram, grafik, atau tabel.
Kelebihan dan Keterbatasan Tes Objektif
Kelebihan tes pilihan ganda antara lain: (1) hasil belajar dari yang sederhana sampai yang kompleks dapat diukur; (2) sangat terstruktur dan tugas jelas disajikan; (3) sampel dari hasil belajar lebih luas dapat diukur; dan (4) menskor lebih mudah, objektif, dan reliabel (dalam Pengembangan dan Penyusunan Tes Obyektif). Kelemahannya: mengkonstruksi butir yang bagus membutuhkan waktu yang lama; dan butir ini tidak efektif untuk mengukur beberapa tipe pemecahan masalah serta kemampuan untuk mengorganisir dan mengungkap ide-ide.
Karakteristik Tes Objektif yang Baik: Aturan Penyusunan
Beberapa aturan penting dalam menyusun butir tes pilihan ganda yang baik (dalam Pengembangan dan Penyusunan Tes Obyektif):
Stem harus bermakna dan menyajikan masalah yang pasti
Nyatakan stem dengan bahasa sederhana dan jelas
Pastikan jawaban yang diharapkan benar atau terbaik
Buatlah distraktor yang masuk akal dan menarik
Hindari jawaban benar yang lebih rinci dari jawaban salah
Posisi jawaban yang benar di acak
Hindari pilihan "semua di atas" dan "tidak satupun di atas benar"
Penerapan Tes Objektif di Sekolah
Dari ketiga jenis tes objektif, yang banyak diterapkan di sekolah adalah tes pilihan ganda — tentunya ada beberapa alasan atau pertimbangan mengapa tes pilihan ganda lebih banyak digunakan di sekolah untuk menguji kemampuan dan keterampilan dari peserta didik (dalam Pengembangan dan Penyusunan Tes Obyektif).
Kesimpulan
Tes objektif — mencakup tes benar-salah, menjodohkan, dan pilihan ganda — merupakan instrumen evaluasi yang banyak diandalkan karena penilaiannya adil dan konsisten. Ketiga jenis tes objektif ini masing-masing memiliki keunggulan, kelemahan, serta aturan penyusunannya sendiri.