Konten dari Pengguna

Tips Menjaga Kesehatan Mental di Tempat Kerja: Panduan & Penjelasan Lengkap

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kesehatan Mental di Tempat Kerja. Gambar: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kesehatan Mental di Tempat Kerja. Gambar: Pexels

Kesehatan mental di tempat kerja kini menjadi perhatian banyak pihak. Lingkungan kerja yang nyaman dan mendukung berperan besar dalam menjaga produktivitas serta kesejahteraan karyawan. Jika tidak dikelola dengan baik, tekanan di kantor dapat berdampak pada kesehatan mental dan kualitas hidup.

Apa Itu Kesehatan Mental di Tempat Kerja

Kesehatan mental di tempat kerja merujuk pada kondisi di mana individu mampu menghadapi tekanan kerja, berkontribusi secara optimal, serta menjalin hubungan baik dengan rekan kerja. Menurut kerangka kerja WHO dan ILO tersebut, kesehatan mental di tempat kerja secara langsung berkaitan dengan produktivitas kerja — sebaliknya, lingkungan kerja yang tidak sehat dapat mengganggu fungsi keseharian karyawan. Kerangka intervensi ini terdiri atas tiga pilar utama: Prevent (mencegah), Protect & Promote (melindungi dan mempromosikan), serta Support (mendukung).

Faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Mental di Lingkungan Kerja

Terdapat sepuluh faktor risiko psikososial spesifik (berdasarkan WHO dan ILO, Mental Health at Work: Policy Brief, 2022). Kesepuluh faktor risiko psikososial tersebut adalah: (1) isi pekerjaan/rancangan tugas, (2) beban dan kecepatan kerja, (3) jadwal kerja, (4) lingkungan dan peralatan kerja, (5) budaya organisasi, (6) pengendalian pekerjaan (kontrol atas pekerjaan), (7) relasi interpersonal, (8) peran dalam organisasi, (9) pengembangan karier, dan (10) home-work interface (keseimbangan antara kehidupan kerja dan rumah). Kesepuluh faktor ini menjadi sasaran utama intervensi organisasi dalam manajemen risiko psikososial di tempat kerja.

Tips Menjaga Kesehatan Mental di Tempat Kerja

Menjaga kesehatan mental di tempat kerja membutuhkan langkah yang konsisten. Ada beberapa strategi sederhana yang dapat diterapkan agar kondisi mental tetap prima.

Rekomendasi Praktis

  1. Ciptakan lingkungan kerja yang positif dengan saling menghargai dan mendukung sesama rekan.

  2. Atur waktu dan beban kerja secara bijak untuk mencegah stres berlebihan.

  3. Jalin komunikasi terbuka dengan tim agar masalah tidak menumpuk.

  4. Manfaatkan fasilitas konseling atau program kesehatan mental yang disediakan kantor.

Rekomendasi ini sejalan dengan pendekatan tiga pilar WHO dan ILO (2022) — khususnya pilar Protect & Promote dan Support — yang menekankan pentingnya lingkungan kerja yang aman dan sehat secara psikososial.

Pentingnya Adaptasi terhadap Perpindahan dan Perubahan Lingkungan Kerja

Berdasarkan penelitian Jeffrey W. Riemer (2000), "Job Relocation, Sources of Stress, and Sense of Home" (Community, Work & Family, 3(2), 205–217), dikutip dalam materi tersebut, perpindahan lokasi kerja dapat memicu dua jenis stres: stres operasional (menyiapkan diri dengan tuntutan pekerjaan dan komunitas baru) serta stres emosional (jauh dari keluarga, tuntutan ketergantungan pada diri sendiri).

Stres akibat perpindahan kerja dapat berkurang melalui adaptasi, dengan komponen penting berupa penghayatan tentang "rumah" — yaitu pengalaman emosional yang berharga dan kenangan, yang berfungsi sebagai safe place yang membantu proses adaptasi. Strategi mengatasinya antara lain dengan tetap terkoneksi dengan perasaan tentang rumah, sehingga menciptakan zona nyaman berbasis emosional yang dapat memperkuat ketahanan mental, serta menciptakan cara untuk tetap terhubung dengan zona nyaman sebelum pindah lokasi kerja.

Kesimpulan

Menjaga kesehatan mental di tempat kerja adalah investasi penting untuk produktivitas dan kesejahteraan. Berdasarkan kerangka kerja WHO dan ILO (2022) yang mencakup tiga pilar — pencegahan, perlindungan dan promosi, serta dukungan — terhadap sepuluh faktor risiko psikososial, perusahaan dan karyawan perlu bekerja sama menciptakan lingkungan kerja yang aman secara psikologis. Selain itu, bagi karyawan yang mengalami perpindahan kerja, memahami dan mengelola stres operasional maupun emosional melalui penghayatan akan "rumah" (Riemer, 2000) juga dapat memperkuat ketahanan mental. Setiap karyawan diharapkan dapat mengambil langkah proaktif demi kesehatan mental yang lebih baik di lingkungan kerjanya.