Konten dari Pengguna

Trauma Bonding Recovery: Pengertian dan Tips Efektif Pulih

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi trauma bonding recovery. Foto Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi trauma bonding recovery. Foto Unsplash.

Dalam hubungan yang penuh dinamika emosional, trauma bonding bisa menjadi ikatan yang sulit dipahami. Banyak orang merasa terjebak dalam lingkaran hubungan yang menyakitkan, bahkan ketika mereka sadar bahwa hubungan tersebut tidak sehat. Proses trauma bonding recovery menjadi langkah penting agar seseorang dapat membangun kembali kepercayaan diri dan menjalani hidup dengan lebih tenang.

Apa Itu Trauma Bonding Recovery?

Trauma bonding recovery merujuk pada proses pemulihan dari keterikatan emosional yang terbentuk antara korban dan pelaku dalam hubungan yang penuh tekanan atau kekerasan.

Menurut Laura Copley dalam artikel “Overcoming Trauma Bonding: 8 Strategies & Exercises” di PositivePsychology.com, trauma bonding adalah keterikatan emosional yang berkembang dari siklus berulang antara kekerasan dan positive reinforcement, sehingga pemulihannya tidak hanya tentang mengakhiri hubungan, tetapi juga merebut kembali kekuatan diri, membangun ulang sense of self, dan membuka ruang bagi hubungan yang lebih sehat.

Mengapa Trauma Bonding Sulit Diputuskan?

Ikatan trauma seringkali sulit dilepaskan karena adanya mekanisme psikologis yang membuat korban merasa terikat secara emosional. Pola hubungan naik-turun, seperti fase kekerasan yang diikuti permintaan maaf dan perhatian, memperkuat keterikatan ini. Selain itu, korban bisa merasa bersalah, takut kehilangan, atau berharap pelaku akan berubah. Akibatnya, dampak emosional dan mental bisa sangat berat, mulai dari kehilangan kepercayaan diri hingga stres berkepanjangan.

Tips Efektif untuk Trauma Bonding Recovery

Proses pemulihan tidak terjadi dalam semalam. Ada beberapa strategi yang dapat membantu seseorang keluar dari lingkaran trauma bonding dan membangun kembali kesehatan emosional.

Kenali Pola Trauma Bonding

Langkah awal adalah menyadari pola berulang dalam hubungan, seperti siklus kekerasan dan fase baik-baik. Mengenali tanda-tanda ini membantu korban memahami bahwa situasi yang dialami bukan salah mereka.

Bangun Dukungan Sosial

Memiliki dukungan dari keluarga, teman, atau komunitas sangat membantu proses pemulihan. Lingkungan yang suportif membuat korban merasa tidak sendirian dan lebih percaya diri dalam menghadapi perubahan.

Terapkan Self-Compassion

Menumbuhkan kasih sayang pada diri sendiri merupakan kunci penting dalam trauma bonding recovery. Dengan self-compassion, seseorang belajar memaafkan diri dan tidak menyalahkan diri atas situasi yang dialami.

Pertimbangkan Bantuan Profesional

Terapi atau konseling dapat menjadi jalan keluar bagi yang merasa kesulitan pulih sendiri.

Menurut Laura Copley dalam artikel “Overcoming Trauma Bonding: 8 Strategies & Exercises” di PositivePsychology.com, terapi dapat membantu individu mengeksplorasi pola trauma bonding, memahami pengalaman attachment trauma yang mendasarinya, serta membangun batasan dan hubungan yang lebih sehat.

Kesimpulan

Trauma bonding recovery membutuhkan waktu, dukungan, dan strategi yang tepat. Dengan mengenali pola hubungan, membangun dukungan sosial, serta menerapkan self-compassion, proses pemulihan akan lebih mudah dijalani. Masih dari artikel yang sama di PositivePsychology.com, pemulihan dari trauma bonding dapat dilakukan dengan dukungan yang tepat, self-compassion, batasan yang sehat, serta komitmen untuk membangun kembali sense of self dan hubungan yang lebih sehat.

Reviewed by Helda Waty Sihombing

Baca Juga: Healing: Proses Pulih dan Berdamai dengan Diri