Al Tabligh Artinya adalah Apa? Simak Penjelasan Lengkapnya di Sini
Membahas berbagai informasi dari beragam topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ruang Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saat memahami lebih dalam nilai-nilai dalam ajaran Islam, khususnya yang berkaitan dengan sifat-sifat mulia yang harus dimiliki oleh para nabi, ada istilah Al Tabligh. Terkait hal itu, al tabligh artinya menyampaikan atau memberitahukan.
Istilah ini terdengar sederhana, namun sebenarnya menyimpan makna yang luas dan penuh hikmah jika direnungkan dengan hati yang terbuka.
Banyak orang mungkin pernah mendengarnya dalam pelajaran agama, ceramah, atau bahkan percakapan sehari-hari, tetapi belum tentu benar-benar memahami maknanya secara utuh.
Dalamn Ajaran Islam, Al Tabligh Artinya Menyampaikan
Dikutip dari laman kotasukabumi.baznas.go.id, mengungkapkan bahwa Al Tabligh artinya kewajiban Rasul untuk menyampaikan seluruh ajaran yang diterima dari Allah kepada umat tanpa ada yang disembunyikan atau dikurangi sedikit pun.
Sebagai pemimpin umat Muslim, Rasul menjalankan tugas ini dengan penuh tanggung jawab, sehingga setiap wahyu, baik berupa kabar baik, peringatan, pengetahuan, maupun syariat, disampaikan secara utuh dan jelas.
Oleh karena itu, tidak ada satu pun bagian dari wahyu yang diabaikan, karena semuanya merupakan amanah yang harus disampaikan.
Dalam pelaksanaannya, sifat tabligh menunjukkan kesungguhan Rasul dalam menjaga kepercayaan yang telah diberikan.
Penyampaian wahyu tidak hanya dilakukan secara lisan, tetapi juga dengan cara yang dapat dipahami oleh umat, sehingga pesan yang disampaikan benar-benar sampai dan dapat diamalkan.
Hal ini menegaskan bahwa tabligh bukan sekadar menyampaikan, melainkan juga memastikan bahwa isi wahyu tersampaikan dengan baik dan benar.
Perintah mengenai tabligh ditegaskan dalam Al-Qur’an Surah al-Maidah ayat 67, yang menyatakan bahwa Rasul diperintahkan untuk menyampaikan apa yang telah diturunkan kepadanya.
Jika hal tersebut tidak dilakukan, maka amanah yang seharusnya disampaikan kepada umat dianggap belum benar-benar terlaksana dengan sempurna.
Akibatnya, pesan yang dibawa tidak sampai secara utuh dan dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Sifat tabligh menjadi bagian yang sangat penting dalam tugas kerasulan, karena berfungsi sebagai jembatan penyampai wahyu dari Allah kepada manusia.
Dengan demikian, sifat ini tidak dapat dipisahkan dari peran seorang rasul dalam menjalankan tugasnya secara penuh dan bertanggung jawab.(RAHMA)
Baca juga: Apa Itu Megengan? Simak Penjelasannya di Sini